| Tweet |
|
Topik:
|
Memilih Pusat yang Benar dalam Hidup KitaOleh Belbuk.com, 18/06/2025
Bab "Kebiasaan 2: Merujuk Pada Tujuan Akhir" sub bab "Berpusat pada Prinsip" dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, Stephen Covey menjelaskan bahwa banyak orang secara tidak sadar menjadikan berbagai hal sebagai pusat hidup mereka—seperti pasangan, keluarga, pekerjaan, uang, kesenangan, bahkan musuh. Namun, Covey menekankan bahwa pusat-pusat ini bersifat tidak stabil dan cenderung membuat kita reaktif terhadap perubahan lingkungan.Kita masing-masing memiliki pusat, walaupun kita biasanya tidak mengenalinya demikian. Kita juga tidak mengenali semua pengaruh yang tercakup dari pusat itu pada setiap aspek kehidupan kita. Mari kita periksa secara singkat beberapa pusat atau paradigma inti yang secara khas dimiliki orang yang mempengaruhi keempat dimensi dasar tersebut dan akhirnya seluruh kehidupannya. Advertisement:
Berpusat Pada PasanganPerkawinan dapat menjadi hubungan manusia yang paling memuaskan, paling langgeng dan menghasilkan pertumbuhan. Jadi, tampak wajar dan tepat untuk berpusat pada suami atau istri. Akan tetapi pengalaman menyampaikan kisah yang berbeda karena banyak perkawinan yang bermasalah. Jika rasa keberartian emosional kita berasal dari perkawinan, maka kita menjadi sangat bergantung pada hubungan tersebut. Kita menjadi rentan terhadap suasana hati dan perasaan, perilaku dan perlakuan pasangan kita. Jadi, hanya ada rasa aman semu dalam hubungan yang demikian, pada saat semua tampaknya berjalan dengan baik. Pedoman didasari pada emosi sesaat saja. Kebijaksanaan dan daya hilang dalam interaksi negatif dari kontra ketergantungan. Berpusat Pada KeluargaSatu pusat lain yang lazim adalah keluarga. Ini juga mungkin terlihat wajar dan tepat. Keluarga memberi peluang yang besar untuk hubungan yang dalam, untuk kasih, untuk kebersamaan, dan untuk banyak hal yang membuat hidup berharga. Orangtua yang berpusat kepada keluarga tidak mempunyai kebebasan emosional. Jika mereka mendapatkan rasa aman mereka sendiri dari keluarga, kebutuhan mereka untuk populer di mata anak-anak mungkin akan mengesampingkan pentingnya investasi jangka panjang dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka. Perilaku apa pun yang mereka anggap tidak semestinya membuat rasa aman mereka terancam. Mereka menjadi marah, dituntun oleh emosi sesaat, bereaksi secara spontan terhadap kekhawatiran langsung. Mereka cenderung mencintai anak mereka secara bersyarat, yang membuat mereka bergantung secara emosional. Berpusat Pada UangSatu lagi pusat yang logis dan sangat lazim bagi kehidupan adalah menghasilkan uang. Kadang ada alasan yang kelihatannya mulia yang diberikan untuk menghasilkan uang, seperti keinginan untuk mengurus keluarga. Dan hal ini memang penting. Tetapi terfokus pada menghasilkan uang sebagai pusat akan menimbulkan kehancurannya sendiri. Orang yang berpusat pada uang sering mengesampingkan keluarga dengan asumsi semua orang akan mengerti bahwa tuntutan ekonomi memang harus didahulukan. Berpusat Pada KerjaOrang yang berpusat pada kerja mungkin menjadi "pecandu kerja", yang mendorong diri mereka untuk berproduksi dengan mengorbankan kesehatan, hubungan, dan bidang-bidang penting lain dari kehidupan mereka. Identitas dasar mereka berasal dari pekerjaan mereka. "Saya dokter," "Saya penulis," "Saya aktor." Karena identitas mereka dan nilai diri mereka terbungkus dalam pekerjaan mereka, rasa aman mereka rentan terhadap apa saja yang terjadi