
Prof. Dr. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc. adalah seorang pakar teknologi informasi dan guru besar di Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Namanya kerap muncul sebagai salah satu peneliti paling berpengaruh di Indonesia, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang diterapkan pada sektor kesehatan dan industri.
Perjalanan akademisnya dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat ia memperoleh gelar sarjana di bidang Teknik Elektro pada tahun 1983. Ketertarikannya pada sistem komputer membawanya melanjutkan studi ke luar negeri, tepatnya di University of New Brunswick, Kanada. Di sana, ia berhasil meraih gelar Master (M.Sc.) dan Doktor (Ph.D.) dalam bidang Computer Science pada awal tahun 1990-an.
Sepanjang kariernya, Prof. Riyan—begitu ia akrab disapa—memiliki fokus riset yang sangat spesifik namun berdampak luas. Beberapa area utamanya seperti:
Process Mining: Menganalisis alur kerja bisnis dan medis melalui data log.
Artificial Intelligence (AI): Pengembangan algoritma untuk pengenalan pola dan pengambilan keputusan otomatis.
HealthTech: Salah satu kontribusinya yang paling dikenal publik adalah pengembangan alat skrining COVID-19 melalui bau ketiak yang dinamakan i-nose c-19.
Sebagai seorang peneliti, Prof. Riyan dikenal sangat produktif. Ia secara konsisten menduduki peringkat atas dalam daftar ilmuwan terbaik di Indonesia versi Sinta (Science and Technology Index). Dedikasinya dalam publikasi ilmiah internasional menjadikannya salah satu rujukan utama dalam studi informatika di Asia Tenggara.
Selain aktif mengajar dan meneliti, ia juga sering terlibat dalam proyek strategis nasional, menjembatani antara kebutuhan industri dengan inovasi laboratorium universitas.