Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Topik:
 

Rekening Bank Emosi: Modal Kepercayaan dalam Suatu Hubungan

Oleh Belbuk.com, 17/06/2025
Rekening Bank Emosi: Modal Kepercayaan dalam Suatu HubunganBab "Paradigma Kesalingtergantungan" dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, Stephen Covey mengajak pembaca untuk memahami bahwa kedewasaan sejati dalam hidup manusia tidak berhenti pada kemandirian, melainkan terus berkembang menuju kesalingtergantungan.

Kita berurusan dengan perubahan paradigma yang sangat dramatis dan sangat mendasar di sini. Kita mungkin berusaha melicinkan interaksi sosial kita dengan teknik dan keterampilan kepribadian, tetapi dalam prosesnya kita mungkin memotong dasar karakter kita yang vital. Kita tidak dapat memiliki buah tanpa akar. Ini adalah prinsip pentahapan: Kemenangan Pribadi mendahului Kemenangan Publik. Penguasaan diri dan disiplin diri adalah fondasi dari hubungan yang baik dengan orang lain.
Advertisement:
Ada orang yang mengatakan bahwa kita harus menyukai diri sendiri sebelum dapat menyukai orang lain. Gagasan itu ada benarnya, tetapi jika kita tidak mengenal diri kita sendiri, jika kita tidak mengendalikan diri sendiri, jika kita tidak menguasai diri sendiri, maka sulit sekali untuk menyukai diri sendiri, kecuali dengan cara yang dangkal, pura-pura, dan berjangka pendek.

Harga diri yang sebenarnya berasal dari penguasaan atas diri sendiri, dari kemandirian yang sejati. Dan itulah fokus dari Kebiasaan 1, 2, dan 3. Kemandirian adalah prestasi. Kesalingtergantungan adalah pilihan yang hanya dapat dibuat oleh orang yang mandiri. Jika kita tidak bersedia mencapai kemandirian yang sejati, adalah bodoh untuk berusaha mengembangkan keterampilan dalam hubungan manusia. Kita dapat berusaha. Kita mungkin bahkan lumayan berhasil ketika matahari bersinar. Tetapi ketika masa sulit datang, dan itu pasti terjadi, kita tidak akan mempunyai fondasi untuk menyatukan segalanya.

Unsur paling penting yang kita masukkan ke dalam hubungan apa pun bukanlah apa yang kita katakan atau apa yang kita kerjakan, melainkan apa adanya kita. Dan jika kata-kata atau perbuatan kita berasal dari teknik hubungan manusia yang dangkal dan bukan dari inti diri kita yang paling dalam, orang lain akan merasakan sikap yang bermuka dua itu. Kita benar-benar tidak akan dapat menciptakan dan mempertahankan fondasi yang diperlukan untuk kesalingtergantungan yang efektif.

Teknik dan keterampilan yang benar-benar membuat perbedaan dalam interaksi manusia adalah teknik dan keterampilan yang nyaris mengalir dengan sendirinya dari karakter yang benar-benar mandiri. Jadi, tempat untuk mulai membangun hubungan apa pun adalah di dalam diri kita sendiri, di dalam lingkaran pengaruh kita, karakter kita sendiri. Ketika kita menjadi mandiri, yaitu proaktif, berpusat pada prinsip yang benar, digerakkan oleh nilai dan mampu mengorganisasi dan melaksanakan sekitar prioritas di dalam kehidupan kita dengan integritas, kita pun dapat memilih untuk menjadi saling tergantung, dan mampu membangun hubungan yang kaya, langgeng dan sangat produktif dengan orang lain.

Rekening Bank Emosi


Kita semua tahu apa itu rekening bank. Kita mendeposito uang ke bank dan menambah cadangan yang darinya kita dapat menarik uang kita jika kita membutuhkannya. Rekening Bank Emosi adalah kiasan yang menggambarkan jumlah kepercayaan yang sudah kita tambahkan ke dalam suatu hubungan. Hal inilah perasaan aman yang kita miliki dengan orang lain.

Jika kita membuat deposito ke dalam Rekening Bank Emosi kita melalui sopan santun, kebaikan hati, kejujuran, dan memenuhi komitmen kita kepada seseorang, kia pun menambah cadangan. Kepercayaan orang kepada kita menjadi lebih tinggi, dan kita dapat mengambil kepercayaan tersebut sering-sering jika memang perlu. Kita bahkan dapat berbuat kesalahan dan tingkat kepercayaan itu, cadangan emosi itu, akan menutupinya. Komunikasi kita mungkin tidak jelas, tetapi orang akan tetap dapat menangkap maksud kita. Orang tidak akan menjadikan kita "orang yang bersalah karena satu perkataan". Ketika rekening kepercayaan tinggi, komunikasi pun mudah, seketika dan efektif.

