Jika ada kisah yang ingin diangkat ke layar lebar, novel inilah salah satunya.”
Asma Nadia, penulis buku best seller Catatan Hati Seorang Istri
Setiap novel yang bagus haruslah dapat dikatakan religius. Namun Rahasia Kaum Falasha bukan hanya bagus, melainkan juga berguna karena muatannya yang ensiklopedis—menjadikannya sebagai novel menghibur sekaligus memberi pengetahuan.
Seno Gumira Ajidarma, peraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2004 dan 2005
“Bagaimana jika harta karun Nabi Sulaiman itu jatuh ke tangan orang-orang Zionis? Mereka pasti bertambah sombong dan makin
semena-mena membantai lebih banyak lagi orang-orang Palestina....”
Kegundahan menghantui Indra saat dia menemukan manuskrip kuno tentang orang-orang Beta Israel--anak cucu Menelik, putra Raja Sulaiman dari Ratu
Saba. Pasalnya, lembar kelima manuskrip peninggalan orang-orang yang juga dikenal sebagai Kaum Falasha itu menyebut-nyebut letak Tabut Perjanjian dan harta karun Nabi Sulaiman.
Didorong rasa khawatir harta karun Sulaiman bisa jatuh ke tangan Knights of Zion yang terobsesi mendirikan The Kingdom of Heaven di tanah Israel, Indra nekad membakar lembar kelima manuskrip. Kini isi lembar kelima itu hanya ada dalam kepala Indra. Dan karena itu pula Indra menjadi buronan para Ksatria Zion yang berbahaya.
Esa dan Nisa, kawan-kawan Indra dari Indonesia, tak terhindar harus ikut pula berpacu dengan waktu demi menemukan lokasi Tabut Perjanjian dan Harta Karun Nabi Sulaiman itu. Dan tanpa diduga, di tengah perburuan seorang anggota Knights of Zion justru menawarkan bantuannya. Benarkah ksatria Zion yang satu ini seorang kawan, sebagaimana pengakuannya?
Berdasarkan riset yang dilakukan penulisnya selama 3 tahun lebih, novel petualangan Muslim pertama dalam sejarah kesusastraan Indonesia ini secara memikat merangkai fakta dan informasi sejarah Harta Karun Nabi Sulaiman.
Kini saatnya Anda, pembaca, menentukan apakah kisah ini fiksi, atau fakta.