Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Buku Islam    Islam Umum

474 Ibadah Salah Kaprah

Berat 0.40
Tahun 2006
Halaman 520
Ukuran 15.5 x 23 cm
Penerbit Amzah
Sinopsis      Daftar Isi          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Profesi Kependidikan: Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia
Hamzah B. Uno
Rp60.000

Sinopsis

Disadari maupun tidak, beragam kesalahan dalam praktik beragama sering dilakukan oleh sebagian umat Islam mungkin termasuk Anda. Pelanggaran dan kesalahkaprahan tersebut dapat terjadi disebabkan kurang memahami berbagai aturan syariat yang telah mengaturnya sehingga berakibat, ibadah yang dilakukan terancam batal dan tidak sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Wahid Abdus Salam Bali Melalui buku 474 Ibadah Salah Kaprah membantu Anda menghindari berbagai kesalahkaprahan tersebut. Jadi, sudah benarkah ibadah Anda?

(Kembali Ke Atas)
Advertisement:

Daftar Isi

Bagian Pertama
80 kesalahkaprahan dalam akidah BAB 1 kesalahkaprahan dalam akidah
1. Meminta Pertolongan kepada Orang yang Sudah Meninggal Dunia
2. Meminta Pertolongan (Al-Madad) kepada Selain Allah
3. Sembelihan untuk Jin
4. Nadzar kepada Selain Allah
5. Meminta Syafaat kepada Selain Allah
6. Thawaf di Tempat Selain Ka’bah
7. Mengusap-usap Kuburan Wali
8. Kepercayaan sebagian Orang Awam bahwa Orang yang Dibunuh di Suatu Tempat, Rohnya akan Menjadi Hantu Gentayangan yang Menakutnakuti Manusia di Malam Hari
9. Kepercayaan sebagian Orang bahwa pada Hari Jumat terdapat Saat Sial
10. Kepercayaan Minor terhadap Daging dan Ikan
11. Kepercayaan terhadap Besi
12. Kepercayaan terhadap Plastik
13. Kepercayaan terhadap Sepatu
14. Kepercayaan bahwa Nama Nabi ع Dapat Melindungi Anak-Anak
15. Kepercayaan terhadap Kayu
16. Takut terhadap Orang yang Sudah Meninggal Dunia
17. Kepercayaan bahwa Kulit Dapat Mendatangkan Rezeki
18. Mempercayai Dukun dan Paranormal
19. Kepercayaan terhadap Batu (Akik)
20. Kepercayaan terhadap Ari-Ari
21. Kepercayaan terhadap Tulang
22. Kepercayaan terhadap Lilin
23. Kepercayaan bahwa Setan Dapat Menumbuhkan Beberapa Tumbuhan
24. Kepercayaan terhadap Darah
25. Kepercayaan terhadap Matahari
26. Kepercayaan bahwa Jika Gelas Pecah maka Berarti Telah Menghilangkan Kejelekan
27. Kepercayaan terhadap Asap Kemenyan dan Dupa
28. Kepercayaan terhadap Bintang
30. Anggapan Pesimistik terhadap Suara Burung Hantu, Gagak, dan Rajawali sebagai Firasat Buruk
31. Anggapan Pesimistik Putusnya Arus Listrik ketika Seseorang Masuk sebagai Firasat Buruk
32. Antusiasme Bepergian ke Selain Tiga Masjid Suci
33. Ruku’ (Membungkukkan Badan) kepada Selain Allah
34. Mendahului Sapaan Salam kepada Ahli Kitab
35. Mencaci Maki Sahabat
36. Mengkafirkan Orang Islam tanpa Disertai Alasan
37. Mengangkat Orang Yahudi dan Nasrani sebagai Wali yang Dilibatkan dalam Permusyawaratan Urusan Kaum Muslimin
38. Perayaan Pesta Menyambut Musim Panas (Syamm An-Nasîm)
39. Perayaan Hari Ibu
40. Merayakan Hari Ulang Tahun
41. Merayakan Tujuh Hari Kelahiran
42. Mencium Uang dari Pembeli Pertama
43. Mencium Roti setelah Memungutnya dari Tanah
44. Mencium Tangan
45. Perayaan Hari-Hari yang Tidak Disyariatkan Agama
46. Bersumpah dengan Selain Allah
47. Bersumpah Mengatasnamakan Amanah
48. Kepercayaan bahwa Sebagian Orang dapat Menghalangi Rahmat Allah
49. Protes terhadap Ketentuan Qadha’ dan Qadar
50. Kata Pepatah ”Rezeki Orang Tolol berada di Tangan Orang Gila”
51. Kepercayaan terhadap Air Kembang Setaman
52. Kepercayaan terhadap Kuskus (Sejenis Musang)
53. Kepercayaan terhadap Burung Gagak dan Merpati
54. Kepercayaan terhadap Penyu (Kura-Kura)
55. Kepercayaan terhadap Bunglon
56. Kepercayaan terhadap Gunting
57. Kepercayaan terhadap Perempuan
58. Kepercayaan yang Terkait dengan Menyapu Rumah
59. Ujaran ”Kami Sedang Membaca Surah ’Abasâ”
60. Ujaran ”Semoga Sisa Usianya Dilimpahkan pada Anda”
61. Ujaran ”Tuhan Mengingatnya”
62. Ujaran ”Yâ Rabbi Yâ Sâtir” (Tuhan Maha Pelindung)
63. Kepercayaan bahwa Rasul ع adalah Makhluk Allah Pertama
64. Ujaran ”Wahai Cahaya ’Arsy Allah (Yâ Nûr’Arsyillâh)
65. Ujaran ”Santai Saja, Tuhan Masih Ada (Rabbunâ Maujûd)”
66. Ujaran ”Tuhan Berada di Segala Tempat”
67. Ujaran ”Ya Allah, Hamba Tidak Meminta-Mu Mengubah Ketentuan-Mu, namun Hamba hanya Meminta-Mu untuk Melembutkannya”
68. Ujaran ”Saya adalah Hamba Orang yang Diperintah” (Abdul Ma’mur)
69. Lebih Memilih Gaya Orang Kafir Dibanding Gaya Orang Islam
70. Kepercayaan bahwa Menyapu Rumah pada Malam Hari Dapat Menyebab- kan Kefakiran
71. Memagari Mempelai
72. Ketidaksukaan Memiliki Anak Perempuan
73. Pepatah ”Sapi Jantan Allah Ada di Pohon Semanggi”
74. Minta Izin Jin Penunggu Ketika Memasuki Suatu Tempat
75. Pemberian Nama ’Abdul Maujûd
76. Pemberian Nama Abdul ’آl
77. Pemberian Nama Abdussattâr
78. Pemberian Nama ’Abdul ’âthiy
79. Pemberian Nama ’Abdunnabiy
80. Pemberian Nama ’Abdur Rasûl

