 Becky Albertalli adalah penulis Amerika yang dikenal lewat novel young adult romansa LGBTQ+ yang hangat dan autentik. Lahir dan besar di Atlanta, Georgia, ia sempat bekerja sebagai psikolog sekolah sebelum menekuni menulis penuh waktu. Pengalaman tersebut banyak memengaruhi pemahamannya tentang remaja dan isu-isu identitas.
Nama Becky Albertalli meledak secara global lewat novel debutnya yang luar biasa sukses, Simon vs. the Homo Sapiens Agenda (2015). Buku ini menceritakan tentang Simon Spier, seorang remaja laki-laki gay yang belum coming out dan terjebak dalam intrik email anonim dengan teman sekelasnya.
Advertisement:
Novel ini dipuji karena pendekatannya yang membumi: coming out tidak digambarkan sebagai tragedi yang suram, melainkan sebagai bagian dari perjalanan menemukan jati diri yang diwarnai oleh persahabatan, keluarga, dan tentu saja, kue oreo. Kesuksesan buku ini semakin berlipat ganda ketika diadaptasi ke layar lebar menjadi film hit berjudul Love, Simon (2018), yang menjadi tonggak penting bagi representasi sinema remaja mainstream.
Dalam dunia sastra remaja (young adult atau YA) kontemporer, sedikit sekali penulis yang mampu menangkap manisnya, kecanggungan, dan kerumitan masa muda sekonsisten Becky Albertalli. Sebagai penulis New York Times best-seller, ia telah menjadi salah satu figur paling dicintai di ranah fiksi remaja berkat kemampuannya merajut kisah cinta yang menghangatkan hati, humor yang segar, serta representasi LGBTQ+ yang jujur, suportif, dan penuh sukacita.
Sebelum namanya melambung di rak-rak buku seluruh dunia, Becky Albertalli menjalani karier yang sangat berkaitan dengan dunia remaja: ia adalah seorang psikolog klinis dan konselor sekolah. Selama bertahun-tahun bekerja dengan para remaja, ia mendengarkan cerita, ketakutan, harapan, dan dinamika sosial yang mereka hadapi setiap hari.
Pengalaman mendalam ini menjadi fondasi yang kuat bagi suara kepenulisannya. Albertalli tidak menulis tentang remaja dari kejauhan; ia memahami psikologi mereka, cara mereka berbicara, dan bagaimana kecemasan kecil terasa begitu besar di usia tersebut. Transisinya ke dunia fiksi berawal dari dorongan untuk menulis cerita yang ia harapkan bisa dibaca oleh para siswanya—sebuah kisah yang membuat mereka merasa dilihat dan diterima apa adanya.
Advertisement:
Becky Albertalli tinggal di Atlanta bersama suami dan dua anaknya. Ia dikenal sebagai advokat literasi dan representasi di sastra YA, terus menulis cerita yang membantu remaja merasa dilihat dan diterima. Karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi bacaan favorit jutaan pembaca di seluruh dunia.
|