belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan

Islam dan PDI Perjuangan: Akomodasi Aspirasi Politik Umat

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.45 kg
Tahun 2018
Halaman 396
ISBN 9786023830114
Penerbit Prenada Media Group
Daftar Isi   Buku Sejenis
 
Harga:Rp123.300
Harga Normal:Rp137.000
  Diskon 10%
Tersedia:Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

PDI Perjuangan dipandang sebagai partai politik yang tidak peduli, dan bahkan menjauh dari kegiatan-kegiatan keagamaan, khususnya terkait dengan umat Islam. Fenomena politik ini menggambarkan bahwa PDI Perjuangan mengambil jarak dan posisi vis a vis dengan kalangan Muslim. Partai ini seakan menampakkan wajah yang “tidak paham” dan “tidak ramah” terhadap Islam dan masyarakat Muslim di Indonesia. Pelabelan PDI Perjuangan sebagai partai didominasi non-Muslim bukan tanpa alasan historis. Keberadaan PDI Perjuangan sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam kehidupan partai politik di Indonesia. Partai ini dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari PNI—partai yang diwariskan Sukarno, proklamator kemerdekaan dan presiden pertama RI. Sejarah PNI pun berlanjut pada masa-masa awal rezim Soeharto, yang diperbolehkan mengikuti pemilu pertama pada masa Orde Baru, yaitu pada 1971. Pada 1973, PNI bersama empat partai lain digabung menjadi satu partai dengan nama baru; PDI. Kelima partai itu, sebagaimana disebutkan di dalam Piagam Perjuangan, adalah PNI, IPKI, Partai Murba, Parkindo, dan Partai Katolik, yang berbeda-beda latar belakang asasnya. perbedaan latar belakang, basis sosial, sejarah, identitas, dan bahkan asas lima partai berfusi itu menjadikan PDI menjelma sebagai partai politik nasionalis yang didominasi kalangan non-Islam. PDI menjadi kendaraan politik yang ditumpangi mayoritas kalangan masyarakat dengan identitas kebangsaan dan keagamaan (Kristen dan Protestan).

Apakah benar hipotesis awal penulis,temukan jawabannya pada buku ini.

Daftar Isi

1 Pendahuluan 1
Pentingnya Buku Ini 17
Sistematika Penulisan 18

2 Dinamika Politik Aliran dan PDI Perjuangan 21
Partai Tunggal: Demi Persatuan Rakyat22
Multipartai: Awal Tonggak Demokrasi25
Multipartai Mengalirkan Ideologi30
Multipartai Mencairkan Aliran Ideologi42
PDI Perjuangan: Melawan Rezim dan Konflik46
Ideologi Partai: Berdasarkan pada Pancasila51
Basis Massa: Kontribusi Marhaen atau Wong Cilik57
Rangkuman 63

3 Suara dan Kursi PDI Perjuangan dalam Pemilu
Legislatif pada Masa Reformasi 65
Pemilu Legislatif: Dukungan Konstituen yang Fluktuatif66
Provinsi-provinsi dalam Kuasa PDI Perjuangan80
Rangkuman 123

4 Suara PDI Perjuangan dalam Pemilu Presiden
pada Masa Reformasi 125
Megawati: Ketum, Wakil Presiden, dan Presiden Perempuan 126
Joko Widodo: Terpilih Melalui Pilpres Langsung146
Rangkuman 154

5 PDI Perjuangan dan Akomodasi Institusi 155
Organisasi Keagamaan dalam Partai Nasionalis156
PDI Perjuangan dan Berdirinya Organisasi Sayap
Keagamaan  177
Rangkuman 197

6 PDI Perjuangan dan Akomodasi Elite Aktivis Muslim Santri 199
Muslim Santri dalam PDI Perjuangan: Kasus Bamusi200
Elite Muslim Santri dalam Bamusi211
Identitas Elite Legislatif: Nasionalis dan Muslim Santri  219
Rangkuman 237

7 PDI Perjuangan dan Akomodasi Aktivitas Keagamaan 239
PDI Perjuangan dan Masalah-masalah Keagamaan240
Aktivitas untuk Kalangan Muslim 262
Rangkuman
8 PDI Perjuangan dan Akomodasi Perundang-undangan 275
Respons PDI Perjuangan atas RUU Bernomenklatur IslamRegulasi tentang Pelaksanaan Ibadah

Regulasi tentang Masalah Ekonomi Umat

Menolak RUU Sisdiknas dan RUU Pornografi

Rangkuman
9 Penutup

Kesimpulan

Refleksi

ndasi