yang menghambat mereka melanjutkan kerja. Berpusat Pada HartaSatu kekuatan penggerak dari banyak orang adalah harta. Kebanyakan dari kita sadar betapa cacatnya pusat seperti ini karena pusat ini dapat lenyap seketika dan dipengaruhi oleh begitu banyak kekuatan. Jika rasa aman kita terletak pada benda-benda yang kita miliki, kehidupan kita akan terus berada dalam keadaan terancam dan bahaya karena harta ini mungkin saja hilang atau tercuri atau turun nilainya. Jika kita berdekatan dengan orang yang lebih kaya, kita merasa minder. Jika kita berdekatan dengan orang yang lebih miskin, kita merasa superior. Nilai diri kita berfluktuasi. Kita tidak memiliki perasaan diri yang tetap dan mapan. Kita semua pernah mendengar kisah-kisah tentang orang yang melakukan bunuh diri sesudah kehilangan kekayaan mereka karena turunnya harga saham secara drastis. Berpusat Pada PrinsipDengan memusatkan kehidupan kita pada prinsip yang benar, kita menciptakan fondasi yang kokoh untuk pengembangan keempat faktor penunjang kehidupan. Rasa aman kita berasal dari pengetahuan bahwa, berbeda dengan pusat-pusat lain yang didasari pada orang atau benda yang selalu dan seketika berubah, prinsip yang benar tidaklah berubah. Kita dapat mengandalkan prinsip tersebut. Prinsip tidak bereaksi terhadap apa pun. Prinsip tidak menjadi marah dan memperlakukan kita secara berbeda. Prinsip tidak akan menceraikan kita atau melarikan diri bersama sahabat terbaik kita. Prinsip tidak bermaksud menguasai kita. Prinsip tidak dapat melicinkan jalan dengan jalan pintas dan perbaikan kilat. Prinsip tidak bergantung pada perilaku orang lain, lingkungan, atau mode mutakhir untuk keabsahannya. Prinsip tidak mati. Prinsip tidak berada di sini hari ini dan pergi pada hari berikutnya. Prinsip tidak dapat dihancurkan oleh api, gempa bumi atau pencuri. Prinsip adalah kebenaran yang dalam dan mendasar, kebenaran klasik denominator yang generik. Prinsip adalah benang-benang yang ditenun rapat dengan ketepatan, konsistensi, keindahan, dan kekuatan melalui struktur kehidupan. Bahkan di tengah orang banyak atau keadaan yang tampaknya mengabaikan prinsip tersebut, kita dapat merasa aman karena mengetahui bahwa prinsip adalah sesuatu yang lebih besar daripada orang atau keadaan, dan bahwa sejarah ribuan tahun telah menyaksikan kemenangan prinsip, berulang kali. Bahkan lebih penting lagi, kita dapat merasa aman karena mengetahui bahwa kita dapat mengabsahkan prinsip dalam kehidupan kita sendiri, melalui pengalaman kita sendiri. Kebijaksanaan dan pedoman yang menyertai kehidupan yang berpusat pada prinsip berasal dari peta yang benar, dari cara segala sesuatu sebagaimana adanya, sejak dulu, dan sampai nanti. Peta yang benar memungkinkan kita melihat dengan jelas ke mana tempat yang kita tuju dan bagaimana untuk tiba ke sana. Kita dapat mengambil keputusan dengan menggunakan data yang benar yang akan membuat pelaksanaan keputusan tersebut memungkinkan dan bermakna. Daya pribadi yang datang dari kehidupan yang berpusat pada prinsip adalah daya dari individu yang sadar diri, banyak pengetahuannya, individu yang proaktif dan tidak dibatasi oleh sikap, perilaku, dan tindakan orang lain atau oleh keadaan dan pengaruh lingkungan yang seringkali membatasi orang lain. Satu-satunya keterbatasan nyata dari daya adalah konsekuensi wajar dari prinsip-prinsip itu sendiri. Kita bebas untuk memilih tindakan kita, berdasarkan pengetahuan kita tentang prinsip-prinsip yang benar, tetapi kita tidak bebas untuk memilih