
Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja, M.M. adalah akademisi dan penulis Indonesia yang dikenal luas melalui karya-karya di bidang pendidikan kewarganegaraan, Pancasila, serta metodologi penelitian. Ia lahir dan dibesarkan di Desa Kluthuk sebagai anak seorang buruh tani miskin. Perjalanan hidupnya penuh perjuangan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Setelah lulus SMP, ia sempat putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Ia pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga sebelum akhirnya bisa melanjutkan pendidikan di SPG Negeri Semarang. Setelah diangkat sebagai guru SD Inpres, ia menempuh pendidikan tinggi secara bertahap. Dimulai dari IKIP Veteran Semarang hingga sarjana muda, kemudian menyelesaikan S1 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Selanjutnya ia meraih gelar magister di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan doktor di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Atas dedikasi dan karyanya, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Sebagai dosen dan penulis produktif, Tukiran Taniredja banyak menghasilkan buku yang menjadi referensi di perguruan tinggi. Beberapa di antaranya adalah Penelitian Kuantitatif: Sebuah Pengantar, Model-Model Pembelajaran Inovatif, Penelitian Tindakan Kelas, Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, serta berbagai buku tentang Pancasila dan pendidikan karakter. Karyanya sering menjadi rujukan mahasiswa dan guru dalam memahami metode penelitian maupun nilai-nilai kebangsaan.
Pada 2021 ia menerbitkan autobiografi berjudul Kisah Perjuangan Penuh Inspirasi: Tukiran Taniredja Anak Buruh Tani Meretas Jalan Menuju Guru Besar. Buku tersebut menceritakan perjalanan hidupnya dari keterbatasan hingga mencapai puncak karier akademik, sekaligus menekankan nilai-nilai religius, kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Melalui tulisan dan pengajarannya, Tukiran Taniredja tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga memberi contoh nyata bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita tertinggi di dunia pendidikan.