Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanJual Buku AndaTentang KamiHubungi Kami
Buku    Biografi & Memoar    Biografi

Masalalu Selalu Aktual

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.50
Tahun 2016
Halaman 435
ISBN 9786026208255
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
   Buku Sejenis
 
Harga: Rp70.000
Tersedia:
Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

HUMANISME yang historis, itulah tafsiran dan terjemahan konkret P. Swantoro terhadap visi humanisme-transendental Harian Kompas. P. Swantoro memang menulis tentang manusia, tetapi manusia itu tak pernah bisa dimengerti tanpa sejarah bangsanya. Maka, ia meletakkan manusia dalam horizon yang amat luas, horizon sejarah. Bila ia menulis tentang perjuangan, keberhasilan, maupun tragedi dan kemalangan manusia di Kamboja, Vietnam, Iran, Irak, Kurdi, Afganistan, Mesir, Kanada, Amerika, Inggris, dan sebagainya, ia selalu melacaknya dengan mundur ke belakang, meletakkan nasib manusia itu dalam sejarah bangsanya.

Begitu turun pesawat di lapangan Peking 19 Maret 1978, “(Perdana Menteri Cina) Chou En-Lai memelukku dengan hangat. Dan ternyata seluruh anggota Korps Diplomatik pun dihadirkan. Kata Chou En-Lai: Anda tetap Kepala Negara satu-satunya. Kami tidak akan mengakui yang lain.” Begitulah Sihanouk mengisahkan detik-detik penggulingannya sebagai Kepala Negara Kamboja. (“Pangeran Sihanouk dan Perjuangan Kamboja”)

Para anggota delegasi terdiam. Mereka tidak bisa memberi jawaban. Tapi Zhou punya jawaban sendiri: “Saya akan memberi penjelasan kepada Anda. Ia meninggal karena sedih. Ia meninggal karena patah-hati. Dan itu adalah kesalahan Uni Soviet. Mereka menipunya. Mereka mendorongnya ke suatu situasi, dan meninggalkannya. Mereka membiarkan hatinya hancur….”

(“Nasser, Nehru, Zhou, Tiga Negarawan Bersahabat”)

Ia tidak hanya mengemukakan pengamatannya, tetapi ia pun memberikan nasehat nya: “Dilalah karso Allah, begjo begjané kang lali, luwih begjo, kang éling lan was podo” – “Tetapi sudah menjadi kehendak Tuhan, betapa beruntung pun orang yang lupa, lebih beruntung orang yang selalu ingat dan waspada.”

(“Ronggowarsito, Pujangga Keraton Surakarta)
(Kembali Ke Atas)

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Petualangan di Gunung Bencana
Enid Blyton
Rp53.000
Che: Catatan Perjalanan Che Guevara Mengelilingi Amerika Serikat dengan Menggunakan Sepeda Motor
Che
Rp52.200 Rp58.000
Charlie and the Chocolate Factory
Roald Dahl
Rp58.650 Rp69.000
Perang Korea: Pertikaian Terpanjang Dua Saudara
Michael Wicaksono
Rp85.000
Lainnya+   
(Kembali Ke Atas)