 

Bagian kedua
99 kesalahkaprahan dalam thaharah BAB 2 kesalahkaprahan dalam thaharah
1. Berlebihan dalam Menggunakan Air ketika Mandi
2. Memasukkan Tangan ke Dalam Air Tanpa Membasuhnya Terlebih Dahulu pada Saat Bangun dari Tidur
3. Menolak Berwudu dengan Air di Dalam Kolam atau Bak yang Telah Berubah Baunya karena Lama Tidak Digunakan
4. Tidak Menutup Kran Air dengan Benar
5. Menolak Penggunaan Air Laut untuk Berwudu
6. Penggunaan Perabotan dari Emas dan Perak
7. Tidak Menutup Peralatan dan Perabotan Rumah Tangga pada Malam Hari
8. Tidak Menyebut Nama Allah ketika Memasuki Kamar Mandi
9. Membawa Sesuatu yang Bertuliskan Nama Allah Saat Buang Hajat (Masul Toilet)
10. Buang Air Kecil di Ruang Tanpa Penutup Lengkap
11. Tidak Tuntas dalam Buang Air Kecil
12. Salat dengan Menahan Buang Air Kecil karena Takut Tertinggal Jamaah
13. Membasuh Kemaluan Setiap Kali Sebelum Berwudu
14. Menghindari Buang Hajat sambil Menghadap Matahari atau Bulan
15. Buang Hajat di Jalan atau di Bawah Pohon
16. Buang Hajat di Tengah Kuburan
17. Istinja’ dengan Menggunakan Kotoran Hewan atau Tulang
18. Istinja’ dengan Tangan Kanan
19. Memegang Kemaluan dengan Tangan Kanan selama Buang Air Kecil atau Istinja
’ 20. Istijmar (Istinja’ dengan Menggunakan Batu) Kurang dari Tiga Butir Batu
21. Buang Hajat di Air yang Menggenang
22. Berbicara Selama Membuang Hajat
23. Tidak Membasuh Tangan dengan Sabun Setelah Keluar dari Toilet
24. Menghadap atau Membelakangi Kiblat Selama Membuang Hajat
25. Istinja’ dengan Makanan Ternak
26. Istinja’ dengan Koran dan Majalah
27. Buang Air dengan Melawan Arah Embusan Angin
28. Tidak Menyebut Nama Allah ketika Keluar dari Toilet
29. Keyakinan bahwa Salat yang Dilakukan setelah Istinja’ dengan Batu Menjadi Batal karena Adanya Air
30. Tidak Bersiwak Setiap Kali Hendak Menunaikan Salat
31. Enggan Bersiwak setelah Ashar bagi Orang yang Berpuasa
81 32. Menggosok Gigi dengan Jari
33. Tidak Menggosok Gigi ketika Bangun dari Tidur
34. Tidak Menggosok Gigi Sehabis Bepergian
35. Tidak Memotong Bulu Kemaluan, Bulu Ketiak, dan Kuku Lebih dari Empat Puluh Hari
36. Mencukur Jenggot
37. Memanjangkan Kumis dan Mencukur Jenggot
38. Tidak Mengkhitan Anak Perempuan
39. Berlebihan dalam Penggunaan Air
40. Melafalkan Niat ketika Wudu
41. Tidak Menyebut Nama Allah dalam Berwudu
42. Mengucap Bismillâhirrahmânirrahîm Sewaktu Berwudu
43. Tidak Menggosok Gigi Sebelum Berwudu
44. Tidak Mengalirkan Air ke Seluruh Bagian Mulut Berpuasa
46. Mengusap Mulut ketika Berwudu bagi Orang yang Berpuasa
47. Menghindari Berbicara ketika sedang Berwudu
48. Membasuh Pipi Selama Berwudu
49. Tidak Membasahi Sela-Sela Jenggot dengan Air
50. Tidak Membasuh Telapak dan Punggung Tangan
51. Membiarkan Siku Tetap Kering dari Air Wudu
52. Tidak Membasuh Kedua Mata Kaki
