| Tweet |
|
Topik:
|
Kekuatan Sinergi dalam Melipatgandakan HasilOleh Belbuk.com, 23/06/2025
Bab "Kebiasaan 6: Wujudkan Sinergi" sub bab “Komunikasi dan Sinergi" dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, Stephen Covey menyampaikan pesan penting: sinergi adalah hasil dari komunikasi yang efektif dan saling menghargai perbedaan. Ketika dua atau lebih orang berinteraksi dengan empati, terbuka, dan kreatif, mereka dapat menghasilkan solusi yang jauh lebih baik daripada yang bisa dicapai secara individu.Apakah sinergi? Didefinisikan secara sederhana, sinergi berarti keseluruhannya lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. Ini berarti hubungan antar bagian di mana bagian-bagian itu merupakan bagian di dalam dan dari hubungan itu sendiri. Sinergi bukan merupakan suatu bagian belaka, melainkan bagian yang paling bersifat katalisator, paling memberdayakan, paling menyatukan dan paling menyenangkan. Advertisement:
Proses kreatifnya juga merupakan bagian yang paling mengerikan karena kita tidak tahu secara persis apa yang akan terjadi atau ke mana arah yang dituju. Kita tidak tahu apa bahaya dan tantangan baru yang akan kita temui. Dibutuhkan rasa aman internal yang besar untuk memulai dengan semangat petualangan, semangat penemuan, dan semangat kreativitas. Tanpa ragu, kita harus meninggalkan zona kenyamanan dari kemah induk dan menghadapi keliaran yang seluruhnya baru dan tidak dikenal. Kita menjadi perintis dan pembuka jalan. Kita membuka peluang baru, wilayah baru, benua baru, agar orang lain dapat ikut.
Sinergi ada di mana-mana di alam raya ini. Jika kita menanam dua batang tanaman berdekatan satu sama lain, akar kedua tanaman tadi akan berbaur menjadi satu dan meningkatkan mutu tanah sehingga kedua tanaman akan tumbuh lebih baik daripada jika keduanya dipisahkan. Jika kita menyatukan dua batang kayu, kedua batang kayu itu akan menahan bobot jauh lebih besar dibandingkan jumlah keseluruhan beban yang ditanggung oleh masing-masing secara sendiri-sendiri. Keseluruhannya lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. Satu ditambah satu sama dengan tiga atau lebih. Tantangannya adalah menerapkan prinsip kerja sama kreatif, yang kita pelajari dari alam, dalam interaksi sosial kita. Kehidupan keluarga memberi banyak peluang untuk mengamati sinergi dan mempraktikkannya. Cara pria dan wanita membawa seorang anak ke dalam dunia itu sendiri merupakan sinergi. Intisari dari sinergi adalah menghargai perbedaan, membangun kekuatan dan mengimbangi kelemahan. Komunikasi SinergisKetika kita berkomunikasi secara sinergis, kita benar-benar membuka pikiran, hati, dan ekspresi kita kepada kemungkinan baru, alternatif baru, dan pilihan baru. Mungkin tampak seolah kita menyingkirkan Kebiasaan 2, yaitu merujuk pada tujuan akhir, tetapi sebenarnya kita melakukan hal yang sebaliknya, yaitu kita memenuhinya. Kita tidak tahu pasti ketika kita terlibat dalam komunikasi sinergis bagaimana segala sesuatunya akan terjadi atau bagaimana akhirnya akan terlihat, tetapi kita mempunyai perasaan bersemangat, rasa aman dan petualangan, percaya bahwa ini pasti akan lebih baik secara signifikan dibandingkan sebelumnya. Dan itu adalah tujuan akhir yang ada dalam pikiran kita. Kita memulai dengan keyakinan bahwa pihak-pihak yang terlibat akan memperoleh lebih banyak wawasan, dan bahwa kesenangan dari belajar dan peningkatan wawasan bersama itu akan menciptakan momentum ke arah wawasan, proses belajar, dan pertumbuhan yang jauh lebih besar lagi. Sinergi dan KomunikasiSinergi memang menggairahkan. Kreativitas memang menggairahkan. Memang luar biasa apa yang dapat dihasilkan oleh keterbukaan dan komunikasi. Kemungkinan keuntungan yang sungguh berarti, perbaikan yang begitu nyata sehingga sepadan dengan risiko yang diminta oleh keterbukaan seperti ini. Sesudah Perang Dunia Kedua, Amerika Serikat menugaskan David Lilienthal untuk mengepalai Komisi Energi Atom yang baru. Lilienthal mengumpulkan sekelompok orang