belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan

Konflik dan Kerja Sama di Kutub Utara Dalam Perspektif Indonesia

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.39 kg
Tahun 2016
Halaman 188
ISBN 9789797699376
Penerbit Rajawali Pers
   Buku Sejenis
 
Harga:Rp63.000
Harga Normal:Rp70.000
  Diskon 10%
Tersedia:Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Kawasan Kutub Utara atau yang sering disebut Kawasan Arktik sangat strategis dan penting bagi Indonesia. Perubahan alam telah mengakibatkan perkembangan geoekonomi dan geopolitik  di kawasan ini yang bisa secara langsung dan tidak langsung berdampak terhadap Indonesia. Selain pencairan es, potensi pembukaan jalur pelayaran melalui Northern Sea dan eksplorasi energi di Kawasan Kutub Utara menjadi isu yang relavan bagi Indonesia. Dengan demikian, Indonesia perlu mencermati perkembangan konflik dan kerja sama di kawasan tersebut.

Buku ini membahas konflik dan kerja sama di Kawasan Kutub Utara dalam perspektif Indonesia. Pembahasannya dibuka dengan menyajikan perubahan (alam, geopolitik, geoekonomi) di Kawasan Kutub Utara. Selanjutnya, dibahas terkait kerja sama regional dalam Arctic Council. Setelah itu, dipaparkan terkait negara dan masyarakat adat dalam Arctic Council. Lalu disusul dengan pembahasan ihwal kepentingan dunia terhadap Kawasan Kutub Utara. Kemudian dipaparkan sehubungan relevansi Kawasan Kutub Utara dan Arctic Council bagi Indonesia. Dengan membaca dan memahami buku ini, pembaca akan mendapatkan pengetahuan dan gambaran terkait bagaimana Indonesia perlu terus meningkatkan hubungan bilateral dengan negara-negara di Kawasan Kutub Utara atau yang tergabung dalam Arctic Council untuk membantu Indonesa dalam menjaga lingkungan perairan nusantara, mengembangkan kekuatan maritim dan menjaga akses terhadap jalur pelayaran alternatif di  masa yang akan datang.

Buku ini tidak hanya penting dibaca oleh para pengajar atau mahasiswa jurusan Hubungan Internasional. Tetapi, dapat dibaca pula oleh para pembuat kebijakan, pelaku ekonomi-politik, atau masyarakat umum yang berminat dengan masalah Internasional dan Kawasan Kutub Utara.