53. Membiarkan Tumit Tetap Kering
54. Berkumur Tiga Kali Kemudian Ber-istinsyâq Tiga Kali
55. Berwudu Tanpa Membasuh Sela-Sela Jari
56. Tidak Menggeser Cincin atau Arloji ketika Sedang Berwudu
57. Wudu dengan Cat Kuku (Manicure)
58. Mengusap Leher ketika Berwudu
59. Tidak Mengusap Seluruh Bagian Kepala
60. Membaca Doa Setiap Kali Membasuh Bagian Tubuh dalam Wudu
61. Membasuh Anggota Badan dalam Berwudu Lebih dari Tiga Kali
62. Wudu dengan Membuka Aurat di Depan Orang Banyak
63. Menolak Pendapat yang Membolehkan Membasuh Anggota Wudu Sebanyak Satu Kali
64. Menghindari Wudu dengan Air Bekas Jilatan Kucing
65. Mengucapkan ”Zamzam” kepada Seseorang yang Sedang Berwudu
66. Tidak Membaca Doa Setelah Wudu
67. Membaca Surah Al-Qadr Setelah Wudu
68. Menghindari Mengusap Dua Sepatu
69. Menghindari Mengusap Kedua Kaos Kaki dalam Wudu 70. Keyakinan bahwa Mengusap Khuf dan Kaos Kaki Hanya Diperbolehkan pada Musim Dingin
71. Mengusap Bagian Bawah Sepatu
72. Mengusap Khuf Lebih dari Sekali
73. Anggapan bahwa Memotong Rambut atau Kuku Dapat Membatalkan Wudu
74. Anggapan Sebagian Wanita bahwa Mengusap Kemaluan Anaknya Dapat Membatalkan Wudu
75. Anggapan bahwa Makan Daging Unta Tidak Membatalkan Wudu
115 76. Melafalkan Niat Sebelum Mandi
77. Tidak Mengetahui Cara Mandi Junub secara Benar
78. Sebagian Wanita Tidak Mengetahui Tata Cara Mandi dari Haid atau Nifas
79. Tidak Sampainya Air ke Bagian-Bagian Tertentu pada Tubuh
121 80. Anggapan bahwa Seorang yang Junub itu Najis
81. Tidur dalam Keadaan Junub tanpa Berwudu Terlebih Dahulu
82. Adanya Kebiasaan para Wanita Tidak Membasuh Kepalanya pada Saat Mandi Wajib
83. Mengulang Mandi ketika Sperma Keluar
84. Meninggalkan Salat ketika Tidak Menemukan Air
85. Tayammum dengan Menepukkan Tangan ke Tanah Sebanyak Dua Kali
86. Mengusap Punggung Tangan dalam Tayammum
87. Bertayammum Setiap Kali akan Melakukan Salat
88. Mengulang Wudu ketika Terkena Najis
89. Para Wanita Beranggapan bahwa Mereka Harus Membasuh Badan atau Pakaian yang Terkena Air Susu
90. Sebagian Wanita Tetap Melakukan Salat pada Saat Haid atau Nifas
91. Meninggalkan Salat atau Puasa ketika Mengalami Keguguran, Sedangkan Janin Belum Berbentuk Manusia
92. Seorang Wanita Meninggalkan Salat Selama Empat Puluh Hari
Padahal Nifasnya Telah Berhenti
93. Seorang Wanita Haid Dilarang untuk Mendatangi Seorang Wanita yang Sedang Menyusui
94. Wanita yang Sedang Haid Dilarang Turun ke Ladang
95. Ketidakmengertian akan Tanda-Tanda Berhentinya Darah Haid
96. Tidak Melakukan Salat pada Waktu Istihadhah
97. Tidak Meng-qadha Puasa yang Ditinggalkan pada Saat Haid
98. Kebiasaan Wanita Haid untuk Berpuasa hingga Menjelang Terbenamnya Matahari
99. Meninggalkan Salat karena Suatu Keperluan atau Karena Mengasuh Bayi yang Terus-menerus Mengencinginya

 

