Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Masuk Akun
Pesanan
 Troli
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Bisnis & Keuangan    Manajemen

Tomorrow Is Today: Inilah Inovasi Disruptif Perusahaan Indonesia dalam Menghadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.40 kg
Tahun 2017
Halaman 402
ISBN 9786024410360
Penerbit Mizan
   Buku Sejenis
 
Harga:Rp84.600
Harga Normal:Rp94.000
  Diskon 10%
Tersedia:Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

I’ve been livin’ for the moment
But I just can’t’ have my way
And I’m afraid to go sleep
Cause tomorrow is today
—Tomorrow is Today, Billy Joel.


Anda mungkin pernah mendengar potongan lirik lagu Tomorrow is Today yang dinyanyikan oleh Billy Joel itu. Namun, Anda mungkin belum tahu latar belakangnya. Konon, Billy Joel didera rasa frustrasi dan depresi pada hari itu dan hari esoknya. Begitulah perjalanan seorang bintang.  Di balik bertaburannya cahaya gemerlap, Billy Joel ternyata juga mengalami depresi, bahkan berujung bunuh diri.

Kisah pilu seperti itu tentu tak hanya dialami seorang musisi. Dalam dunia bisnis dan pemerintahan sangat biasa kita saksikan sikap mental inferior dan fatalistik di antara para eksekutif dan entrepreneur. Mereka khawatir terhadap banyak hal. Berbicara dengan nada sedih, seorang pengusaha yang pernah berjaya merespons model baru bisnis yang digerakkan orang-orang muda, “Apa saya tutup saja semua usaha saya di sini? Pemerintah tak peduli dengan kami. Ribuan tenaga kerja terancam.”

Perubahan itu pasti. Sayangnya tak semua orang mau berubah, sebagian malah terperangkap dalam “masa lalu”, masa-masa emasnya yang tak ada lagi. Ia berpikir zaman keemasan itu akan ada terus, dan bila hilang, ia pun tetap berpikir cara lamalah yang benar.

Buku lanjutan tentang disruption ini, bukan untuk menjelaskan lagi tentang disruption itu sendiri. Penulis ingin mengajak Anda melihat apa yang dilakukan eksekutif Indonesia yang menyadari adanya ancaman disruption. Ancaman yang bisa membuat mereka mati, atau minimal, kesakitan.

Alih-alih membiarkan perusahaannya mati, meski kadang perubahan terus-me¬nerus memicu frustrasi, sebagian dari mereka justru merespons secara inovatif dan melakukan self disruption. Walaupun masih banyak juga yang tanpa menyadari telah mengambil jalan bunuh diri, terperangkap oleh masa lalunya, seperti Nokia atau Kodak.

Apa pun profesi dan latar belakang Anda, jangan lewatkan membaca buku yang menggugah dan mencerahkan ini!
(Kembali Ke Atas)

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut

Studi Kasus: Desain & Metode
Robert K. Yin
Rp65.700 Rp73.000
Pengantar Bisnis Modern: Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern
Basu Swastha
Rp54.000 Rp60.000
Metodologi Penelitian Ilmu Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Pengetahuan Sosial
Suprapto
Rp31.500 Rp35.000
Self Driving
Rhenald Kasali
Rp75.600 Rp84.000
Matematika Ekonomi dan Bisnis (Edisi 2)
Sri Mulyono
Rp67.500 Rp75.000
(Kembali Ke Atas)