| Tweet |
|
Topik:
|
Review Buku: Menemani, Bukan Memarahi: Mendampingi Anak Menjadi Dirinya Sendiri oleh Ichiro KishimiOleh Belbuk.com, 22/11/2024
Dalam Menemani, Bukan Memarahi: Mendampingi Anak Menjadi Diri Sendiri, Ichiro Kishimi menawarkan panduan menarik bagi orang tua, pendidik, dan siapa pun yang terlibat dalam membesarkan atau membimbing anak. Dikenal karena karyanya dalam psikologi Adlerian, Kishimi menyelidiki nuansa perkembangan anak, menekankan pentingnya menumbuhkan kemandirian, kepercayaan diri, dan kesadaran diri pada anak-anak tanpa menggunakan metode hukuman tradisional atau disiplin yang ketat. Buku ini memberikan pandangan yang menyegarkan dalam membesarkan anak, menganjurkan pendekatan yang lebih penuh kasih sayang dan suportif yang mendorong anak-anak untuk tumbuh menjadi diri mereka yang sebenarnya.Gambaran Umum BukuTesis utama buku ini berkisar pada gagasan bahwa omelan dan hukuman bukanlah alat yang efektif untuk membesarkan anak-anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik. Sebaliknya, Kishimi menganjurkan untuk "mendampingi" anak-anak, hadir bersama mereka, menawarkan bimbingan dan dukungan tanpa mendominasi keputusan mereka atau menekan mereka untuk patuh. Ia berpendapat bahwa ketika anak-anak merasa dipahami, diterima, dan dipercaya, kemungkinan besar mereka akan berkembang menjadi individu yang percaya diri dan bertanggung jawab. Salah satu tema utama buku ini adalah gagasan bahwa anak-anak harus diperlakukan setara dan bukan sebagai bawahan. Hal ini tidak berarti melepaskan semua wewenang namun lebih menghargai sudut pandang anak dan membiarkan mereka mempunyai suara dalam perkembangannya. Kishimi berpendapat bahwa pendekatan ini membantu anak-anak belajar membuat keputusan, memahami konsekuensi, dan mengembangkan rasa tanggung jawab—kualitas yang penting bagi kesuksesan dan kebahagiaan mereka di masa dewasa. Menemani, Bukan Memarahi disusun sedemikian rupa sehingga praktis dan mudah dipahami. Kishimi menggabungkan diskusi teoretis dengan contoh kehidupan nyata dan studi kasus, menjadikan konsepnya mudah dipahami dan diterapkan. Setiap bab membahas berbagai aspek perkembangan anak dan pengasuhan anak, seperti komunikasi, menetapkan batasan, dan menangani konflik. Tulisan Kishimi jelas, penuh empati, dan sering kali bersifat komunikatif, sehingga membuat buku ini menarik dan menarik. Buku ini juga terkenal karena penggunaan dialognya, sebuah teknik yang digunakan Kishimi dalam karya-karyanya sebelumnya. Melalui percakapan khayalan antara seorang mentor dan seorang ayah muda, Kishimi mengeksplorasi tantangan umum dalam mengasuh anak dan menawarkan solusi praktis. Pendekatan ini tidak hanya menggambarkan prinsip-prinsip dalam tindakan namun juga membuat konten lebih dinamis dan mudah diingat. Salah satu wawasan paling mendalam dalam buku ini adalah konsep “dorongan” dan bukan pujian. Kishimi menjelaskan bahwa meskipun pujian dapat bersifat kondisional dan menciptakan ketergantungan pada validasi eksternal, dorongan tidak bersyarat dan berfokus pada upaya dan proses anak, bukan pada hasil. Hal ini membantu anak-anak mengembangkan motivasi intrinsik dan rasa harga diri yang tidak terikat pada persetujuan orang lain. Kishimi juga membahas pentingnya "keberanian" dalam mengasuh anak. Ia berpendapat bahwa orang tua membutuhkan keberanian untuk membiarkan anak-anak mereka menghadapi tantangan, membuat kesalahan, dan belajar darinya. Dengan menahan keinginan untuk mengontrol setiap aspek kehidupan anak, orang tua dapat membantu anak mengembangkan ketahanan dan keterampilan memecahkan masalah. Aspek penting lainnya dari filosofi Kishimi adalah fokus pada momen saat ini. Ia menekankan bahwa orang tua tidak boleh terus memikirkan kesalahan masa lalu atau khawatir berlebihan tentang masa depan, melainkan hadir sepenuhnya bersama anak-anak mereka di sini dan saat ini. Pendekatan mindfulness ini memupuk hubungan yang lebih dalam antara orang tua dan anak serta membantu membangun hubungan yang lebih saling percaya dan mendukung. Advertisement:
Rincian Isi Utama Buku1. Pentingnya Menghargai Perspektif AnakAnak perlu diperlakukan sebagai individu setara, bukan sebagai bawahan. Dengan mendengarkan dan memahami sudut pandang mereka, anak-anak dapat belajar membuat keputusan dan memahami konsekuensi. 2. Menggali Potensi Anak Tanpa MemarahiKishimi menjelaskan bahwa omelan dan hukuman tidak efektif dalam mendidik anak. Sebaliknya, ia mengusulkan pendekatan suportif yang membangun kepercayaan dan penerimaan. 3. Dialog Interaktif sebagai MetodeBuku ini menggunakan dialog antara seorang mentor dan ayah muda untuk menggambarkan konsep-konsep pengasuhan secara praktis. Teknik ini membuat pembaca lebih mudah memahami dan mengingat prinsip-prinsip yang diajarkan. 4. Strategi PraktisBuku ini mencakup saran untuk memahami perilaku anak, apa yang harus dihindari, dan cara berkomunikasi secara positif. Contoh-contoh nyata dan studi kasus membantu pembaca menerapkan teori dalam kehidupan sehari-hari. 5. Pentingnya Cinta Diri bagi AnakKishimi menekankan bahwa anak yang terus dimarahi cenderung tidak mencintai dirinya sendiri, yang berpengaruh pada kebahagiaan dan keberhasilan mereka di masa depan. Kelebihan BukuSalah satu kekuatan buku ini adalah penerapan praktisnya. Kishimi memberikan berbagai strategi yang bisa segera diterapkan oleh orang tua. Misalnya, ia menyarankan untuk mengganti omelan dengan percakapan konstruktif di mana anak didorong untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Ia juga menawarkan teknik untuk menyelesaikan konflik tanpa memaksakan otoritas, seperti mendengarkan secara aktif dan pemecahan masalah secara kolaboratif. Dan nasihat Kishimi dalam menangani kesalahan sangatlah berharga. Ia mendorong orang tua untuk memandang kesalahan sebagai kesempatan belajar, bukan kegagalan. Dengan mendiskusikan kesalahan secara terbuka dan tanpa menghakimi, orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan pola pikir berkembang, yang penting untuk pembelajaran dan perkembangan seumur hidup. Kritik Terhadap BukuSalah satu kekurangan buku ini adalah penekanannya yang terlalu menonjol pada teori dan konsep, sehingga beberapa pembaca mungkin mencari panduan yang lebih rinci untuk menghadapi situasi spesifik. Pendekatan Adlerian yang ditawarkan dalam buku ini juga bisa terasa terlalu idealis atau sulit diterapkan secara konsisten terutama bagi orang tua yang sudah terbiasa dengan pola asuh tradisional. Advertisement:
Jadi, buku Menemani, Bukan Memarahi: Mendampingi Anak Menjadi Diri Sendiri oleh Ichiro Kishimi adalah panduan yang menggugah pikiran dan transformatif dalam mengasuh anak dan perkembangan anak. Dengan menantang kebijaksanaan konvensional dan menganjurkan pendekatan yang lebih penuh kasih sayang dan suportif, Kishimi memberikan cetak biru untuk membesarkan anak-anak yang percaya diri, mandiri, dan sadar diri.
Buku ini wajib dibaca oleh orang tua, pendidik, dan siapa pun yang tertarik untuk membina hubungan yang sehat dan positif dengan anak-anak. Meskipun pembaca perlu memikirkan kembali pendekatan mereka terhadap disiplin, manfaat mengadopsi filosofi Kishimi sangat besar dan luas jangkauannya.
|