Bagian ketiga
80 kesalahkaprahan dalam adzan dan iqamah
BAB 3 kesalahkaprahan dalam adzan dan iqamah
1. Tetap Melanjutkan Jual Beli dan Aktivitas Lain Setelah Mendengar Adzan
2. Pendapat bahwa Adzan Hukumnya Sunah, Bukan Wajib
3. Membaca Alquran Sebelum Fajar melalui Pengeras Suara
4. Membaca At-Tawâsyîh Sebelum Fajar
5. Memisahkan Kedua Lafal Takbir dengan Jeda Diam
6. Memasukkan Hamzah Istifham dalam Lafal ”Jalalah” (Allah)
7. Memasukkan Hamzah Istifham dalam Lafal ”Akbar”
8. Menambahkan Alif pada Huruf Ba’ dalam Kata ”Akbar”
9. Membuang Huruf Ha’ yang Ada pada Lafal Jalalah dan Menggantinya Menjadi Wawu
10.Memasukkan Huruf Wawu di Antara Kata ”Allâh” dan ”Akbar”
11. Mengganti Huruf Kaf yang Ada pada Kata ”Akbar” dengan Huruf Jim
12. Melagukan dan Mendayu-dayukan Adzan
13. Adzan secara Kolektif
14. Menambahkan Kata ”Sayyidinâ” pada Adzan dan Iqamah
15. Membuang Huruf Ha’ dalam Kata ”Ash-Shalâh”
16. Mengubah Huruf Ha’ pada ”Al-Falâh” dengan Huruf Ha’
17. Mengeraskan Bacaan Shalawat Salam kepada Rasulullah ع Setelah Adzan
18. Ungkapan ”Allah A’zhamu Wal Izzatu Lillah”
19. Berlebihan dalam Memanjangkan (Madd) Lam Jalalah
20. Membuang Ha’ dan Men-tasydid-kan Syin dalam ”Asyhadu”
21. Mengucapkan Syahadat dalam Bentuk Amar (Perintah)
22. Men-tasydid-kan Huruf Nun pada ”Anlâ Ilâha Illallâh”
23. Menggantungkan Lidah pada Huruf Lam dalam Lafal ”Illâ”
24. Berlebihan dalam Memanjangkan (Madd) Huruf Lam pada ”Ilâh”
25. Memanjangkan Ha’ yang Seharusnya Dibaca Pendek dalam ”Ilâha”
26. Menambahkan Alif pada ”Hayya”
27. Mengganti Huruf Ha’ (yang Berasal dari Ta’ Marbuthah) dalam ”Ash-Shalâh” dengan Huruf Ha’
28. Berlebihan dalam Memanjangkan ”Alâ” dari Kedua Lafal ”Hayya ’Alâ”
29. Menambahkan Huruf Ya’ Setelah Hamzah ”Ilâh”
30. Menambahkan Huruf Ya’ Setelah Hamzah ”Illâ”
31. Menambahkan Zikir yang Dilansir dalam Hadis pada Doa Setelah Adzan
32. Tambahan ”Ad-Darajah Ar-Rafî’ah” (Derajat Tinggi)
33. Tambahan ”Innaka Lâ Tukhlif Al-Mî’âd”
34. Tambahan ”Bi Rahmatika Yâ Arham Ar-Râhimîn”
35. Tambahan ”Allâhumma Innî As’aluka bi Haqqi Hâdzihi Ad-Da’wah At-Tâmmah”
36. Ucapan ”Haqqan lâ Ilâha Illallâh” ketika Mu’adzin Membaca ”Ilâha Illallâh” dalam Iqamah
37. Keluar Masjid Setelah Adzan Tanpa Didasari Alasan yang Jelas
38. Membatasi Jeda Waktu Antara Adzan dan Iqamah
39. Membaca Alquran di Antara Adzan dan Iqamah
40. Membaca Surah Al-Ikhlâsh Tiga Kali Sebelum Melaksanakan Salat
