Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanJual Buku AndaTentang KamiHubungi Kami
Buku    Sejarah, Budaya & Filsafat    Filsafat

Psikologi Suryomentaraman: Pedoman Hidup Bahagia ala Jawa

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.36
Tahun 2020
Halaman 238
ISBN 9786237378303
Penerbit Ircisod
   Buku Sejenis
 
Harga: Rp65.000
Tersedia:
Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Sepertinya, setiap zaman selalu melahirkan tokoh-tokohnya sendiri. Tidak terkecuali pada awal abad ke-20; sebuah masa transisi di mana pergerakan nasional tumbuh subur di tanah jajahan Hindia Belanda, yakni Indonesia. Era itu menandai kegelisahan sebuah “bangsa jajahan” untuk mencari identitas baru dalam haru-biru gejolak masa transisi yang pelik sekaligus menyakitkan.

Salah satu tokoh terkenal pada masa itu adalah Ki Ageng Suryomentaram, yang lahir pada 20 Mei 1892, di Keraton Yogyakarta. Ia ialah anak ke-55 Sultan Hamengku Buwono VII. Ia termasuk seorang pemikir Jawa, yang sosok dan buah pemikirannya dijadikan sebagai topik penting dalam keseluruhan uraian buku ini. Di antaranya, tentang ilmu nyata dan ilmu keyakinan, mawas diri sebagai sumber pengetahuan sejati, ilmu tentang diri dan masyarakat, pendidikan untuk menajamkan rasa dan rasio, perkawinan sebagai pemenuhan sekaligus pengendalian hasrat, pegangan hidup, dll.

Semangat yang diusung oleh Ki Ageng Suryomentaram adalah mengajak kita untuk berpikir rasional. Namun, rasionalitas Ki Ageng memiliki corak yang agak berbeda dengan rasionalitas Barat secara umum yang angkuh dan kaku. Kawruh Jiwa adalah sistem pengetahuan rasional yang memiliki ciri reflektif, karena di dalamnya terliput dimensi rasa atau afeksi, kapasitas psikologis yang dalam tradisi Barat terbedakan secara tegas dengan rasio. Jika rasionalitas Barat berciri self-centered maka rasionalitas Kawruh Jiwa bersifat relationship-centered, karena ciri akomodatifnya yang menempatkan rasa orang lain sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya mencapai kebenaran dan kebahagiaan. Selamat membaca!

Ilmu Nyata dan Ilmu Keyakinan
Dari Kramadangsa menjadi Manusia tanpa Ciri
Mawas Diri sebagai Sumber Pengetahuan Sejati
Ilmu tentang Diri dan Masyarakat
Menyembah Yang Maha Kuasa
Pendidikan untuk Menajamkan Rasa dan Rasio
Perkawinan sebagai Pemenuhan sekaligus Pengendalian Hasrat
Pegangan Hidup, dll.
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)