Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Masuk Akun
Pesanan
 Troli
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanJual Buku AndaTentang KamiHubungi Kami
Buku    Bahasa & Kamus    Bahasa Indonesia

Teori Semantik (Edisi 2)

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.42
Tahun 2004
Halaman 304
ISBN 9789797414207
Penerbit Erlangga
   Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?
4

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Penelitian Tindakan Kelas (Edisi Revisi)
Suharsimi Arikunto
Rp66.600 Rp74.000
Linguistik Umum (Edisi Revisi)
Abdul Chaer
Rp81.000 Rp90.000
Dasar-Dasar Analisis Sintaksis
Jos Daniel Parera
Rp109.800 Rp122.000
Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar
Nana Sudjana
Rp43.200 Rp48.000
Lainnya+   

Sinopsis

Buku Teori Semantik ini berisikan uraian tentang dasar-dasar studi semantik atau kemaknaan bahasa, khususnya bahasa alami. Studi bahasa tanpa memperhatikan makna adalah satu studi yang sia-sia. Dalam berbahasa, manusia mengomunikasikan makna sebagai wakil dare pikiran dan perasaan mereka.

Bahasa dalam wujud bunyi, tata bentuk, dan tata kalimat hanyalah sebagai sarana komunikasi. Yang dikomunikasikan adalah pikiran, makna, tujuan, dan perasaan. Buku Teori Semantik mengungkapkan ciri utama dan dasariah bahasa, yakni makna dalam sejumlah kemungkinan dan variasi.

Salah satu ciri utama analisis makna yang terdapat dalam buku ini ialah pembahasaan makna dalam empat aras, yakni aras linguistik, aras logika atau proposisi, aras kontekstual, dan aras pragmatik. Dengan pembedaan pembahasaan makna ke dalam aras-aras itu, maka studi semantik menjadi utuh dan lengkap.

Buku ini perlu dibaca, dipahami, dan dirujuk oleh semua pemakai bahasa yang hendak menunjukkan kecermatan berpikir dan berbahasa. Dengan demikian, buku ini tidak hanya diperuntukkan bagi para pakar bahasa, tetapi lebih-lebih buku ini perlu dirujuk dan dibaca oleh para pakar ilmu pengetahuan dan pemakai aktif bahasa, misalnya para peneliti, para dosen dalam bidang ilmu apa Baja, para ahli hukum, para politikus, para penulis buku ilmiah, para wartawan, para editor, dan lain-lain yang oleh tuntutan profesi mereka, mereka memerlukan kedisiplinan berfikir dan kedislipinan berbahasa, khususnya dalam masalah kemaknaan dan permaknaan.
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)