41. Keyakinan Kebanyakan Orang bahwa Iqamah Tidak Akan Mendapat Pahala kecuali Dilakukan oleh Orang yang Mengumandangkan Adzan
42. Sibuk Melakukan Hal selain Berdoa di Antara Adzan dan Iqamah
43. Membaca ”Aqâmahâ Allâhu wa Adâmahâ”
44. Bacaan ”Shadaqta wa Bararta”
45. Anggapan Adzan Anak Kecil yang Sudah Mumayyiz Tidak Sah
46. Keyakinan bahwa Adzan Tanpa Wudu Tidak Sah
47. Sibuk sampai Tidak Dapat Menjawab Adzan
48. Mendahului Mu’adzin dalam Beberapa Lafal Adzan
49. Mengusap Kedua Mata dengan Kedua Ibu Jari pada Saat Mu’adzin Membaca Syahadat
50. Menyambung Suara Imam pada Saat yang Tidak Dibutuhkan
51. Membaca Shalawat Sebelum Iqamah
52. Meletakkan Mushaf Alquran di Lantai ketika Melaksanakan Salat
53. Adzan, Iqamah, dan Bacaan ”Ash-Shalâtu Jâmi’ah” dalam Salat Hari Raya
54. Mu’adzin Tidak Memasukkan Kedua Ujung Jarinya ke Telinga
55. Mu’adzin Tidak Menoleh ketika Membaca Hayya’alâ Ash-Shalâh dan Hayyâ ’ala Al-Falâh
56. Memutar Seluruh Badan ketika Mengumandangkan ”Hayya ’alâ Ash-Salâh” dan ”Hayya ’alâ Al-Falâh”
57. Meninggalkan Adzan dan Iqamah ketika Melaksanakan Salat Sendirian
58. Meninggalkan Shalawat kepada Nabi ع Setelah Adzan
59. Menjawab Adzan ketika Sedang Membuang Hajat
60. Adzan Sebelum Waktu Fajar pada Bulan Ramadhan karena Berhati-hati
61. Penambahan ”Hayya ’alâ Khairil ’Amal”
62. Penambahan ”Asyhadu Anna ’Aliyan Waliyyullah”
63. Memberitakan Kematian Seseorang dengan Pengeras Suara di Masjid
64. Bacaan Mu’adzin ”Radhiyallâhu ’anka Yâ Syaikhal ’Arab” Setelah Mengumandangkan Adzan
65. Membaca Tarqiyah pada Hari Jumat
66. Mengucapkan ”Marhaban bi Al-Qâ’ilîn ’Adlan” ketika Mendengar Adzan
67. Mempercepat Langkah ketika Mendengar Iqamah
68. Bacaan ”Allâhumma Shalli Afdhala Salâtika” Setelah Adzan
69. Bacaan ”Na’am, Lâ Ilâha Illallâh” Setelah Iqamah
70. Bacaan ”Allâhummaj’alnâ Muflihîn” ketika Mendengar ”Hayyâ ’alâ Al-Falâh”
71. Mengakhirkan Adzan Maghrib pada Bulan Ramadhan Demi Kehati-hatian
72. Mengumandangkan ”Hayya ’alâ Ash-Shalâh” dan ”Hayya ’alâ Al-Falâh” Dua Kali di Antara Jeda Waktu Adzan dan Iqamah
73. Bid’ah Membaca Tashbîh
74. Bid’ah Tahdhîr
75. Bid’ah Ta’hîb
76. Bid’ah Tan’îm
77. Anggapan bahwa Berbicara Setelah Iqamah Dapat Membatalkan Iqamah
78. Adzan Melalui Tape Recorder
79. Kumandang Bacaan ”Irfa’ Al- Mâ’ Ya Sha’im” Sebelum Fajar di Bulan Ramadhan
80. Keengganan Mengumandangkan Adzan