Tetapi jika kita mempunyai kebiasaan memperlihatkan sikap kasar, tidak hormat, mengucilkan, bereaksi berlebihan, mengabaikan, menjadi semena-mena, mengkhianati kepercayaan, mengancam, atau bermain sebagai dewa palsu dalam kehidupan kita, akhirnya Rekening Bank Emosi kita kekurangan dana. Tingkat kepercayaan menjadi sangat rendah. Lalu, fleksibilitas apakah yang kita miliki? Tidak ada sama sekali. Kita berjalan di atas daerah beranjau. Kita harus sangat berhati-hati tentang semua yang kita ucapkan. Kita mengukur setiap kata. Ini adalah kota yang tegang, tempat singgahnya memo. Kita harus melindungi punggung kita sendiri, berpolitik. Dan banyak organisasi dipenuhi dengan hal ini. Banyak keluarga dipenuhi keadaan seperti ini. Banyak perkawinan dipenuhi keadaan seperti ini.

Jika cadangan besar kepercayaan tidak ditunjang oleh deposito yang terus-menerus, suatu perkawinan akan rusak. Bukannya pengertian dan komunikasi yang kaya dan spontan, situasinya malah menjadi seperti penginapan, di mana dua orang sekadar berusaha menjalani gaya hidup mandiri dengan cara yang agak hormat dan toleran. Hubungan mungkin semakin memburuk sampai menjadi penuh kebencian dan defensif. Respons "lawan atau lari" menciptakan pertempuran verbal, bantingan pintu, penolakan untuk bicara, penarikan diri emosional dan rasa kasihan diri. Hal ini dapat berakhir dengan perang dingin di rumah, dipertahankan hanya oleh anak, seks, tekanan sosial, atau mempertahankan citra.

Hubungan kita yang paling konstan, seperti perkawinan, memerlukan deposito yang paling konstan. Dengan harapan yang terus-menerus, deposito lama pun menguap. Jika kita tiba-tiba bertemu teman lama SMA yang sudah selama bertahun-tahun tidak kita lihat, kita dapat menyambung tepat di mana kita berpisah karena deposito yang sebelumnya masih ada di sana. Tetapi rekening kita dengan orang yang berinteraksi dengan kita secara tetap memerlukan investasi yang lebih konstan. Kadang ada penarikan otomatis dalam interaksi kita sehari-hari atau dalam persepsi mereka tentang kita yang bahkan tidak kita ketahui sama sekali. Hal ini khususnya terjadi pada remaja di rumah.

Andaikan kita mempunyai seorang putra remaja dan percakapan normal kita dengannya seperti ini, "Bersihkan kamarmu. Kancingkan bajumu. Kecilkan radionya. Potonglah rambutmu. Dan jangan lupa membuang sampah!" Melampaui suatu periode waktu, penarikan menjadi jauh melebihi depositonya. Sekarang, andaikan putra kita tadi sedang dalam proses pengambilan keputusan penting yang akan mempengaruhi sisa hidupnya, tetapi tingkat kepercayaan begitu rendah dan proses komunikasi begitu tertutup, mekanis, dan tidak memuaskan sehingga ia benar-benar tidak akan terbuka menerima nasihat kita. Kita mungkin mempunyai kebijaksanaan dan pengetahuan untuk membantunya, tetapi karena rekening kita begitu tipis, ia akhirnya akan mengambil keputusannya dari perspektif emosi jangka pendek yang mungkin saja menghasilkan banyak konsekuensi jangka panjang yang negatif.

Apa yang akan terjadi jika kita mulai membuat deposito pada hubungan tersebut? Mungkin peluang bisa muncul dengan berbuat sedikit kebaikan untuknya, misalnya membawakan majalah skateboard, jika itu memang kegemarannya, atau cukup mendekatinya ketika ia sedang mengerjakan suatu proyek dan menawarkan bantuan. Barangkali kita dapat mengajaknya menonton film di bioskop atau mengajaknya makan es krim di luar. Barangkali deposito paling penting yang dapat kita buat adalah dengan sekadar mendengarnya, tanpa menilai atau menasihati atau memakaikan kacamata kita sendiri pada apa yang ia ucapkan. Cukup dengarkan dan berusahalah untuk mengerti. Biarkan dia merasakaan perhatian kita kepadanya, penerimaan kita terhadapnya sebagai pribadi.

Ia mungkin tidak memberi respons pada mulanya. Ia mungkin bahkan curiga. "Apa maunya Ayah sekarang? Teknik apa yang Ibu coba terapkan pada saya kali ini?" Tetapi sementara deposito yang tulus ini terus masuk, deposito ini pun terus menumpuk. Saldo yang minus menjadi menyusut.

Ingat bahwa perbaikan segera hanyalah fatamorgana. Membangun dan memperbaiki hubungan membutuhkan waktu. Jika kita menjadi tidak sabar dengan tindakannya yang seolah tidak berespons atau sikapnya yang seolah tidak berterima kasih, kita mungkin akan membuat penarikan besar dan akan merusak semua kebaikan yang sudah kita lakukan. "Sesudah semua yang kami kerjakan untukmu, pengorbanan yang kami berikan, bagaimana mungkin kau dapat menjadi begitu tidak tahu berterima kasih? Kami berusaha bersikap manis kepadamu dan kau malah bertindak seperti ini. Saya tidak mengerti!"

