belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
Pesanan
 Troli
Buku    Sejarah, Budaya & Filsafat    Budaya

Konflik Status dan Kekuasaan Orang Batak Toba

Berat 0.65 kg
Tahun 2009
Ukuran 16 x 24
ISBN 9789794617120
Penerbit Yayasan Obor Indonesia
   Buku Sejenis
 
Persediaan Habis
Persediaan Buku sedang habis. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat persediaan sudah ada?
1
Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut
Silsilah Marga-Marga Batak
Richard Sinaga
Rp100.000
Pedoman Praktis Upacara Adat Batak
Paimin Napitupulu
Rp45.000 Rp50.000
Umpasa, Umpama, dan Ungkapan Dalam Bahasa Batak Toba
Richard Sinaga
Rp40.000
Kamus Batak Toba - Indonesia: Kosa kata, Istilah-istilah Adat, Ungkapan, Tamsil dan Peribahasa
Richard Sinaga
Rp80.000
Perkawinan Adat Dalihan Natolu
Richard Sinaga
Rp55.000

Sinopsis

Lembaga agama dan kepercayaan merupakan lembaga peredam konflik. Pada zaman pra-Kristen, bius merupakan organisasi keagamaan yang amat efektif meredam konflik. Ketika bius menyelenggarakan upacara tahun baru yang dinamakan mangase taon, maka semua konflik harus dilupakan. Ritus tersebut menciptakan rekonsiliasi. Setelah memeluk agama Kristen, akibat persaingan dan perebutan kekuasaan di dalam organisasi gereja, justru agama itu menjadi sumber konflik serta melumpuhkan perannya sebagai peredam.

Memang ada beberapa ritus agama Kristen yang dapat dipakai sebagai lembaga peredam misalnya Natal, Paskah maupun perjamuan kudus (marulaon na badia) namun hanya temporer dan kurang efektif. Bahkan kalah efektif bila dibandingkan dengan ritus mangase taon pada organisasi kepercayaan bius pada zaman pra-Kristen. Kegagalan institusi tradisional maupun agama sebagai lembaga pencegah atau pengambil solusi penyelesaian konflik disebabkan tiga faktor.

Pertama institusi tersebut tidak mempunyai sanksi (terutama fisik) yang kuat sehingga dapat memaksa untuk melakukan dan mematuhi perdamaian. Kedua kemajuan pendidikan menimbulkan kesadaran terhadap peranan peradilan negeri sebagai lembaga penyelesaian konflik terpercaya. Ketiga semakin merosotnya nilai sosial religius pemimpin gereja akibat ulah pemimpin itu sendiri, sehingga kepercayaan umat berkurang drastis terutama belakangan ini.

Buku ini hadir sebagai referensi atas konflik-konflik yang terjadi dalam struktur masyarakat Batak Toba. Buku ini menjadi penting bagi studi konflik sosial religius untuk siapa saja.
(Kembali Ke Atas)

Ulasan

IRWIN SAMUDERA, 19 November, 2012Rating: 4 dari 5 Bintang!
buku referensi untuk yang ingin mempelajari budaya batak dan perkembangan kekristenan di lingkungan batak
Apakah ulasan ini membantu?
Ya
 
Tidak
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)