konsekuensi dari tindakan itu. Ingatlah, "Jika Anda mengangkat satu ujung tongkat, Anda pun mengangkat ujung yang satunya lagi." Prinsip selalu memiliki konsekuensi wajar yang melekat padanya. Ada konsekuensi positif ketika kita hidup selaras dengan prinsip tersebut. Ada konsekuensi negatif jika kita mengabaikannya. Akan tetapi karena prinsip ini berlaku pada semua orang, entah disasari atau tidak, keterbatasan ini bersifat universal. Dan semakin banyak kita tahu tentang prinsip yang benar, semakin besar kebebasan pribadi kita untuk bertindak dengan bijaksana. Dengan memusatkan kehidupan kita pada prinsip yang tak berubah dan tanpa batas waktu, kita menciptakan paradigma mendasar tentang hidup yang efektif. Pusat inilah yang menempatkan semua pusat lain pada perspektifnya. Ingatlah bahwa paradigma kita adalah sumber dari mana sikap dan perilaku kita mengalir. Paradigma sama seperti kacamata, ia mempengaruhi cara kita melihat segala sesuatu dalam hidup kita. Jika kita melihat sesuatu melalui paradigma prinsip yang benar, apa yang kita lihat dalam hidup akan berbeda secara dramatis dengan apa yang kita lihat melalui paradigma dengan pusat yang lain. Untuk mengerti dengan cepat tentang perbedaan yang dibuat oleh pusat kita, mari kita lihat satu contoh dari masalah yang spesifik seperti yang terlihat melalui paradigma yang berbeda. Sementara kita membaca, cobalah kenakan tiap kacamata. Cobalah merasakan respons yang mengalir dari pusat-pusat yang berbeda. Andaikan malam ini Anda mengajak istri Anda untuk pergi ke konser, Anda sudah mempunyai karcisnya dan istri Anda gembira sekali karena akan pergi. Sekarang sudah pukul empat sore. Tiba-tiba, bos Anda memanggil Anda ke kantornya dan mengatakan ia memerlukan bantuan Anda sepanjang malam ini untuk menyiapkan sebuah rapat penting pukul 9 besok pagi. Seandainya Anda memandang melalui kacamata yang berpusat pada pasangan atau keluarga, kepedulian Anda yang utama adalah istri Anda. Anda mungkin akan mengatakan kepada bos Anda bahwa Anda tidak dapat tinggal di kantor karena Anda mengajak istri Anda ke konser agar dapat menyenangkan hatinya. Anda mungkin akan merasa bahwa Anda harus tinggal di kantor untuk melindungi pekerjaan Anda, tetapi Anda akan melakukannya dengan omelan, cemas akan respons istri Anda, berusaha membenarkan keputusan Anda dan melindungi diri dari kekecewaan atau kemarahan istri Anda. Jika Anda memandang melalui lensa yang berpusat pada uang, pikiran utama Anda akan tertuju pada uang lembur yang akan Anda peroleh atau pengaruh yang dihasilkan oleh kerja lembur pada kemungkinan kenaikan gaji Anda. Anda mungkin akan menelepon istri Anda dan mengatakan kepadanya bahwa Anda harus lembur, dengan asumsi ia akan mengerti bahwa tuntutan ekonomi harus didahulukan. Jika Anda berpusat pada kerja, Anda mungkin berpikir tentang perluang. Anda dapat belajar lebih banyak tentang pekerjaan tersebut. Anda dapat mengajukan beberapa pendapat pada bos Anda dan memajukan karier Anda. Anda mungkin menghibur diri karena sudah mengorbankan waktu jauh lebih banyak daripada yang diminta, bukti bahwa Anda seorang pekerja keras. Istri Anda seharusnya bangga akan Anda! Jika Anda berpusat pada harta, Anda mungkin berpikir tentang benda-benda yang dapat dibeli dengan uang tersebut. Atau mungkin Anda berpikir bahwa jika Anda lembur, maka itu merupakan aset yang bagus sekali bagi reputasi Anda di kantor. Besok, semua orang akan mendengar betapa mulianya Anda, betapa penuh pengorbanan dan setianya Anda. Sementara