belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan
Buku    Hobi & Keterampilan    Masakan

Budaya dan Kuliner: Memoar Tentang Dapur China Peranakan Jawa Timur

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 1.66 kg
Tahun 2019
Halaman 336
ISBN 9786020385822
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
   Buku Sejenis
 
Harga:Rp298.000
Tersedia:Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Sebuah perjalanan kuliner melalui Jawa Timur dan dapur masakan kaum China Pernakan Indonesia ditempatkan dalam konteks sejarah oleh Paul Freedman. Isi buku ini merupakan gabungan sejarah budaya Peranakan China abad ke-20 di Jawa Timur hasil survei tentang makanan yang mereka masak pada masa itu hingga masa kini. Makanan selalu melekat erat di dalam budaya, bahkan makanan merupakan bagian sangat penting dari suatu budaya. Karena itulah buku ini menyajikan sebuah buku yang merupakan gabungan antara sejarah dan resep masakan.

Lebih dari 80 Resep dalam buku ini berasal dari buku catatan milik Ietje Go Pheek Too yang memperlihatkan bagaimana kaum China peranakan secara kreatif mengombinasikan bumbu-bumbu dan gaya masakan China, Belanda, dan Jawa. Buku ini berisi catatan resep yang ditulis tangan oleh ibu, para tante dan anggota keluarga penulis lainnya. Mereka adalah para perempuan keturunan Tionghoa yang lahir dan dibesarkan di Jawa Timur pada abad ke-20 hingga jalan hidup membawa mereka ke pelbagai tempat lain di dunia. Semua resep telah diuji coba di dapur tua yang dibangun pada sekitar tahun 1900-an di rumah leluhur penulis.

Dengan semakin berkembangnya Peranakan, sudah saatnya resep masakan ditulis dengan lebih cermat. Lagi pula, dengan berjalannya waktu, generasi yang mengerti bahasa campuran yang tertulis dalam resep lama akan menghilang. Resep yang ditulis di buku ini dimaksudkan untuk resep masakan yang dimasak di rumah. Memasak dan makan di rumah adalah hal yang dilakukan oleh hampir semua orang. Hal itu merupakan kenyataan sehari-hari paling tidak sampai awal abad ke-21, sebelum makanan sepinggan, microwave, dan makanan cepat saji menjadi hal yang lazim.

Masakan rumahan terdengar sangat sederhana, seolah-olah hanya berarti “sekadar memasak di rumah. Namun kenyataannya, di belakang hal itu terdapat jalinan sosial yang amat kompleks. Memasak adalah interaksi dengan sesama mengenai cara memasak, tukar menukar resep, kiat-kiat memasak dan metode memasak. Selanjutnya hasil masakan dinikmati bersama keluarga dan teman. Tidak hanya sekadar makan bersama, namun juga berdiskusi dan berbagi tentang pengalaman hari itu, baik berupa kondisi politik terbaru, kesempatan bisnis, keadaan cuaca, maupun bergosip ria. Dengan demikian tercipta ikatan antar anggota keluarga dan antar teman.
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)