 

Bagian keempat
90 kesalahkaprahan di dalam masjid BAB 4 kesalahkaprahan di dalam masjid
1. Mengabaikan Doa Tawajjuh ke Masjid
2. Mengabaikan Doa Keluar Masuk Masjid
3. Masuk Masjid dengan Kaki Kiri
4. Salat Berjamaah di Masjid dengan Pakaian Jelek
5. Keluar Masjid Setelah Adzan Dikumandangkan
6. Mengabaikan Salat Tahiyatul Masjid
7. Meludah di Masjid
8. Buang Angin di Dalam Masjid
9. Mengumumkan Kematian Seseorang Lewat Pengeras Suara di Masjid
10. Membaca Surah Al-Kahfi di Pengeras Suara Masjid pada Hari Jumat
11. Bersuara Keras di Masjid
12. Mengumumkan Sesuatu yang Hilang di Masjid
13. Jual Beli di Dalam Masjid
14. Menggantungkan Kalender-Kalender yang Memuat Iklan Komersial di Dalam Masjid
15. Iklan Jasa Perjalanan Haji dan Umrah di Masjid
16. Menulis atau Menggantungkan Kata Allah dan Muhammad di Kiri Kanan Mihrab
17. Menyanyikan Syair yang Dilarang di Dalam Masjid
18. Meletakkan Dakkah untuk Muballigh di Masjid
19. Banyaknya Masjid di Dalam Satu Desa
20. Menggunakan Fasilitas Masjid untuk Kegiatan di Tempat Lain
21. Menggantung Jam Dering di Masjid
22. Menggantungkan Jam yang Bertakbir Setiap Jamnya di Masjid
23. Mampir ke Masjid Tanpa Salat
24. Anggapan bahwa Acara Resepsi (Pernikahan) di Masjid adalah Sunah
25. Mengunci Masjid Setelah Salat
26. Membuat Mihrab di Masjid
27. Meninggikan Mimbar Lebih dari Tiga Tingkat
28. Pembangunan Menara yang Tinggi Menjulang
29. Mengemis di Masjid
30. Merokok di Tempat Wudu di Kompleks Masjid
31. Merokok di Pusat Kendali Penerangan Masjid
32. Merokok di Depan Pintu Masjid 33. Merokok di Ruang Imam di Dalam Kompleks Masjid
34. Menghias Masjid
35. Mengubur Jenazah di Masjid
36. Menentukan Satu Tempat Khusus untuk Salat didalam Masjid
37. Makan Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bakung Sebelum Pergi ke Masjid
38. Mengalasi Masjid dengan Karpet-Karpet Berbrokat
39. Memesan Tempat di Masjid
40. Keengganan Salat di Masjid
41. Enggan Salat Berjamaah karena Maksiat yang Dilakukan Imam
42. Menjauhkan Anak-Anak dari Masjid
43. Berkumpul di Masjid untuk Berzikir di Waktu Pagi dan Sore secara Massal
44. Bersujud di Padang Karbala
45. Meletakkan Jenazah di Depan Jamaah Salat Fardu
46. Salat Tanpa Tabir atau Penghalang
47. Lewat di Depan Orang yang Sedang Salat
48. Masuk Masjid dengan Kaos Kaki yang Bau
49. Membiarkan Kemungkaran Terjadi di Masjid
50. Menghiasi Masjid dengan Lampu dan Dekorasi dalam Acara Tertentu
51. Berkumpul di Masjid untuk Mengadakan Halaqah Zikir dengan Memiringkan Badan ke Kanan dan ke Kiri bahkan sambil Menari
52. Berkumpul di Masjid pada Hari Maulid Nabi ع
53. Berkumpul di Masjid pada Malam Nishfu Sya’ban
54. Berkumpul di Masjid pada Malam ke-27 Bulan Rajab
55. Menghindari Majelis-Majelis Pengajian di Dalam Masjid
56. Salat Id di Masjid Tanpa Ada Udzur
57. Menulis Ayat-Ayat Alquran di Dinding Masjid
58. Menulis Asma’ul Husna di Dinding-Dinding Masjid
59. Menjaga Sandal Orang-Orang yang Salat di Masjid dengan Memungut Bayaran
60. Berkumpul di Masjid untuk Bertakziah (Menyatakan Belasungkawa)
61. Meletakkan Meja-Meja Makanan di Masjid untuk Para Pelayat (Orang yang Berbelasungkawa)
62. Berkhidmat Memberikan Pelayanan di Masjid-Masjid yang Ada Kuburannya untuk Mengharap Berkah dengan Tokoh yang Dikubur
63. Lebih Mengutamakan Orang Lain Masuk Masjid
64. Lebih Mengutamakan Orang Lain untuk Beradu Cepat ke Shaf Pertama
65. Antusiasme Mengadakan Perjalanan ke Selain Tiga Masjid
66. Ziarah ke Tujuh Masjid dengan Tujuan untuk Salat di Sana
67. Mengunjungi Gua Hira dengan Tujuan Salat di Dalamnya
68. Bernadzar Mendatangi Masjid-Masjid yang Ada Kuburannya
69. Membawa Keluar Kitab atau Buku Wakaf dari Masjid
70. Menelantarkan Kitab atau Buku yang Diwakafkan untuk Perpustakaan Masjid
71. Pergi ke Masjid dengan Memakai Parfum bagi Wanita
72. Salat di Belakang Perempuan di Masjidil Haram dan Masjid Lainnya bagi Laki-Laki
73. Menyembelih Binatang-Binatang Sembelihan Setelah Membangun Masjid
74. Thawaf Mengitari Masjid pada Waktu Peresmiannya
75. Mengusap Pintu dan Dinding-Dinding Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
76. Mengusap Mihrab dan Dinding Masjid-Masjid di Arafah
77. Melubangi Jendela di Sebelah Kanan Mimbar pada Dinding Kiblat
78. Memasuki Masjid dengan Senjata Terhunus
79. Mengawinkan Jari-Jari Saat Pergi dan Berada di Masjid
80. Aksi Unjuk Kemegahan Masjid
81. Menggantungkan Tirai di Atas Mimbar
82. Membuat Pintu Mimbar
83. Membaca Alquran di Pengeras Suara Sebelum Salat Shubuh
84. Memasang Papan Kaligrafi dan Gambar di Dalam Masjid
85. Membuat Kubah Masjid
86. Memanjangkan Tali di Masjid untuk Meluruskan Shaf
87. Membangun Dinding Kecil di Belakang Mimbar
88. Menuliskan Nama Penderma di Pintu Masjid
89. Pemborosan Lampu Hias
90. Keluar dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi dengan Berjalan Mundur dan Muka Menghadap ke Ka’bah sampai Keluar

 

