
Ernest Miller Hemingway adalah salah satu penulis Amerika Serikat paling berpengaruh abad ke-20. Ia lahir pada 21 Juli 1899 di Oak Park, Illinois, dekat Chicago, sebagai putra seorang dokter dan seorang musisi. Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan suburban yang konservatif, namun musim panas di danau Michigan memberikan pengalaman alam yang kelak mewarnai banyak karyanya.
Setelah lulus sekolah menengah pada 1917, Hemingway tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia bekerja sebagai reporter di The Kansas City Star, di mana ia belajar menulis kalimat yang sederhana dan padat—gaya yang kemudian menjadi ciri khasnya. Ketika Perang Dunia I berkecamuk, ia ditolak masuk tentara karena masalah penglihatan, lalu bergabung sebagai pengemudi ambulans Palang Merah di Italia. Pada 1918 ia terluka parah oleh mortir di garis depan dan dirawat di rumah sakit Milan.
Pengalaman perang itu membentuk pandangannya tentang keberanian, kematian, dan “grace under pressure.” Setelah perang, ia pindah ke Paris dan bergabung dengan kelompok penulis “Lost Generation.” Di sana ia menulis novel-novel yang membuatnya terkenal: The Sun Also Rises (1926), A Farewell to Arms (1929), dan kemudian For Whom the Bell Tolls (1940) yang terinspirasi dari Perang Saudara Spanyol.
Karya yang mengukuhkan reputasinya di tingkat dunia adalah novel pendek The Old Man and the Sea (1952). Buku ini memenangkan Pulitzer Prize pada 1953 dan menjadi salah satu alasan utama ia dianugerahi Nobel Prize in Literature pada 1954.
Hemingway menikah empat kali dan memiliki tiga anak. Kehidupan pribadinya penuh petualangan: berburu di Afrika, memancing di Laut Karibia, menjadi koresponden perang, dan tinggal lama di Kuba. Namun di balik citra maskulin dan petualang itu, ia bergulat dengan depresi, alkohol, dan cedera fisik yang menumpuk. Pada 2 Juli 1961, di rumahnya di Ketchum, Idaho, ia mengakhiri hidupnya dengan senapan.
Meskipun usianya tidak panjang, gaya prosa Hemingway yang hemat kata, tajam, dan penuh ketegangan emosional terus memengaruhi generasi penulis di seluruh dunia hingga kini.