
Dr. dr. Amin Tjubandi, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) adalah dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular Indonesia yang fokus pada bedah jantung dewasa. Ia dikenal sebagai praktisi bedah jantung minim sayatan (Minimal Invasive Cardiac Surgery/MICS) serta peneliti di bidang bedah kardiovaskular.
Ia menempuh seluruh pendidikan kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum pada 1997, ia melanjutkan spesialisasi bedah umum, kemudian spesialis bedah toraks dan kardiovaskular yang diselesaikannya pada 2010. Pada 2012 ia menjalani fellowship di bagian Bedah Jantung Dewasa Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Tahun 2017 ia resmi menjadi Konsultan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular. Ia juga menyelesaikan program doktor Ilmu Kedokteran di Universitas Indonesia.
Sebagai dokter bedah jantung, Amin Tjubandi praktik di beberapa rumah sakit, antara lain RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Primaya Hospital Bekasi Barat, dan Brawijaya Hospital Saharjo (BraveHeart Cardiovascular Center). Keahliannya meliputi bedah pintas arteri koroner (CABG) minim sayatan, perbaikan dan penggantian katup jantung, bedah aorta hibrida (EVAR/TEVAR), serta bedah jantung bawaan pada dewasa. Ia dikenal menerapkan pendekatan “Small Cut Big Difference” yang menekankan sayatan kecil dan pemulihan lebih cepat bagi pasien.
Selain praktik klinis, ia aktif menulis dan meneliti. Salah satu karyanya membahas teknik Island Flap Rotation sebagai metode baru perbaikan regurgitasi katup mitral degeneratif. Ia juga terlibat dalam penulisan buku ajar bedah pintas arteri koroner bersama rekan-rekannya. Melalui kombinasi praktik bedah, penelitian, dan penulisan ilmiah, Dr. Amin Tjubandi berkontribusi dalam pengembangan teknik bedah jantung modern di Indonesia.