Bagian kelima
75 kesalahkaprahan dalam salat jumat BAB 5 kesalahkaprahan dalam salat jumat
1. Meninggalkan Salat Jumat
2. Terlambat Datang sampai Imam Naik Mimbar
3. Keyakinan Adanya Kewajiban Membaca Surah As-Sajdah dan Al-Insân pada Salat Shubuh Hari Jumat
4. Meninggalkan Mandi, Wangi-wangian, dan Bersiwak pada Hari Jumat
5. Membaca Alquran dengan Pengeras Suara Sebelum Salat Jumat
6. Tidak Memisahkan Antara Salat Jumat dan Salat Sunah dengan Berpindah Tempat atau Berbicara
7. Meninggalkan Shalawat pada Hari Jumat
8. Meninggalkan Salat Tahiyatul Masjid ketika Imam Sedang Berkhutbah
9. Salat Sunah Qabliyah Jumat
10. Meninggalkan Salat Sunah Ba’diyah Jumat
11. Mengakhirkan Diri dari Shaf Pertama bagi Orang yang Datang Lebih Awal
12. Melangkahi Orang pada Hari Jumat
13. Orang yang Masuk Masjid Menunggu sampai Mu’adzin Selesai Mengumandangkan Adzan kemudian Orang Itu Melaksanakan Salat Tahiyatul Masjid
14. Berbicara di Tengah-Tengah Khutbah
15. Berjalan sambil Membawa Kotak Infak di Tengah-Tengah Khutbah
16. Meminta-minta di Tengah-Tengah Khutbah
17. Mengeraskan Bacaan Shalawat di Tengah-Tengah Khutbah
18. Mengucapkan Istihsân di Tengah-Tengah Khutbah
19. Berdiri Melaksanakan Salat Tahiyatul Masjid di Tengah-Tengah Khutbah Kedua
20. Berjabat Tangan dengan Khatib ketika Ia Turun dari Atas Mimbar
21. Rutinitas Membaca Surah Ad-Dukhân pada Hari Jumat
22. Keterlambatan Pengantin Laki-laki dari Salat Jumat dan Jamaah
23. Salat Zhuhur Setelah Salat Jumat
24. Bersiwak di Tengah-Tengah Khutbah
25. Berjabat Tangan di Tengah-Tengah Khutbah
26. Mu’adzin Berdoa dengan Suara yang Keras di Antara Dua Khutbah
27. Membaca Surah Al-Ikhlâsh Seribu Kali pada Hari Jumat
28. Membaca Al-Mu’awwidzât Tujuh Kali setelah Salat Jumat
29. Membaca Surah Yâsîn pada Malam Jumat
30. Membaca Surah âli ’Imrân pada Hari Jumat 31. Mencium Tangan ketika Khatib Membaca Alhamdulillâh
32. Keyakinan bahwa Salat Jumat Tidak Akan Sah jika Dilaksanakan Kurang dari Empat Puluh Orang
33. Doa Khatib di Dekat Mimbar Sebelum Naik Mimbar
34. Khatib Berdoa Setelah Naik Mimbar dan Sebelum Mengucapkan Salam
35. Khatib Tidak Mengucapkan Salam kepada Jamaah ketika Naik Mimbar
36. Meninggalkan Bacaan Tahmid di Permulaan Khutbah
37. Dalam Penutup Khutbah Pertama Khatib Membaca”Ud’ullâha wa Antum Mûqinûna bil Ijâbah”
38. Khatib Membaca ”Au Kâma Qâla ....”
39. Membaca Surah Al-Ikhlâsh di Antara Dua Khutbah
40. Khatib Berzikir dan Berdoa di Antara Dua Khutbah
41. Khutbah Kedua Tidak Berisi Peringatan ataupun Nasihat
42. Berlebihan dalam Memuji para Pejabat Pemerintah
43. Mengeraskan Suara Bacaan Kalimat Tauhid dan Shalawat
44. Menutup Khutbah dengan Bacaan Innallâha Ya’muru bil ’Adl ....
45. Bacaan Udzkurullâha Yadzkurkum
46. Keharusan Membuat Sajak dalam Khutbah
47. Memanjangkan Khutbah dan Memendekkan Salat
48. Tidak Adanya Keterlibatan Emosi Khatib di Tengah-Tengah Khutbah
49. Khatib Bersandar pada Pedang atau Tongkat
50. Khatib Menyampaikan Hadis-Hadis Dha’if atau Maudhu’
51. Ketidaktahuan Khatib terhadap Kaidah-Kaidah Bahasa Arab
52. Khatib Mengangkat Kedua Tangannya ketika Berdoa
53. Para Jamaah Mengangkat Kedua Tangannya ketika Khatib Berdoa
54. Khatib Memanjangkan Pakaiannya
55. Khatib Mencukur Jenggotnya
56. Khatib Mengatakan: ”Qûlû Jamî’an! Nastaghfirullâhal ’Azhîm”
57. Khatib Berkata kepada Orang yang Baru Masuk Masjid dan Melaksanakan Salat: ”Duduklah!” 58. Khatib Berkata kepada Para Jamaah, ”Wahhidullâh!”
59. Pertanyaan Retorik Khatib kepada Para Jamaah
60. Para Jamaah Tertidur ketika Khatib di Atas Mimbar
61. Sebagian Jamaah Bersandar ke Dinding dan Tidak Menghadap ke Arah Khatib
62. Memainkan Tasbih dan Kunci di Tengah-Tengah Khutbah
63. Adzan Jumat Dua Kali
64. Berhias dengan Kemaksiatan dalam Salat Jumat
65. Meninggikan Mimbar Lebih dari Tiga Tingkat
66. Membuat Pintu pada Mimbar
67. Menggantungkan Tirai pada Mimbar
68. Memisahkan Dua Orang pada Hari Jumat
69. Tidak Berdoa pada Waktu Mustajabah di Hari Jumat
70. Imam Memulai Salat Sebelum Shaf Jamaah Lurus
71. Animo untuk Melaksanakan Salat Jumat di Masjid yang Memiliki Kuburan
72. Jual Beli Setelah Adzan Jumat Kedua
73. Orang yang Mampu Tidak Mau Bersedekah pada Hari Jumat
74. Mengkhususkan Hari Jumat untuk Berpuasa dan Malamnya untuk Qiyamullail
75. Membaca Al-Fâtihah Setelah Salat Jumat dan Menghadiahkan Pahalanya kepada para Wali dan Kaum Saleh

