
Rintik Sedu adalah nama pena dari Nadhifa Allya Tsana, penulis muda Indonesia yang lahir di Jakarta pada 4 Mei 1998. Nama “Rintik Sedu” dipilihnya sebagai cara menyembunyikan identitas di awal karier. Ia terinspirasi dari rintik hujan yang cepat kering dan kata “sedu” yang berarti sesudah menangis—sebuah harapan agar rasa sedih bisa segera berlalu.
Sejak kecil Tsana sudah menyukai dunia tulis-menulis. Ia mulai aktif berkarya sejak masa SMA, awalnya melalui mading sekolah dan blog pribadi. Lalu, atas saran seorang pembaca, ia beralih ke platform Wattpad. Di sanalah novel Geez & Ann lahir dan segera menarik perhatian luas. Novel yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku fisik dan menjadi bestseller. Kesuksesannya berlanjut hingga diadaptasi menjadi film layar lebar yang tayang di Netflix pada 2021.
Setelah Geez & Ann, Rintik Sedu terus produktif. Ia merilis Buku Rahasia Geez, Kata, Buku Minta Dibanting, Geez & Ann #3, Buku Minta Disayang, Pukul Setengah Lima, hingga Musim yang Tak Sempat Kita Miliki (2025). Salah satu karyanya yang istimewa adalah Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang (2020), hasil kolaborasi dengan penyair senior Sapardi Djoko Damono.
Selain menulis novel dan puisi, Rintik Sedu juga dikenal melalui podcast-nya yang sempat menduduki peringkat teratas di Spotify Indonesia. Di media sosial, khususnya Instagram @rintiksedu, ia rutin membagikan tulisan-tulisan melankolis yang dekat dengan perasaan anak muda. Para penggemarnya sering memanggilnya “Paus”.
Dengan gaya bahasa yang jujur, ringan, namun penuh perasaan, Rintik Sedu berhasil menjadi salah satu penulis muda paling berpengaruh di Indonesia. Karya-karyanya terus menyentuh pembaca lewat kisah tentang cinta, kehilangan, dan proses berdamai dengan diri sendiri.