belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan
Buku    Buku Umum

Krisis dan Paradoks Film Indonesia

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.40 kg
Tahun 2015
ISBN 9789797099367
Penerbit Buku Kompas
   Buku Sejenis
 
Persediaan Habis
Persediaan Buku sedang habis. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat persediaan sudah ada?
Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut
Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D
Sugiyono
Rp64.800 Rp72.000
Aneka Kreasi dari Flanel
Elisa dan Andie
Rp24.750 Rp27.500
Kreasi Flanel Pada Busana Anak
Endah Dwi A.K
Rp47.600 Rp56.000

Sinopsis

Tak banyak buku tentang film Indonesia yang diterbitkan, terlebih terkait sejarah film dengan konteks kesenian dan perubahan sosial politik yang terjadi di masanya. Karena itu, buku Krisis dan Paradoks Film Indonesia mengisi kekosongan tersebut.

Buku ini membahas film dalam enam babak. Indonesia berkali-kali menghadapi globalisasi dalam beragam bentuk: modal dan administrasi perkebunan (1900), tiruan produk impor (1970-1985), dan liberalisasi ekonomi (1985-1998). Di dalam negeri terjadi beberapa kali perseteruan politik atau ideologis dalam berbagai bentuk periode: kemerdekaan (1930-1950), pembasmian komunisme (1950-1970), serta kebebasan dan radikalisme (1998-2013). Globalisasi dan pertentangan ideologis memengaruhi konstelasi ekonomi, politik, budaya pop, dan tentu saja film.

Sejarah selalu berulang, dinamika perfilman bergerak dalam kutub krisis dan paradoks. Pengalaman pribadi penulis saat berbenturan dengan berbagai konteks di atas turut menjadi penguat kisah dan analisis dalam buku ini.

 “Buku film yang harus dibaca, baik oleh insan film, pelajar, hingga pengamat budaya dan politik. Buku sejarah yang melihat dalam hubungan timbal balik dengan kondisi sosial politik 1900-2013.” Christine Hakim (produser dan artis)

“ Sejarah film yang ditulis dengan renyah dalam bingkai sosial politik yang aktual dan unik, patut dan perlu dibaca.” Ifa Isfansyah (pengajar dan sutradara Garuda di Dadaku, Sang Penari, dan Pendekar Tongkat Emas)
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)