
Jajang Jahroni adalah Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia dikenal sebagai akademisi, peneliti, dan penulis yang banyak mengkaji gerakan Islam kontemporer di Indonesia, khususnya Salafisme, serta sejarah dan kebudayaan Islam.
Lahir di Cikande, Banten, pada 12 Juni 1967, Jajang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Setelah menyelesaikan Madrasah Aliyah di Pesantren Buntet, Cirebon, ia melanjutkan studi Sarjana di Jurusan Sejarah Islam Fakultas Adab IAIN Jakarta dan lulus pada 1991. Gelar magister diraihnya dari Universitas Leiden, Belanda, dengan fokus penelitian tentang tokoh Islam lokal Sunda, Haji Hasan Mustafa. Pada 2015, ia menyelesaikan program doktor di Departemen Antropologi Boston University, Amerika Serikat, dengan disertasi berjudul The Political Economy of Knowledge: Salafism in Post-Soeharto Urban Indonesia.
Sebagai dosen, Jajang mengajar berbagai mata kuliah, antara lain Teori-Teori Ilmu Sosial dalam Sejarah, Teori Kebudayaan, Warisan Budaya dan Masyarakat, serta Sosiologi dan Antropologi. Selain mengajar, ia aktif meneliti di Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dan pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
Karya-karyanya yang dikenal luas meliputi Defending the Majesty of Islam: Indonesia’s Front Pembela Islam 1998–2003, Gerakan Salafi Radikal di Indonesia, serta sejumlah artikel tentang filantropi Saudi, institusionalisasi Salafisme, dan dinamika otoritas keagamaan di Indonesia. Ia juga menulis tentang masjid di era milenial, terorisme, serta Islamisasi di pantai utara Jawa.
Pada 1 Agustus 2021, Jajang diangkat sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Sejarah Kebudayaan Islam. Ia dikukuhkan secara resmi pada Mei 2022 dengan orasi ilmiah berjudul “Munculnya Kelompok Salafi-Wahabi di Era Indonesia Kontemporer”. Melalui penelitian dan tulisannya, ia terus berkontribusi dalam pemahaman mendalam tentang transformasi gerakan Islam di Indonesia modern.