yang sangat berpengaruh, yaitu para tokoh termashyur, para murid dari kerangka acuan mereka sendiri. Kelompok individu-individu yang sangat berbeda ini memiliki agenda yang sangat padat, dan mereka tidak sabar untuk memulainya. Selain itu, pers mendesak mereka. Tetapi Lilienthal meluangkan waktu beberapa minggu untuk menciptakan rekening bank emosi yang tinggi. Ia membuat orang-orang ini saling mengenal: minat mereka, harapan mereka, cita-cita mereka, keprihatinan mereka, latar belakang mereka, kerangka acuan mereka, dan paradigma mereka. Ia memfasilitasi jenis interaksi manusia yang menciptakan ikatan kuat antara orang-orang itu, dan ia dikecam keras karena menghabiskan waktu untuk melakukan hal itu sebab dianggap tidak efisien. Tetapi hasil akhirnya adalah kelompok ini menjadi erat terjalin bersama, sangat terbuka satu sama lain, sangat kreatif, dan sinergis. Respek di kalangan para anggota komisi begitu tinggi sehingga jika ada ketidaksepakatan, bukannya terjadi pertentangan dan pembelaan diri, malah ada usaha tulus untuk mengerti. Sikapnya adalah "Jika seseorang dengan kepandaian, kecakapan, dan komitmen seperti Anda tidak setuju dengan saya, maka pasti ada sesuatu yang tidak Anda setujui yang tidak saya mengerti, dan saya perlu mengerti hal itu. Anda mempunyai perspektif, kerangka acuan, yang perlu saya lihat." Interaksi nonprotektif pun berkembang, dan budaya yang luar biasa pun lahir. Tingkat terendah dalam komunikasi yang muncul dari situasi dengan kepercayaan rendah akan dicirikan dengan sikap defensif, protektif, dan sering menggunakan bahasa hukum, yang meliputi semua dasar dan menguraikan penentu dan klausa pengelakan seandainya keadaan menjadi tidak menyenangkan. Komunikasi seperti ini hanya menghasilkan Menang/Kalah atau Kalah/Kalah. Komunikasi ini tidak efektif dan hal ini menciptakan alasan lebih jauh lagi untuk membela dan melindungi diri. Posisi tengah adalah komunikasi penuh respek. Ini adalah tingkat di mana orang yang lumayan matang berinteraksi. Mereka memiliki respek satu sama lain, tetapi mereka ingin menghindari kemungkinan konfrontasi yang tidak menyenangkan, sehingga mereka berkomunikasi dengan sopan, tetapi tidak dengan empati. Mereka mungkin mengerti satu sama lain secara intelektual, tetapi mereka tidak benar-benar melihat secara mendalam paradigma dan asumsi yang mendasari posisi mereka sendiri dan tidak menjadi terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru. Komunikasi yang penuh respek memang baik dalam situasi yang bebas atau mandiri, tetapi kemungkinan kreatifnya belum terbuka. Dalam situasi yang saling tergantung, kompromi adalah posisi yang biasa diambil. Kompromi berarti bahwa 1 + 1 = 1,5. Keduanya sama-sama memberi dan menerima. Komunikasi tidak defensif atau protektif atau marah atau manipulatif; komunikasi jujur dan tulus dan penuh respek. Namun hal ini belum kreatif atau sinergis. Komunikasi ini menghasilkan bentuk yang rendah dari Menang/Menang. Sinergi berarti 1 + 1 dapat sama dengan 8, 16 atau bahkan 1600. Posisi sinergis dari kepercayaan yang tinggi menghasilkan solusi yang lebih baik dibandingkan dengan yang diusulkan semula, dan semua pihak mengetahuinya. Lebih jauh, mereka secara tulus menikmati usaha yang kreatif. Budaya mini terbentuk untuk memuaskan diri dan di dalam dirinya sendiri. Walaupun cuma berjalan singkat, keseimbangan P/KP atau Produksi/Kapasitas Produksi ada di sana. Ada beberapa keadaan di mana sinergi mungkin tidak dapat dicapai dan Tidak Sama Sekali malah lebih cocok. Akan tetapi, bahkan dalam keadaan seperti ini, semangat usaha yang tulus biasanya akan dihasilkan dalam kompromi yang lebih efektif. Advertisement:
Jadi, bab "Kebiasaan 6: Wujudkan Sinergi" sub bab “Komunikasi dan Sinergi" dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen Covey, menjelaskan bahwa ketika dua pihak berbicara dari niat untuk membangun, bukan mendominasi, mereka membuka ruang bagi solusi luar biasa yang tidak akan muncul secara individu.
|