Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Masuk Akun
Pesanan
 Troli
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanJual Buku AndaTentang KamiHubungi Kami
Buku    Pendidikan & Keguruan    Pendidikan

Kontestasi Habitus Di Sekolah Publik

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.44
Tahun 2020
Penerbit Rajawali Pers
   Buku Sejenis
 
Harga: Rp72.000 Rp80.000
(Diskon 10%)
Tersedia:
Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Buku ini merupakan hasil studi di Purwokerto dan Cilacap, Jawa Tengah. Studi ini mendeskripsikan kekerasan simbolik yang terjadi di “sekolah favorit”. Ketika siswa dari kelas bawah diberi kesempatan bersekolah di sekolah yang mayoritas siswa di sana berasal dari kelas atas, maka mereka akan mengenal banyak habitus kelas atas. Mereka kemudian “dipaksa” mengenal, menyesuaikan diri, bahkan melakukan habitus atau kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan kelas atas. Secara sosiologis, ini adalah sebuah bentuk kekerasan simbolik yang terjadi di sekolah. Kekerasan simbolik adalah sebuah proses ketika kelompok sosial tertentu (dalam hal ini adalah siswa kelas bawah) secara tidak sadar dipaksa mengikuti habitus (kebiasaan, gaya hidup, atau budaya) kelompok lain (dalam hal ini adalah siswa dari kelas atas). Studi ini menggambarkan interaksi sosial siswa yang tidak mampu secara ekonomi di sekolah-sekolah favorit. Mereka harus berinteraksi dengan mayoritas siswa dari kelas atas meskipun mereka memiliki habitus yang sangat berbeda.

“Buku ini menceritakan perjuangan anak-anak kelas bawah untuk dapat bertahan di sekolah. Untuk membeli sebuah laptop, misalnya, seorang siswa yang diwawancarai mengaku membeli laptop dari hasil memenangkan lomba di tingkat nasional. Ada pula seorang siswa yang rela menabung demi mewujudkan keinginannya menonton film di bioskop bersama teman-temannya; hingga ada juga yang rela berjualan di sekolah. Kemungkinan di luar sana, masih banyak siswa yang harus mengalami perjuangan yang lebih keras demi untuk bisa sukses sekolah. Inilah realitas yang ada dalam dunia nyata”.

Ravik Karsidi

Guru Besar Sosiologi Pendidikan UNS
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)