belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
Pesanan
 Troli
Buku    Sejarah, Budaya & Filsafat    Budaya

Markesot Bertutur Lagi

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.39 kg
Tahun 2015
Halaman 344
ISBN 9789794338834
Penerbit Mizan
   Buku Sejenis
 
Persediaan Habis
Persediaan Buku sedang habis. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat persediaan sudah ada?
Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut
Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai
Emha Ainun Nadjib
Rp58.650 Rp69.000
Sedang Tuhan Pun Cemburu
Emha Ainun Nadjib
Rp84.150 Rp99.000
Gelandangan di Kampung Sendiri
Emha Ainun Nadjib
Rp67.150 Rp79.000
Ayah
Andrea Hirata
Rp71.100 Rp79.000
Istriku Seribu
Emha Ainun Nadjib
Rp27.000 Rp30.000

Sinopsis

“Buku ini (Markesot Bertutur lagi) mampu mengharu-biru perasaan pembacanya
dengan humor, keseriusan, sikap kritis, kepolosan, kesedihan, dan kekaguman.”
—Kompas

Buku yang berada di tangan pembaca ini merupakan kelanjutan petualangan Markesot dalam mengarungi samudra permasalahan kita. Dibandingkan dengan “buku pertama”-nya, “buku kedua”-nya ini lebih seru dan lebih mengajak kita untuk merenungi hakikat kehidupan—tanpa menghilangkan sama sekali nuansa guyonan (canda) yang memang telah menjadi ciri khasnya. “Pada hakikatnya, Markesot ‘hanyalah’ sebuah cara (untuk tetap) bertahan menjadi manusia,” ujar Emha Ainun Nadjib dalam mengantarkan buku ini.



Tentang Penulis
Emha Ainun Nadjib lahir di Jombang, Jatim, 27 Mei 1953. Dia adalah seorang budayawan multi-talenta: penyair, esais, pegiat teater, pemusik, dan lain-lain. Sebagai seorang penulis, Emha sangat produktif, telah menghasilkan puluhan buku. Di antara karya-karya emasnya yang diterbitkan Mizan adalah Dari Pojok Sejarah (1985), Seribu Masjid Satu Jumlahnya (1990), Secangkir Kopi Jon Pakir (1992), Markesot Bertutur (1993), Markesot Bertutur Lagi (1994), Slilit sang Kiai, dan Surat kepada Kanjeng Nabi. Selain berkiprah di dunia tulis-menulis, Emha juga merupakan motor penggerak di balik kelompok musik Kiai Kanjeng dan pengajian komunitas Jamaah Maiyah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.        
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)