Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanJual Buku AndaTentang KamiHubungi Kami
Buku    Biografi & Memoar    Pemimpin & Tokoh

Bung Hatta di Mata Tiga Puterinya

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.49
Tahun 2015
ISBN 9789797099886
Penerbit Buku Kompas
   Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Edisi 2)
Husein Umar
Rp75.600 Rp84.000
Dasar-Dasar Manajemen
M. Manullang
Rp45.000 Rp50.000
Pengantar Statistika Matematis
Nar Herrhyanto
Rp58.500 Rp65.000

Sinopsis

Bung Hatta bagaikan lentera keluarga bagi tiga putrinya. Penuntun, pembimbing, pelindung, sekaligus menanamkan pendidikan karakter yang tumbuh hingga saat ini.
 
Bung Hatta yang ditulis sebagaimana adanya. Ada cerita lucu, gembira, menyebalkan bahkan cerita sedih.

“Beliau senang kalau saya berpakaian rapi dengan warna-warna yang menurut istilah sekarang, kinclong, sesuai pilihan ibu saya. Namun, ayah tidak pernah memuji saya dengan kata-kata berbunga.... Namun, kalau saya menunjukkan gambar yang saya buat dengan pensil berwarna, Ayah segera memuji saya. Ketika saya remaja, saya baru sadar bahwa pujian itu dimaksudkan Ayah agar saya terus mengembangkan kemampuan saya untuk menjadi lebih baik lagi.” (Meutia Farida Hatta)

“Pada tahun 1971, Ayah, Ibu, disertai Halida pergi berobat ke Austria. Sekembali dari sana, Ayah memerintahkan Pak Wangsa Widjaja mengembalikan kelebihan dana sisa perjalanan yang diperolehnya itu ke Negara melalui Sekretariat Negara.... Tidak terlintas di pikiran Ayah sedikit pun untuk menggunakan sisa uang untuk dirinya sendiri atau keluarganya.” (Gemala Rabi’ah Hatta)

“Dalam kesederhanaan hidup Ayah sebagai eks Wakil Presiden, Ayah tetap memakai standar internasional. Contohnya, untuk kegiatan korespondensi atau surat menyurat. Kertas surat dipesan selalu dari G. Lalo di Paris dengan cetakan nama Ayah: Mohammad Hatta di sisi kiri atas. Ini adalah sebuah prinsip bahwa seorang yang mempunyai status tertentu di dalam masyarakat, ia harus mengerti menjaga martabatnya... Di sisi lain, itu adalah untuk juga memberikan rasa hormat atau menghargai orang yang diberi surat....” (Halida Nuriah Hatta)

(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)