Memang sulit untuk bersikap sabar. Dibutuhkan karakter untuk menjadi proaktif, untuk berfokus pada lingkaran pengaruh kita, untuk memelihara pohon yang sedang tumbuh, dan tidak "memetik bunganya untuk melihat bagaimana keadaan akarnya." Memang benar-benar tidak ada perbaikan segera. Membangun dan memperbaiki hubungan adalah investasi jangka panjang.

Enam Deposito Utama


Ada lima deposito utama yang bisa menambah Rekening Bank Emosi, yaitu:

1. Mengerti si Individu
Benar-benar berusaha untuk mengerti orang lain mungkin merupakan salah satu deposito paling penting yang dapat kita buat, dan ini adalah kunci untuk semua deposito yang lain. Kita sungguh tidak tahu apa yang merupakan deposito bagi orang lain sebelum kita mengerti individu itu. Apa yang mungkin merupakan deposito bagi kita mungkin oleh orang lain tidak dianggap sebagai deposito sama sekali. Bahkan bisa dianggap sebagai penarikan jika tidak menyentuh minat atau kebutuhan yang mendalam dari orang tersebut.

Kecenderungan kita adalah memproyeksikan autobiografi kita sendiri pada apa yang kita pikir orang lain inginkan atau butuhkan. Kita memproyeksikan maksud kita pada perilaku orang lain. Kita menafsirkan apa yang merupakan deposito yang didasarkan pada kebutuhan dan keinginan kita sendiri entah sekarang atau sewaktu kita berada pada usia yang sama atau tahap kehidupan yang sama. Jika mereka tidak menafsirkan usaha kita sebagai suatu deposito, kecenderungannya adalah sebagai penolakan atas maksud baik kita dan kita sendiri lalu menyerah.

2. Melakukan Hal-hal Sepele
Kebaikan dan sopan santun yang kecil-kecilan begitu penting. Ketidaksopanan kecil, kekerasan kecil, bentuk ketiadaan respek yang kecil menyebabkan penarikan besar-besaran. Dalam suatu hubungan, hal yang kecil adalah hal yang besar.

3. Memenuhi Komitmen
Memenuhi komitmen atau janji adalah deposito besar, jadi melanggar janji adalah penarikan yang besar. Sebenarnya, barangkali tidak ada penarikan yang lebih besar dibandingkan membuat janji yang penting bagi seseorang dan kemudian tidak memenuhinya. Kali berikutnya suatu janji dibuat, orang tidak akan percaya. Orang cenderung membangun harapan mereka di sekitar janji, khususnya janji tentang mata pencarian mereka.

4. Memperlihatkan Integritas Pribadi
Integritas pribadi menghasilkan kepercayaan dan merupakan dasar dari berbagai jenis deposito. Tidak adanya integritas dapat merusak hampir setiap usaha lain untuk menciptakan rekening kepercayaan yang tinggi. Orang dapat berusaha untuk mengerti, mengingat hal-hal kecil, memenuhi janji mereka, menjelaskan dan memenuhi harapan, tetapi tetap gagal membangun cadangan kepercayaan jika mereka tidak tulus dalam hati.

Salah satu cara penting untuk memanifestasi integritas adalah dengan menjadi loyal pada orang yang tidak hadir. Dengan melakukan ini, kita membangun kepercayaan orang-orang yang hadir. Ketika kita membela mereka yang tidak hadir, kita mempertahankan kepercayaan dari mereka yang hadir.

Integritas dalam realitas kesalingtergantungan secara sederhana adalah kita memperlakukan semua orang dengan perangkat prinsip yang sama. Sementara kita melakukannya, orang akan mulai mempercayai kita. Dan dipercayai, kata orang, adalah lebih berarti daripada dicintai.

5. Meminta Maaf dengan Tulus Ketika Kita Membuat Penarikan
Permintaan maaf yang tulus membuat deposito. Membuat kesalahan adalah satu hal, dan tidak mengakuinya adalah hal yang lain lagi. Orang akan memaafkan kesalahan, karena kesalahan biasanya dari pikiran, kesalahan keputusan. Namun orang tidak akan mudah memaafkan kesalahan dari hati, niat buruk, motif yang jahat, atau selubung pembenaran atas kesalahan pertama.
Advertisement:
Jadi, bab "Paradigma Kesalingtergantungan" dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen Covey, memberikan ajakan untuk melampaui ego pribadi dan menuju kerangka berpikir kolektif. Menjadi mandiri itu penting, tapi tidak cukup. Hidup yang efektif membutuhkan hubungan yang sehat, kerja sama yang saling menguntungkan, dan keberanian untuk membuka diri terhadap kekuatan orang lain. Kesalingtergantungan bukan bentuk kelemahan, melainkan puncak kematangan pribadi dan sosial.

Versi Video:

The 7 Habits of Highly Effective People (7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif)
Rp99.500
©2008-2026 - Belbuk.com
Jl. As'syafiiyah No. 60B, Cilangkap, Jakarta Timur 13870
Tlp. 021-22811835 (Senin s/d Jumat Pkl 09.00-18.00 WIB)