Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Masuk Akun
Pesanan
 Troli
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanJual Buku AndaTentang KamiHubungi Kami
Buku    Novel & Sastra    Sastra & Cerpen

Cerpen Pilihan Kompas 2015: "Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta"

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.49
Tahun 2016
ISBN 9786024120689
Penerbit Buku Kompas
   Buku Sejenis
 
Harga: Rp69.000
Tersedia:
Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Ini antara lain membuktikan regenerasi dalam dunia kepenulisan di Tanah Air terus berlangsung. Nama-nama besar seperti Budi Darma, Putu Wijaya, Ahmad Tohari, dan Martin Aleida terus menulis dan menghasilkan karya-karya yang tetap bernas. Lalu ada nama besar lainnya: Seno Gumira Ajidarma, Jujur Prananto, Gde Aryantha Soethama, Indra Tranggono, disusul nama-nama yang lebih muda seperti Agus Noor, Triyanto Triwikromo, Gus tf Sakai, Warih Wisatsana, Djenar Maesa Ayu, Oka Rumisni, dan Joko Pinurbo. Mereka generasi kedua dan ketiga yang menulis dengan penuh kegairahan. Generasi keempat muncul penulis-penulis muda penuh bakat seperti Faisal Oddang, Anggun Prameswari, Ni Komang Ariani, dan Miranda Seftiana. Mereka menulis dengan penuh daya jelajah, seperti siap melampaui batas imajinasi yang mampu kita bayangkan. Buku ini ibarat membentang lanskap dunia kepenulisan di Tanah Air, dari waktu ke waktu. Tidak mustahil bahkan menjadi catatan sejarah kesusastraan di negeri ini.
 
Standard karya dalam buku Cerpen Pilihan Kompas selalu di atas rata-rata karena disaring dari cerpen-cerpen yang dimuat di Kompas Minggu. Ini merupakan bentuk kepedulian Kompas dalam memajukan dan mengembangkan kesusastraan Indonesia. Kompas adalah tolok ukur di bidang sastra. Buku ini menjadi salah satu buktinya. (Yanusa Nugroho, cerpenis)
 
“Anak ini Mau Mengencingi Jakarta?” karya Ahmad Tohari menjadi metafor yang sangat kuat dan produktif untuk menggambarkan warga masyarakat miskin yang tersisih dan tidak mendapat kesempatan di ibu kota. Di situ bercampur-baur antara harapan dan kenyataan di dalam satu helaan napas. “Mengencingi” di dalam cerpen ini tumbuh menjadi perlambang dari kemarahan terselubung dari kalangan wong cilik yang sadar akan posisinya, sadar akan kemampuannya yang sangat terbatas dibanding dengan pihak-pihak yang menjadi alamat kemarahannya. (Efix Mulyadi, Juri)
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Laskar Pelangi
Andrea Hirata
Rp75.650 Rp89.000
Metoda Statistika
Sudjana
Rp55.000
Fisiologi Manusia: Dari Sel Ke Sistem (Edisi 9)
Lauralee Sherwood
Rp675.000
Research & Development: Penelitian dan Pengembangan: Suatu Pengantar
Nusa Putra
Rp54.900 Rp61.000
Lainnya+   
(Kembali Ke Atas)