
Dalam lanskap akademik Indonesia, nama Arvian Triantoro, S.Pd., M.Si. dikenal sebagai sosok yang tidak hanya bergelut dengan angka, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap isu-isu sosial dan kebijakan publik. Sebagai seorang dosen, peneliti, dan penulis, ia secara konsisten mengeksplorasi peran akuntansi dalam tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif.
Arvian Triantoro merupakan staf pengajar di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Di sana, ia mengabdi pada Program Studi Pendidikan Akuntansi. Dedikasinya terhadap isu sosial membawanya menjabat sebagai Direktur Pusat Kajian Poverty, Economics Inclusion, Governance and Sustainability di FPEB UPI.
Kepakarannya dalam bidang kebijakan publik diakui secara luas, yang terbukti dengan penugasannya oleh Gubernur Jawa Barat sebagai Koordinator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Provinsi Jawa Barat. Posisi ini menempatkan Arvian di garda depan dalam fasilitasi sumber daya dan dukungan teknis untuk penanganan masalah sosial di daerah.
Sebagai seorang penulis, Arvian produktif dalam menghasilkan karya yang bersifat edukatif maupun hasil riset mendalam. Ia menulis buku bertajuk "Mahir Komputerisasi Akuntansi dengan MYOB Accounting v.23" (2018), yang menjadi referensi praktis bagi mahasiswa dan praktisi akuntansi. Fokus penelitiannya mencakup Public Policy, Pro-Poor Budget Analysis, dan transparansi laporan keuangan. Karya-karyanya telah dipublikasikan di berbagai jurnal terakreditasi, baik nasional maupun internasional.
Keaktifan Arvian tidak terbatas di dalam negeri. Pada tahun 2025, ia terpilih menjadi delegasi Brac International Indonesia untuk melakukan riset pengentasan kemiskinan di Bangladesh. Melalui kegiatan ini, ia mempelajari program-program unggulan seperti Ultra Poor Graduation Initiative (UPGI) untuk kemudian mengadaptasi keberhasilan tersebut ke dalam konteks permasalahan kemiskinan perkotaan di Jawa Barat.
Melalui tulisan dan risetnya, Arvian Triantoro terus berupaya membuktikan bahwa akuntansi bukan sekadar instrumen pencatatan, melainkan alat strategis untuk menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.