
Masriadi Sambo adalah jurnalis, penulis, dan dosen asal Aceh yang dikenal produktif menghasilkan karya di bidang jurnalisme, komunikasi, serta fiksi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Malikussaleh, kemudian melanjutkan Magister Komunikasi Islam di STAIN Malikussaleh (kini bagian dari UIN Sultanah Nahrasiyah).
Karier jurnalistiknya dimulai dengan penugasan di Kota Lhokseumawe dan Sabang. Ia aktif sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, bahkan sempat menjabat sebagai ketua. Hingga kini, ia menjadi kontributor Kompas.com untuk wilayah tersebut. Selain menulis berita, Masriadi juga aktif menulis artikel, cerita pendek, dan buku-buku bertema komunikasi.
Sebagai akademisi, ia mengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh. Beberapa bukunya yang cukup dikenal antara lain Pengantar Jurnalisme Multiplatform (2017), Media Relations Kontemporer: Teori dan Praktik (2019), serta PR Writing: Pengantar dan Aplikasi di Era Digital (bersama Halida Bahri, 2021). Karya-karya tersebut menjadi referensi bagi mahasiswa dan praktisi kehumasan.
Di bidang fiksi, Masriadi menulis novel yang mengangkat latar Aceh. Cinta Kala Perang (2014) menceritakan kisah cinta antara gadis Aceh dan anggota militer di tengah konflik, sekaligus menggambarkan perjuangan menempuh pendidikan di masa perang. Sementara Cinta Yang Hilang (2015) mengisahkan perjuangan mahasiswa miskin pasca-tsunami yang berjuang meraih cita-cita dan menemukan kembali cintanya.
Selain mengajar dan menulis, Masriadi sering menjadi pemateri dalam berbagai workshop jurnalistik, literasi digital, dan pelatihan komunikasi. Melalui karya-karyanya, ia berupaya menjaga integritas jurnalisme sekaligus mengangkat realitas sosial Aceh dengan sudut pandang yang humanis.