
Khrisna Pabichara adalah penulis, penyair, dan penyunting asal Sulawesi Selatan yang lahir di Borongtammatea, Kabupaten Jeneponto, pada 10 November 1975. Ia dikenal luas melalui novel Sepatu Dahlan yang terbit tahun 2012 dan sempat menjadi salah satu karya inspiratif yang banyak dibicarakan.
Sebagai putra kelima dari pasangan petani, ia tumbuh dengan kecintaan pada sastra lisan Makassar seperti sinrilik, kelong, dan rapang yang diwariskan kakeknya. Sejak kecil ia gemar membaca dan menulis. Setelah menempuh berbagai pekerjaan, termasuk sempat menjadi guru dan bekerja di bidang akuntansi, ia memutuskan merantau ke Jawa dan menetap di Bogor bersama keluarga. Di sanalah ia menekuni dunia kepenulisan secara serius.
Karier kepengarangannya dimulai dari buku-buku nonfiksi seputar neurologi dan pengembangan diri. Kemudian ia merambah fiksi dengan kumpulan cerpen Mengawini Ibu (2010), disusul novel debut Sepatu Dahlan yang mengisahkan perjuangan masa kecil Dahlan Iskan. Karya-karya lain yang menonjol antara lain Gadis Pakarena, Natisha: Persembahan Terakhir, Pohon Duka Tumbuh di Matamu (kumpulan puisi), Cinta yang Diacuhkan, Kita, Kata, dan Cinta, serta Lakuna.
Selain menulis, Khrisna aktif sebagai penyunting lepas, pembicara literasi, dan pembaca puisi. Ia kerap terlibat dalam kegiatan komunitas sastra dan dikenal memiliki ketertarikan mendalam terhadap bahasa Indonesia. Melalui berbagai karyanya, ia terus mengangkat nilai-nilai perjuangan, budaya lokal, serta keindahan bahasa dalam narasi yang dekat dengan kehidupan.