
Sir Terry Pratchett (1948–2015) adalah salah satu penulis fantasi paling dicintai dan berpengaruh dalam sejarah sastra Inggris. Dikenal karena kecerdasan, humor yang kering, dan wawasan kemanusiaannya yang tajam, ia menciptakan dunia fantasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berfungsi sebagai cermin untuk menertawakan dan memahami keanehan perilaku manusia di dunia nyata. Karya monumentalnya, serial Discworld, menjadikannya ikon literatur global yang karyanya telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa di seluruh dunia.
Lahir di Beaconsfield, Inggris, pada 28 April 1948, Pratchett memulai kariernya sebagai jurnalis di surat kabar lokal. Pengalaman ini mengasah kemampuannya dalam mengamati detail kecil dan keanehan orang-orang di sekitarnya—kemampuan yang nantinya menjadi fondasi utama dalam gaya penulisan satirnya. Sebelum sukses besar sebagai penulis, ia sempat bekerja sebagai petugas pers (press officer) untuk badan pembangkit listrik tenaga nuklir, sebuah pekerjaan yang memberinya perspektif unik tentang birokrasi dan kekonyolan sistem, yang sering ia parodikan dalam buku-bukunya.
Puncak pencapaian kariernya adalah serial Discworld, sebuah semesta fantasi yang berbentuk cakram datar yang ditopang oleh empat gajah raksasa, yang berdiri di atas tempurung kura-kura raksasa yang berenang melintasi ruang angkasa. Meskipun premisnya terdengar konyol dan fantastis, Discworld adalah wahana bagi Pratchett untuk membedah isu-isu berat seperti agama, politik, filsafat, sains, dan rasisme dengan cara yang sangat cerdas.
Buku-bukunya tidak pernah sekadar tentang sihir atau naga; mereka adalah tentang bagaimana masyarakat bekerja, bagaimana manusia menghadapi perubahan, dan pentingnya empati. Karakter-karakternya yang ikonik, seperti Death (Sang Maut) yang digambarkan justru memiliki sisi kemanusiaan yang lebih besar daripada manusia itu sendiri, menjadi bukti kepiawaian Pratchett dalam membalikkan ekspektasi pembaca.
Selain Discworld, Pratchett juga dikenal luas melalui kolaborasinya dengan Neil Gaiman dalam novel Good Omens (1990). Karya ini menggambarkan akhir dunia (kiamat) dengan pendekatan komedi yang unik, melibatkan malaikat dan iblis yang justru merasa nyaman hidup di bumi dan berusaha menggagalkan kiamat tersebut. Buku ini menjadi salah satu karya yang paling dicintai oleh penggemar sastra fantasi modern dan telah diadaptasi ke berbagai media.
Pada tahun 2007, Pratchett didiagnosis menderita penyakit Alzheimer langka (posterior cortical atrophy). Meskipun menghadapi tantangan kesehatan yang berat, ia tetap produktif menulis dengan bantuan teknologi pendiktean suara. Ia menggunakan sisa waktunya untuk menjadi advokat yang vokal bagi penelitian Alzheimer serta isu hak untuk mati (assisted dying), menunjukkan integritas moralnya hingga akhir hayat.
Sir Terry Pratchett meninggal dunia pada 12 Maret 2015. Ia meninggalkan warisan berupa lebih dari 70 buku yang telah terjual puluhan juta eksemplar. Namun, warisan terbesarnya mungkin adalah cara ia mengajarkan jutaan pembaca di seluruh dunia untuk melihat dunia dengan sikap kritis yang berbalut humor. Baginya, humor bukanlah cara untuk lari dari kenyataan, melainkan cara terbaik untuk menghadapi dunia yang sering kali tidak masuk akal.