
Aveus Har adalah nama pena dari Suharso, sastrawan asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai penulis cerpen, novel, puisi, serta skenario film yang produktif. Lahir di Pekalongan pada tahun 1977, ia hanya berpendidikan hingga tingkat SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) dan tidak pernah menempuh pendidikan formal di bidang sastra.
Meski demikian, kecintaannya pada membaca sejak kecil membawanya ke dunia menulis. Cerpen pertamanya dimuat di majalah remaja pada 1998, dan sejak itu ia terus mengasah kemampuan dengan mengirim naskah ke berbagai media. Karya-karyanya mengeksplorasi tema kerentanan manusia, relasi, eksistensial, dan kehidupan sehari-hari dengan gaya yang mendalam dan menyentuh. Beberapa novelnya antara lain Suparman Pulang Kampung, Warna Merah pada Hati, Sorry that I Love You, Tak Ada Embusan Angin, serta kumpulan cerpen lainnya.
Di balik prestasi sastra nasionalnya, Aveus Har menjalani kehidupan sederhana sebagai pedagang mie ayam di teras rumahnya di Pekalongan sejak 1997. Ia sering menulis di sela-sela melayani pelanggan, mencatat ide di ponsel, dan mengolah cerita sambil meracik mi. Pernah bekerja sebagai petugas kebersihan (tukang sampah), ia tetap gigih mengejar passion-nya meski harus menghadapi tantangan ekonomi dan keraguan diri.
Prestasi terbesarnya termasuk meraih Cerpen Terbaik Kompas 2023 lewat karya berjudul “Istri Sempurna” yang diumumkan pada Desember 2024. Ia telah menerbitkan belasan buku dan beberapa kali memenangkan lomba menulis novel. Meski introver dan sesekali merasa mundur dari dunia sastra, Aveus Har terus berkarya sebagai bentuk aktualisasi diri yang tiada akhir. Ia tinggal di Pekalongan bersama istri Khopipah dan kedua anaknya.
Dengan latar belakang yang jauh dari “menara gading”, Aveus Har menjadi inspirasi bahwa sastra bisa lahir dari kesederhanaan dan ketekunan sehari-hari.