Dikirim 2-5 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)
Sinopsis
Buku ini dirancang untuk menunjukkan betapa pentingnya kasus klinis dalam profesi dokter gigi dan prostodontik melalui penyajian berbagai kasus aktual dalam kerangka akademis. Prostodontik: Kasus Klinis membicarakan prinsip utama rehabilitasi dan pengaplikasiannya dalam praktik sehari-hari melalui penggambaran berbagai kasus dari yang sederhana hingga yang kompleks, dan dari yang sering dijumpai sampai yang jarang terjadi. Pendekatan unik ini mendukung tren baru dalam pembelajaran berbasis kasus dan berbasis masalah, yang mencakup beragam topik dari geligi tiruan lengkap konvensional hingga rehabilitasi mulut menyeluruh menggunakan implan dan geligi tiruan lepasan.
Kasus 1 - Perawatan pasien tak-bergigi dengan protesis geligi tiruan lengkap konvensional
Kasus 2 - Perawatan pasien tak-bergigi dengan overdenture penyangga dua implan pada rahang bawah
Kasus 3 - Perawatan pasien dengan sindrom kombinasi
Kasus 4 - Perawatan pasien tak-bergigi disertai atrofi mandibula yang parah
Kasus 5 - Penatatalaksanaan kasus florid cemento-osseus dysplasia (FCOD)
Kasus 6 - Perawatan pasien tak-bergigi sebagian menggunakan protesis gigi tiruan sebagian lepasan dengan penyangga implan
Kasus 7 - Perawatan pasien tak-bergigi sebagian dengan menggunakan geligi tiruan lepasan dan cekat
Kasus 8 - Penatalaksanaan ectodermal dysplasia I—geligi tiruan overdenture
Kasus 9 - Penatalaksanaan ectodermal dysplasia II—dengan geligi tiruan lepasan berpenyangga implan
Kasus 10 - Penatalaksanaan ectodermal dysplasia III—pendekatan multidisipliner
Kasus 11 - Penatalaksanaan gigi insisif sentral yang mengalami fraktur (I)—tingkat ringan
Kasus 12 - Penatalaksanaan gigi insisif sentral yang mengalami fraktur (II)—tingkat moderat
Kasus 13 - Penatalaksanaan gigi insisif sentral yang mengalami fraktur (III)—tingkat lanjut
Kasus 14 - Rehabilitasi gigi anterior (I)—kombinasi restorasi sebagian dan penuh
Kasus 15 - Rehabilitasi gigi anterior (II)—restorasi sebagian
Kasus 16 - Rehabilitasi gigi anterior yang memerlukan ekstrusi gigi secara ortodontik
Kasus 17 - Penatalaksanaan gigi berjejal yang parah—pendekatan multidisipliner
Kasus 18 - Penatalaksanaan pasien dengan gigi kaninus rahang atas yang mengalami transposisi
Kasus 19 - Penatalaksanaan pasien dengan kehilangan dukungan posterior
Kasus 20 - Penatalaksanaan konsekuensi dari kasus tak-bergigi sebagian
Kasus 21 - Penatalaksanaan gigi yang mengalami keausan (I)—akibat dari maloklusi gigi
Kasus 22 - Penatalaksanaan gigi yang mengalami keausan (II)—keausan lokal tingkat lanjut
Kasus 23 - Penatalaksanaan gigi yang mengalami keausan (III)—keausan generalisata tingkat lanjut
Kasus 24 - Perawatan implan versus perawatan endodontik
Kasus 25 - Perawatan gigi pascaperawatan endodontik
Kasus 26 - Indikator prognosis untuk strategi pencabutan pada rehabilitasi mulut secara menyeluruh
Kasus 27 - Perawatan pasien menggunakan protesis geligi tiruan lengkap dengan penyangga implan
Kasus 28 - Rehabilitasi seluruh mulut—protesis berpenyangga implan (I)
Kasus 29 - Rehabilitasi seluruh mulut—protesis berpenyangga implan (II)
Kasus 30 - Rehabilitasi seluruh mulut—protesis berpenyangga implan, berpenahan sekrup
Kasus 31 - Rehabilitasi seluruh mulut—protesis berpenyangga implan dan cekat dengan penyemenan
Kasus 32 - Rehabilitasi seluruh mulut—protesis cekat dengan dukungan kombinasi sisi dan implan
Kasus 33 - Rehabilitasi seluruh mulut—kombinasi implan dan protesis cekat dengan dukungan gigi dan protesis lepasan
Kasus 34 - Penatalaksanaan pasien bulimia
Kasus 35 - Penatalaksanaan manifestasi oral pada penyalahgunaan metamfetamin
Kasus 36 - Penatalaksanaan cleidocranial dysplasia (I)—perawatan pada pasien remaja
Kasus 37 - Penatalaksanaan cleidocranial dysplasia (II)—perawatan pada pasien dewasa