 |
2 dari 4 orang menilai cukup membantu terdapat sebuah petuah bijak yang patut kita jadikan tinjauan ke dalam diri kita, bahwa, pertama, maju atau mundurnya sebuah negara dapat ditinjau dari tingkat atau kualitas pendidikan di negara tersebut. Kedua, dalam konteks individual, seseorang yang maju adalah orang yang membuka dirinya untuk kritikan, karena kritikan lebih baik dari pada musuh dalam selimut.
Buku isu-isu kritis kebijakan pendidikan di era otonomi daerah ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapa pengamat pendidikan yang memang eksis dalam dunia pendidikan. Beberapa hal yang diurai dalam buku ini, setidaknya harus dapat dijadikan bahan renungan/diskusi bagi para praktisi pendidikan yang senantiasa bergelut dan berkecimpung dalam dunia pendidikan. Karenanya, menjadi sebuah keniscayaan bagi para praktisi pendidikan untuk meneropong kembali peta geografis pendidikan di Indonesia hari ini melalui buku ini, sehingga nuansa pemikiran dan renungan terhadap pendidikan pun menjadi update dan tidak usang.
Kembali pada pembuka kalimat, jika dikaitkan dengan penyataan dalam petuah bijak di atas, maka buku ini merupakan salah satu bentukan atau wujud dari kritikan untuk memajukan tingkat atau kualitas pendidikan di negara kita. Satu hal lagi, jangan pernah berbicara tanpa data, karena itu adalah kebiasaan buruk yang mewabah pada bangsa kita hari ini. Bacalah buku ini, karena buku ini merupakan salah satu data atas pernyataan Anda ketika berbicara.
|