belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan
Buku    Hukum    Pidana & Perdata

Surat Dakwaan Dalam Hukum Acara Pidana

Berat 0.25 kg
Tahun 2016
ISBN 9789794142226
Penerbit Alumni
   Buku Sejenis
 
Persediaan Habis
Persediaan Buku sedang habis. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat persediaan sudah ada?
Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut
Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Penyidikan dan Penuntutan
M. Yahya Harahap
Rp131.400 Rp146.000
Asas-asas Hukum Pidana (Edisi Revisi)
Andi Hamzah
Rp43.200 Rp48.000
Asas Legalitas dan Penemuan Hukum Dalam Hukum Pidana
Eddy O.S. Hiariej
Rp63.000 Rp70.000
Proses Penanganan Perkara Pidana: Di Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Upaya Hukum dan Eksekusi (Bagian 2) (Edisi 2)
Leden Marpaung
Rp105.300 Rp117.000
Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, Dan Peninjauan Kembali (Edisi 2)
M. Yahya Harahap
Rp184.050 Rp204.500

Sinopsis

Perkembangan praktek penegakan hukum sangat memprihatinkan pada dewasa ini. Setiap instansi penegak hukum sering melampaui wewenang yang telah diatur dalam undang-undang.

Hukum acara pidana menganut asas legalitas secara ketat, lebih ketat dari pada asas legalitas dalam hukum pidana materiel. Dalam hukum pidana materiel, orang boleh dipidana berdasarkan perundang-undangan pidana (werrelijkstrafbepaling), sedangkan dalam hukum acara pidana, orang diperiksa sebagai tersangka, ditangkap, ditahan, dituntut, diadili harus berdasarkan undang-undang (strafwet), tidak boleh berdasarkan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Daerah. Sekarang banyak orang menafsirkan undang-undang secara akrobatik, misalnya pertanyaan seseorang sebagai tersangka termaksuk upaya paksa (dwangmiddelen) dan Putusan Praperadilan di luar ketentuan KUHAP (Pasal 77 sd Pasal 82).

Dalam buku ini juga diuraikan tentang penyusunan surat dakwaan yang sangat panjang lebar tidak ''to the point'',  sulit dimengerti, bertentangan dangan kecenderungan yang seharusnya dakwaan itu cermat, jelas dan lengkap. Kata-kata 'lengkap'' dalam KUHAP (Pasal 143), tidak berarti panjang lebar dan tidak jelas. Lengkap maksudnya semua bagian ini delik (delictsbestanddelen) yang disebut memenuhi unsur delik harus termuat di dalamnya. Seharusnya, padat, singkat dan mudah dimengerti oleh terdakwa dan hakim.

(Kembali Ke Atas)

Ulasan

Dian Anggraini, 03 October, 2017Rating: 5 dari 5 Bintang!
Kritikan tajam tentang hukum acara pidana terutama mengenai surat dakwaan. Pandangan rechtsdogmatiek sangat kental sangat bermaanfaat untuk praktek
1 dari 1 orang menilai cukup membantu
Apakah ulasan ini membantu?
Ya
 
Tidak
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)