Buku
Buku Islam
Alqur'an & Tafsir
Bimbingan Islami
Shalat, Doa & Ibadah
Islam Umum
Buku Rohani Kristen
Alkitab
Bimbingan Kristiani
Gereja
Teologi
Kristen Umum
Buku Anak
Anak Islami
Cerita Anak
Pendidikan Anak
Buku Sekolah
Buku SMA
Buku SMK
Buku SMP
Buku SD
Buku Sekolah Umum
Bahasa & Kamus
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Kamus
Bahasa
Biografi & Memoar
Pemimpin & Tokoh
Profesional & Akademisi
Seniman & Atlet
Biografi
Bisnis & Keuangan
Akuntansi
Bisnis & Kewirausahaan
Ekonomi
Keuangan
Manajemen
Media & Komunikasi
Pemasaran
Hobi & Keterampilan
Hobi
Keterampilan
Masakan
Wisata
Hukum
Hukum Bisnis
Hukum Islam
Ilmu Hukum
Undang-Undang
Pidana & Perdata
Hukum Umum
Kedokteran & Kesehatan
Kebidanan
Kedokteran
Keperawatan
Kesehatan
Komputer & Internet
Aplikasi Perkantoran
Internet
Komputer Grafis
Pemrograman
Teknik & Ilmu Komputer
Novel & Sastra
Komik
Misteri & Thriller
Novel Fantasi
Novel Remaja
Novel Roman
Sastra & Cerpen
Novel
Pertanian & Lingkungan Hidup
Pertanian
Peternakan
Lingkungan Hidup
Pendidikan & Keguruan
Keguruan
Pendidikan
Psikologi & Pengembangan Diri
Inspirasi
Parenting
Pengembangan Diri
Psikologi
Referensi & Ensiklopedi
Ensiklopedi
Profesi
Referensi
Sejarah, Budaya & Filsafat
Budaya
Sejarah
Filsafat
Sosial & Politik
Pemerintahan
Politik
Sosial
Teknik & Ilmu Pengetahuan
Matematika & IPA
Statistik & Penelitian
Teknik
Buku Umum
Masuk Akun
Pesanan
Cara Pembelian
Testimoni
Pusat Bantuan
Tentang Kami
Hubungi Kami
Buku
›
Novel & Sastra
›
Sastra & Cerpen
1 Perempuan 14 Laki-Laki
Oleh
Djenar Maesa Ayu
Berat
0.36
Tahun
2011
Halaman
140
Ukuran
13.5 x 20 cm
ISBN
9789792266085
Penerbit
Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis
Buku Sejenis
Bagikan
Tweet
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?
Ya, Kirim Pemberitahuan
Sinopsis
Perlu 14 laki-laki untuk menulis buku ini dan hanya 1 perempuan untuk mengisahkannya...
"Kita bisa memesan bir, namun kita tak bisa memesan takdir."
Agus Noor
"Onggokan baju-baju kami tengah berpelukan di atas lantai."
Arya Yudistira Syuman
"Sejak Mas Gun menyandang gelar anumerta dalam urusan ranjang, ia selalu gugur sebelum berperang."
Butet Kartaredjasa
"Masih jelas benar mata-mata tanpa bola mata hitam merubuhkan patung. Membakar kampung."
Enrico Soekarno
"Tanpa hilang senyum, ia minta saya berakting di depan kamera untuk sebuah adegan mesum."
Indra Herlambang
"Kadang sunyi. Kadang ramai seperti adegan ranjang yang melibatkan borgol, topeng, dan cemeti."
JRX
"Melongo di depan buku berdebu nostalgia masa lalu kala masih berseragam putih biru. Buat gue it sucks!"
Lukman Sardi
"Sepasang jari bersayap, terbang mengitari seputar celana yang dipakai laki-laki dengan dada telanjang."
Mudji Sutrisno
"Ayu tak segan mengajak kencan duluan. Dan laki-laki tak kuasa menolak seperti kucing disodori ikan."
Nugroho Suksmanto
"Antonio tidak ingin perlahan mati. Tidak tanpa Roselyn, yang ia tahu akan berakhir sunyi."
Richard Oh
"Aku mencintaimu maka aku ada! Aku mencintaimu maka aku membunuhmu!"
Robertus Robet
"Setiap kali kita bertemu, aku menabung rindu."
Sardono W. Kusumo
"Di tangan Raditya, gitar jadi berbicara. Dan saat Raditya memetik putingnya, Prita melambung ke angkasa."
Sujiwo Tejo
"Tubuh saya seakan lumpuh saat tubuhnya menyatu ke tubuh saya seluruh dan penuh."
Totot Indrarto
(
Kembali Ke Atas
)
Advertisement:
Buku Sejenis
Almustafa
Kahlil Gibran
Bercermin di Layar: Realita Antar Cerita
Rohmad Hadiwijoyo
Langit, Angin, Bintang, dan Puisi (Antologi Puisi dan Prosa)
Yun Dong Ju
Doa Untuk Anak Cucu
W. S. Rendra
Kenang-Kenangan Seorang Wanita Pemalu
W.S. Rendra
(
Kembali Ke Atas
)