belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan

Sang Penggesek Biola: Sebuah Roman Wage Rudolf Supratman

Berat 0.50 kg
Tahun 2018
Halaman 406
ISBN 9786027926417
Penerbit Pustaka IIMaN
   Buku Sejenis
 
Harga:Rp76.500
Harga Normal:Rp90.000
  Diskon 15%
Tersedia:Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Setelah kemunculannya membawakan lagu Indonesia Raya—yang disebutnya sebagai lagu kebangsaan—pada Kongres Pemuda Kedua tahun 1928, hidup Wage Rudolf Supratman berubah. Agen-agen PID (Dinas Intelijen Kepolisian Hindia Belanda) terus mengawasinya. Upaya Supratman menyebarkan lagu itu pun selalu membentur dinding, mulai dari menyebarkan partitur lagu itu lewat surat kabar Sin Po, hingga merekamnya dalam piringan hitam. Surat kabarnya disita dan piringan hitamnya dimusnahkan.

Di tengah gejolak politik, kisah cinta Supratman dengan Mujenah juga tak mulus. Ia akhirnya menemukan sosok pengganti bernama Salamah. Sayangnya, keluarga Supratman tak merestui. Kisah cinta keduanya begitu menghanyutkan dan mengharu biru di tengah kehidupan mereka yang serba pas-pasan.

Sementara itu, Pemerintah Hindia Belanda tak henti menyebar kabar bohong. Lagu Indonesia Raya disebut sebagai lagu jiplakan. Tak pelak lagi, Supratman diburu. Ia meninggalkan Batavia, tapi agen-agen PID itu selalu mengikuti ke mana pun ia bersembunyi!

Endorsement:

“Roman tentang W.R. Supratman ini menjadi penting untuk siapa pun yang ingin melihat awal mula dan merawat Indonesia, semua berawal dari karya cipta berupa sebuah lagu.”
—Glenn Fredly, musisi, penggagas Voice of The East (VOTE)

“W.R. Supratman, sang pencipta lagu Indonesia Raya, seringkali hanya diingat semata-mata sebagai pencipta lagu. Padahal, proses menuju penciptaan lagu tersebut tidak mudah. Kebebasan ia pertaruhkan untuk mengekspresikan kecintaannya pada Indonesia melalui seni. Generasi muda harus membaca lagi tentang W.R. Supratman agar kita paham sejarah seorang musisi yang lagunya mengumandangkan nasionalisme di Indonesia hingga hari ini.”
—Tsamara Amany Alatas, aktifis perempuan, penulis buku Curhat Perempuan

Ulasan

Wenny Liztia, 26 April, 2019Rating: 5 dari 5 Bintang!
Wage Supratman adalah pribumi yang berprofesi sebagai seorang pencari berita. Keingin tahuannya terhadap organisasi pergerakan dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan membuat dirinya selalu terlibat dengan persoalan bernegara. Ia kerap meliput informasi pada kongres pergerakan yang mengobarkan semangat kemerdekaan dan berulang kali menghadiri acara tersebut membuat dirinya akrab dengan pemuda pergerakan tersebut. Tanpa sengajaia ia mencipta lagu yang kita pakai sebagai lagu kebangsaan saat ini karena kepandaiannya menggesek Biola dan membuat banyak kagum banyak orang. Kisah cinta dan perjalanan hiudupnya sangat menyentuh hati, penuh kesedihan dan pengharapan yang tak kunjung tiba. Namun karena tekad dan kecintaannya terhadap Bangsa ia mesti rela berulang kali di penjara dan akhir hidupnya juga meninggal dalam usia yang masih
Apakah ulasan ini membantu?
Ya
 
Tidak
Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut
Mohamed Salah: Pesepakbola Muslim yang Menghapus Islamofobia
Iqbal Dawami
Rp58.650 Rp69.000
Sosrokartono: Novel Biografi R.M.P. Sosrokartono: Guru Sukarno, Inspirator Kartini
Aguk Irawan M.N.
Rp72.250 Rp85.000
Lopa Yang Tak Terlupa
Alif we Onggang
Rp69.700 Rp82.000