belbuk
  Cara Pembelian    Konfirmasi Transfer   Status Pesanan   Bantuan   Hubungi Kami  
   
Masuk Akun
 Buku  Majalah  CD/DVD  
   
0
Beranda    Buku    Novel & Sastra    Kisah Nyata

Ma Yan: Perjuangan dan Mimpi Gadis Kecil Miskin di Pedalaman China untuk Meraih Pendidikan

 Oleh Sanie B. Kuncoro
Berat   0.25 kg
Tahun   2009
Penerbit   Bentang Pustaka
Kategori   BukuNovel & SastraKisah Nyata
Sinopsis Buku Sejenis
 
Persediaan buku ini sedang habis. Jika anda ingin diberitahu saat persediaan sudah ada, tekan tombol Kirim Pemberitahuan di bawah ini.
Kirimi Saya Pemberitahuan
Persediaan Habis
 
1
Belum ada yang memberi tinjauan untuk produk ini    Beri Tinjauan
Sinopsis
Lahir di sebuah desa terpencil di Zhangjiashu, Ma Yan adalah seorang gadis perempuan yang unik. Di desa yang sebagian perempuannya menikah muda, serta kesempatan besar untuk bersekolah hanyalah hak istimewa anak laki-laki, tidak membuat surut semangat Ma Yan untuk sekolah. Namun, betapa hancur hati Ma Yan ketika suatu sore ibunya berbicara dengan isak tangis bahwa sekuat apa pun sang ibu membiayai Ma Yan, tampaknya gurat nasib Ma Yan akan seperti yang digariskan untuk perempuan-perempuan miskin di desanya: tidak berpendidikan dan menikah muda.

Dengan hati pedih Ma Yan protes kepada ibunya.

“Ma, mengapa harus aku yang berhenti sekolah, Ma?”

“Mengapa kedua adik laki-lakiku bisa meneruskan sekolah sedangkan aku tidak?!”

Pedih hati Ma Yan. Lebih pedih lagi dia merasa mimpinya untuk meraih pendidikan akan segera menguap—dan satu-satunya hal yang menghalangi harapan dan kenyataan adalah keterbatasan biaya. Di daerah Zhangjiashu yang miskin dan terbelakang sebagian besar keluarga hanya memiliki pendapatan US$ 15 setahun. Dengan penghasilan seminimal ini, pendidikan adalah mimpi bagi sebagian besar penduduk.

Namun Ma Yan bukanlah gadis yang mudah menyerah. Dia rela berjalan 5 jam di tengah hantaman musim dingin menempuh jalan panjang ke sekolah. Kakinya bengkak, badannya letih, namun hatinya tetap hangat dengan harapan. Sekolah adalah api yang menyalakan mimpi-mimpinya. Pernah suatu ketika, Ma Yan harus menghapus jadwal makan siangnya selama 15 hari hanya untuk membeli sebuah pena. Betapa besar pengorbanan Ma Yan, tapi betapa kuat tekadnya untuk tidak dimangsa nasib yang setiap saat bisa menghempaskan fondasi ekonomi keluarganya yang rapuh.

Namun, setiap kali Ma Yan terjerembap dalam kesulitan, buku harianlah obat penawarnya. Dengan penuh perasaan, Ma Yan menulis.

“Pada waktu kami bersiap pulang usai makan siang, cuaca terasa sangat dingin. Ditambah lagi hujan turun. Anak-anak perempuan asrama pulang dengan menumpang traktor. Hanya aku dan adikku, serta satu orang teman akan berjalan kaki.”

“Pagi ini setelah pelajaran usai, aku pergi ke pasar di Yuwang bersama dua teman. Di sana kami melihat banyak orang yang jauh berbeda dengan kami. Satu orang hanya memiliki sebelah kaki, yang lain kehilangan salah satu telapak kakinya. Bahkan, ada yang buta.

“Aku sempat mengira takkan mampu bertahan di sekolah. Dan, hari ini aku berjumpa seorang laki-laki yang buta. Orang buta saja bisa tetap hidup, jadi kenapa aku tidak melakukan hal yang sama?

“Kemampuanku harus bertambah lebih baik dan lebih baik lagi, juga berada di depan semua siswa sekolah.”

“Ibu yang mendorong aku sehingga bisa kembali ke sekolah. Aku harus terus bersekolah agar bisa masuk ke universitas dan mendapatkan pekerjaan yang hebat. Kemudian, Ibu akan memiliki kehidupan yang bahagia. Aku ingin ibuku hidup bahagia di masa kedua kehidupannya.”

Novel ini diangkat dari kisah nyata Ma Yan yang jurnal hariannya pernah diterbitkan ke dalam bahasa Prancis. Dari bahan tulisan yang berserak dan berita-berita sekitar kehidupan Ma Yan, utamanya buku harian Ma Yan, Sanie B. Kuncoro, novelis dan pemenang beberapa sayembara novel, cerpen, dan novelet, menuliskannya kembali dengan apik dalam bentuk novel dengan penuh perasaan dan meremas emosi. Perasaan Anda akan meleleh membaca paragraf demi paragrafnya. Akan tetapi jauh di dalam, hati anda terasa hangat dan merasakan berkah besar hidup yang selama ini sering kali diabaikan. (salman)
(Kembali Ke Atas)
Buku Sejenis
AWA MARU: The Titanic of Japan
AWA MARU: The Titanic of Japan
Rei Kimura
Its Easier to Reach Heaven than the End of the Street (True Story)
Its Easier to Reach Heaven than the End of the Street (True Story)
Emma Williams
Playing "God": True Story Pertarungan Batin Seorang Dokter
Playing "God": True Story Pertarungan Batin Seorang Dokter
Rully Roesli
Menggapai Impian
Menggapai Impian
Masriyah Amva
Hermes Temptation (Edisi Bahasa Indonesia)
Hermes Temptation (Edisi Bahasa Indonesia)
Alexandra Dewi, Fitria Yusuf
Aku Buta, Tapi Melihat (True Story)
Aku Buta, Tapi Melihat (True Story)
Rachel Stefanie Halim
The Game of My Life
The Game of My Life
Jason McElwain
Led By Faith (Bangkit Dari Puing-Puing Genosida Rwanda) (True Story)
Led By Faith (Bangkit Dari Puing-Puing Genosida Rwanda) (True Story)
Immaculee Ilibagiza, Steve Erwin
Run, Dear, Run!
Run, Dear, Run!
Corrine Morgan-Thomas & Gary Brozek
Cucuku Diculik: Orang yang Bebal Hukum & HAM
Cucuku Diculik: Orang yang Bebal Hukum & HAM
Alara Kelana
Aku Jalak Bukan Jablay
Aku Jalak Bukan Jablay
Aira Miranty Dewi
Tidur Berbantal Koran: Kisah Inspiratif Seorang Penjual Koran Menjadi Wartawan
Tidur Berbantal Koran: Kisah Inspiratif Seorang Penjual Koran Menjadi Wartawan
N. Mursidi
(Kembali Ke Atas)
Cara Pembelian      Ketentuan Pembelian      Pusat Bantuan
Program Afiliasi      Karir di belbuk.com
Copyright ©2008 - 2013 belbuk.com
Toko Buku Online
Jl. Matraman Raya No. 66, Jakarta Timur 13150
Tlp. 021-85910810, 021-4201713 (Senin s/d Jumat Pkl 09.00-18.00 WIB)