Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanJual Buku AndaTentang KamiHubungi Kami
Buku    Buku Islam    Bimbingan Islami

Lembaga Budi

Oleh Hamka
Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.36
Tahun 2015
Halaman 220
ISBN 9786020822167
Penerbit Republika
   Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Tasawuf Modern: Bahagia Itu Dekat dengan Kita Ada di Dalam Diri Kita
Hamka
Rp78.300 Rp87.000
Lembaga Hidup
Hamka
Rp63.000 Rp70.000
Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi 3)
Suharsimi Arikunto
Rp107.100 Rp119.000
Instalasi Listrik Dasar (Edisi 3)
Trevor Linsley
Rp189.000 Rp210.000
Lainnya+   

Sinopsis

Peribasa menyebutkan; Tegak rumah karena sendi, runtuh sendi rumah binasa. Sendi bangsa ialah budi, runtuh budi runtuhlah bangsa.
Lihatlah sejarah bangsa-bangsa yang telah hilang, baik di Barat atau di Timur, sejak dari bangsa Yunani dan Romawi Tua, sampai kepada kaum muslimin yang telah mencapai puncak mercu kemuliaan? Bagaimana mereka menderita kerobohan, keruntuhan, dan kehancuran? Bukankah setelah budi mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah, Sunnatullah yang tidak dapat diubah.
Betapa pentingnya menegakkan budi. Di buku keempat seri Mutiara Falsafah Buya Hamka ini, Buya Hamka menguraikan beragama budi yang harus diketahui dan diamalkan oleh setiap manusia yang mendamba kebahagiaan, kesuksesan, dan kemuliaan sejati.  Diawali dengan penjelasan seputar budi yang mulia, lalu ada sebab budi menjadi rusak, dilanjutkan dengan pembahasan ragam budi berdasarkan profesi seperti: pedagang, pemimpin, pelajar, dan penulis. Ditutup dengan 99 kutipan berisi renungan-renungan seputar budi.
Tentang budi seorang saudagar misalnya, Buya mengatakan, “Prinsip yang ditegakkan untuk jadi saudagar, yakni tidak bersenang hati memberikan suatu barang dengan jalan tipu, sebab diri sendiri pun tidak mau ditipu orang!” Sementara untuk guru diuraikan, “Guru yang mendapat sukses di dalam pekerjaannya dan mendidik muridnya mencapai kemajuan, ialah guru yang tidak hanya mencukupkan ilmunya dari sekolah guru saja, tetapi diperluasnya pengalaman dan bacaan.” Sedangkan untuk penguasa, “Perbaikilah persangkaan kepada Allah. Karena dengan baik sangka itulah akan dapat engkau kemudikan rakyatmu. Berwasilahlah (adakan hubunngan) dengan Allah dalam segala pekerjaan yang besar, supaya nikmat-Nya kekal atas dirimu.”
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)