“……….Posfeminisme memungkinkan suara perempuan yang selama ini termarjinalkan akan kembali mendapatkan tempat dalam wacana feminism dan wacana publik. Barangkali inilah gaung dari kesadaran posfeminisme yang bisa disuarakan dalam dunia yang dirindukan oleh sebagian orang sebagai dunia post-patriarchy society. Mungkin terdengar utopia. Tapi bukankah ketika ada keyakinan, di situ ada harapan untuk memperbaiki nasib perempuan dalam dunia yang semakin egaliter—Idi Subandy Ibrahim BAGI mereka yang tengah mencari panduan untuk menyeberangi “perairan” teori feminis kontemporer yang terkadang suram, buku ini akan menjadi tempat persinggahan awal yang menenteramkan hati.