
Faisal Yunus adalah dokter spesialis paru dan Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia lahir di Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 8 Juli 1952.
Ia menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1976. Selanjutnya, melalui beasiswa pemerintah Jepang, ia menempuh pendidikan lanjutan di Universitas Hiroshima dan meraih gelar Ph.D. pada Maret 1983. Disertasinya membahas nilai mouth occlusion pressure pada subjek normal, pasien penyakit paru kronik, serta pasien penyakit neuromuskular.
Sepulang dari Jepang, Faisal Yunus mengabdikan diri di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI yang berpusat di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta. Ia sempat memegang berbagai jabatan, antara lain Koordinator Penelitian, Ketua Divisi Paru Kerja, Supervisor Klinik Asma, Ketua Laboratorium Faal Paru, serta Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis. Pada 2004 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar FKUI.
Sebagai penulis, ia dikenal sangat produktif. Hingga kini ia telah menghasilkan puluhan artikel ilmiah sebagai peneliti utama, ratusan artikel sebagai peneliti pendamping, serta terlibat sebagai editor dalam sejumlah buku, di antaranya Buku Ajar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. Fokus penelitannya mencakup asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), faal paru, dan penyakit paru akibat kerja. Ia juga dikenal sebagai salah satu dokter yang memperkenalkan terapi nebulizer untuk pasien asma dan PPOK di Indonesia.
Di tingkat organisasi, Faisal Yunus pernah menjabat sebagai Ketua Kolegium Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Indonesia serta mewakili Indonesia di Global Initiative for Asthma (GINA) dan Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD). Atas dedikasinya, ia beberapa kali menerima penghargaan Djuned Pusponegoro Award dari Ikatan Dokter Indonesia.
Melalui praktik klinis, penelitian, dan karya tulisnya, Faisal Yunus menjadi salah satu tokoh penting dalam pengembangan ilmu kedokteran respirasi di Indonesia.