
Candra Malik adalah sastrawan, wartawan, penyanyi religi, dan budayawan Indonesia yang dikenal luas dengan sapaan Gus Can. Ia lahir di Solo (Surakarta), Jawa Tengah, pada 25 Maret 1978.
Sejak muda ia aktif di dunia jurnalistik. Ia bekerja selama delapan tahun di Jawa Pos, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Liputan Indo Pos di Jakarta. Setelah itu, ia menjadi kontributor di berbagai media cetak dan daring, sekaligus menulis kolom, esai, puisi, dan cerita pendek di sejumlah media nasional seperti Kompas, Majalah Horison, dan lainnya.
Sebagai penulis, Candra Malik banyak menghasilkan karya bertema spiritual dan tasawuf. Beberapa bukunya yang dikenal antara lain Makrifat Cinta, Menyambut Kematian, Mawar Hitam (kumpulan cerpen), Asal Muasal Pelukan dan Surat Cinta dari Rindu (kumpulan puisi), serta novel Mustika Naga dan Layla. Profesor Budi Darma bahkan menjulukinya sebagai “Sastrawan Sufi”.
Selain menulis, ia juga aktif di dunia musik. Ia menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu religi, merilis album Kidung Sufi, serta menghasilkan scoring dan soundtrack film. Pada 2014, ia meraih Piala Vidia sebagai Penata Musik Film Televisi Terbaik di Festival Film Indonesia.
Candra Malik juga terlibat dalam kegiatan sosial dan kebudayaan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lesbumi PBNU periode 2015–2020 dan aktif sebagai pengasuh pesantren serta pembicara di berbagai forum spiritual dan budaya. Hingga kini, ia terus berkarya di bidang sastra, musik, dan dakwah dengan pendekatan yang menggabungkan seni dan nilai-nilai sufisme.