 

Bagian keenam
50 kesalahkaprahan dalam salat idul fitri dan idul adha BAB 6 kesalahkaprahan dalam salat idul fitri dan idul adha
1. Meninggalkan Mandi untuk Salat Id
2. Tidak Memakai Pakaian yang Paling Baik pada Hari Raya
3. Tidak Makan Sebelum Pergi Menghadiri Salat Idul Fitri
4. Makan Sebelum Pergi ke Tempat Pelaksanaan Salat Idul Adha
5. Pulang Melalui Jalan yang Sama
6. Pergi ke Tempat Pelaksanaan Salat Id dengan Naik Kendaraan Tanpa Ada Udzur Apa pun
7. Tidak Bertakbir pada Hari Raya
8. Mengkhususkan Malam Hari Raya untuk Qiyamullail
9. Pergi ke Tempat Pelaksanaan Salat Id Tanpa Membaca Takbir
10. Menambahkan Lafazh Takbir
11. Pendapat yang Mengatakan bahwa Salat Id Hukumnya Sunah
12. Adzan dan Iqamah untuk Salat Id
13. Seruan Salat Id dengan ”Ash-Shalâtu Jâmi’ah”
14. Para Jamaah Dibagi Menjadi Dua Kemudian Takbir Dibaca dengan Saling Bersahutan
15. Membaca Takbir Bersama-sama Setelah Salat
16. Salat Sunah Sebelum atau Sesudah Salat Id
17. Membaca Alquran Sebelum Salat Id
18. Makmum Membaca Takbir di Belakang Imam dengan Suara yang Keras
19. Khutbah Id Sama dengan Khutbah Jumat
20. Memulai Khutbah Id dengan Takbir
21. Membaca Takbir di Tengah-Tengah Khutbah Id
22. Salat Tertentu pada Malam Hari Raya Idul Adha
23. Salat Tertentu pada Malam Idul Fitri
24. Menghiasi Masjid pada Hari Raya
25. Pergi ke Makam pada Hari Raya
26. Membagi-bagikan Manisan dan Buah-buahan di Atas Makam pada Hari Raya
27. Keyakinan bahwa Menancapkan Pisau pada Pintu di Malam Idul Fitri dapat Mengusir Setan
28. Menakut-nakuti Kaum Muslimin dengan Permainan Api
29. Bermain Judi pada Hari Raya
30. Pergi ke Bioskop pada Hari Raya
31. Tabarruj Kaum Wanita pada Hari Raya
32. Berjabat Tangan dengan Bukan Mahram pada Hari Raya
33. Laki-Laki Berbaur dengan Wanita dalam Kunjungan pada Hari Raya
34. Tidak Berkurban Bagi Orang yang Mampu
35. Mengambil Bulu dan Kuku Hewan Kurban
36. Menghiasi Hewan Kurban dengan Bunga
37. Berkurban dengan Hewan Cacat
38. Berkurban dengan Hewan yang Belum Cukup Umur
39. Keyakinan bahwa Hewan Betina Tidak Boleh untuk Berkurban
40. Menyembelih Hewan Kurban pada Malam Hari Raya 41. Menjual Hewan Kurban dan Membagi-bagikan Uangnya kepada Kaum Fakir
42. Kambing Tidak Dibalik ketika Disembelih
43. Tidak Menyebut Nama Allah ketika Menyembelih
44. Memberi Upah kepada Penyembelih dengan Daging Kurban
45. Menjual Kulit Hewan Kurban 46. Merayakan Tahun Baru Hijriyah
47. Perayaan Haul para Wali 48. Sibuk Mengunjungi Teman sampai Tidak Sempat Mengunjungi Kelurganya Sendiri
49. Hari Ibu
50. Hari Besar Abrar

DAFTAR PUSTAKA

(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)

Riwayat Penelusuran Anda (1 Produk Terakhir yang Baru Anda Lihat)

Bersihkan Riwayat
Juara Olimpiade Matematika SMA
Jangan Tampilkan Lagi