Banyak orang tidak bisa membedakan antara "lucu bermakna" dengan "asal buat ketawa". Kelucuan bisa mengurangi stres dan menenangkan hati. Namun kelucuan bisa juga meninabobokan, melecehkan orang atau mengumbar hawa nafsu. Sudah menjadi satu kebiasaan bahwa lelucon kerap dianggap lucu jika mengandung unsur tidak senonoh dan tidak pantas. Parahnya lagi, beratnya tekanan dan beban hidup membuat sebagian besar orang di negeri ini tidak pernah lagi bisa tertawa lepas. Masalah yang datang bertubi-tubi telah mencuri selera humor dalam diri banyak orang.
Sudah terlalu lama rasanya kita jarang mendengar guyonan yang membuat kita tertawa lepas sekaligus berpikir keras. Nah, buku ini mencoba memberikan nuansa parodi yang baru. Lewat kenaifan dan keluguan tokoh Si Pandir, kita akan dibuat tertawa terpingkal-pingkal sekaligus termenung dalam diam karena tanpa disadari, hal yang terjadi dalam hidup Si Pandir juga dialami oleh jutaan orang, tak terkecuali Anda!
Bab 1. YA..Ya.. Bab 2. Anak Itu Hilang Bab 3. Jalur Cepat Bab 4. Banyak Lalat di Rumahku Bab 5. Kambing Makan Kambing Bab 6. Tidak Dilakukannya Bab 7. Tidak Lupa Bab 8. Keledai Saya Bab 9. Luar Biasa, Tidak Jatuh! Bab 10. Bagaimana Memahami Bab 11. Anti Tipu Bab 12. Si Latahlah Juaranya Bab 13. Melawan Arus Bab 14. Hajatan Besar Bab 15. Coba Jika Bab 16. Kuras Kantong? Tak Usah Ya! Bab 17. Mengejar Hadiah