kita mempertimbangkan pelbagai cara memandang satu peristiwa, apakah mengherankan bahwa kita memiliki masalah persepsi "wanita muda - wanita tua" dalam interaksi kita satu sama lain? Dapatkah kita melihat betapa mendasarnya pusat-pusat kita mempengaruhi diri kita? Langsung pada motivasi kita, interpretasi kita tentang kejadian-kejadian? Itulah sebabnya memahami pusat kita sendiri sangatlah penting. Dan jika pusat tersebut tidak memberdayakan kita sebagai seorang yang proaktif, adalah hal yang mendasar bagi efektivitas kita untuk melakukan pergeseran paradigma yang diperlukan untuk menciptakan suatu pusat yang dapat memberdayakan kita. Sebagai orang yang berpusat pada prinsip, kita berusaha memisahkan diri dari emosi situasi dan dari faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi kita, dan kita berusaha mengevaluasi pilihan-pilihannya. Dengan melihat keseluruhan secara seimbang - kebutuhan kerja,kebutuhan keluarga, kebutuhan lain yang mungkin terlibat dan implikasi yang mungkin ada dari pelbagai keputusan alternatif - kita akan berusaha untuk menghasilkan solusi terbaik dengan mempertimbangkan seluruh faktor. Entah kita pergi ke konser atau tinggal di kantor dan bekerja sebenarnya merupakan bagian kecil dari keputusan yang efektif. Kita mungkin membuat pilihan yang sama dengan beberapa pusat yang lain. Akan tetapi ada perbedaan penting jika kita berawal dari paradigma yang perpusat pada prinsip. Pertama, kita tidak menjadi sasaran tindakan orang lain atau keadaan. Kita secara proaktif memilih apa yang kita putuskan sebagai alternatif terbaik. Kita mengambil keputusan secara sadar dan berdasarkan pengetahuan yang luas. Kedua, kita tahu keputusan kita paling efektif karena didasarkan pada prinsip-prinsip dengan hasil jangka panjang yang dapat diramalkan. Ketiga, apa yang kita pilih memang menyokong nilai-nilai tertinggi kita dalam hidup. Bekerja lembur agar mengungguli seseorang di kantor merupakan satu malam yang sepenuhnya berbeda dengan bekerja lembur karena kita menghargai efektivitas bos kita dan kita dengan tulus ingin menyokong kesejahteraan perusahaan. Pengalaman yang kita peroleh selama menjalankan keputusan kita selalu mengisi kualitas dan makna konteks hidup kita secara keseluruhan. Keempat, kita dapat berkomunikasi dengan istri dan bos kita dalam jaringan yang kuat yang kita ciptakan dalam hubungan yang saling tergantung. Karena kita mandiri, kita dapat saling tergantung secara efektif. Kita mungkin memutuskan untuk mendelegasikan apa yang dapat didelegasikan dan masuk lebih awal esok paginya untuk mengerjakan sisanya. Akhirnya, kita akan merasa senang dengan keputusan kita. Apa pun yang kita pilih untuk dikerjakan, kita dapat memfokuskan diri dan menikmatinya. Sebagai orang yang berpusat pada prinsip, kita melihat segalanya secara berbeda. Karena kita melihat segalanya secara berbeda, kita berpikir dengan cara berbeda, dan kita bertindak dengan cara yang berbeda pula. Karena kita mempunyai tingkatan yang tinggi dari rasa aman, pedoman, kebijaksanaan dan daya yang mengalir dari sebuah inti yang kokoh dan tak berubah, kita memiliki fondasi kehidupan yang sangat proaktif dan efektif. Advertisement:
Jadi, bab "Kebiasaan 2: Merujuk Pada Tujuan Akhir" sub bab "Berpusat pada Prinsip" dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen Covey, menekankan bahwa memilih pusat yang benar dalam hidup—yaitu prinsip yang tak tergoyahkan. Hanya dengan itulah kita bisa merancang masa depan yang efektif, berarti, dan seimbang.
|