belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan
Buku    Sosial & Politik    Sosial

Berislam Ala Tionghoa: Petualangan Etnisitas dan Religiositas di Indonesia

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.69 kg
Tahun 2019
Halaman 384
ISBN 9786024411053
Penerbit Bentang Pustaka
   Buku Sejenis
 
Harga:Rp111.600
Harga Normal:Rp124.000
  Diskon 10%
Tersedia:Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Fenomena Pilkada Jakarta 2017 mengangkat sepotong isu penting tentang identitas etnis, khususnya Tionghoa, dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Isu itu menjadi kian spesial ketika ditinjau posisi dan identitas Tionghoa Muslim di tengah masyarakat multikultural.

Dengan mengkaji desain arsitek, perayaan budaya, partisipasi sosial, dan praktik hidup sehari-hari, buku ini menggambarkan formasi dan kontestasi identitas budaya Tionghoa Muslim di Indonesia kini. Perpaduan ketionghoaan dan keislaman itu tentu saja mengambil beragam bentuk dan jalan. Peneguhan identitas ketionghoaan dan keislaman tidak dengan sendirinya berdampak pada segregasi sosial dan eksklusi religius.

Buku ini menyuguhkan politik kultural kaum Tionghoa Muslim di Indonesia dalam pergulatan identitas ketionghoaan, keislaman, dan keindonesiaannya. Sungguh memberi wawasan segar tentang pelbagai kemungkinan dan keterbatasan di ranah kosmopolitanisme etnis dan religius.

 

“Menampilkan pelbagai cara keberislaman di kalangan Tionghoa Indonesia, pengarang menyoroti hubungan antara keislaman, ketionghoaan, dan keindonesiaan. Karya kesarjanaan langka dan segar tentang Tionghoa Muslim di Indonesia pasca Orde Baru.”
—James B. Hoesterey, Emory University

“Kajian Hew Wai Weng yang sangat relevan ini menjelaskan bagaimana agama, etnisitas, dan kebangsaan berkelindan dalam sosok Tionghoa Muslim, sekaligus meruntuhkan stereotip bahwa kedua entitas itu saling berseberangan. Tionghoa bisa menjadi Muslim yang saleh dengan tetap mempertahankan identitas ketionghoaannya. Lebih dari kajian mana pun sebelumnya, Berislam ala Tionghoa memberikan data etnografis yang komprehensif mulai dari tumbuhnya ‘masjid-masjid Cheng Hoo’ dengan arsitektur khasnya, hingga beragam figur ‘dai selebritas’ yang sudah terserap ke dalam wacana keseharian umat Muslim Indonesia dari berbagai latar belakang. Akhirnya, dengan keunikan-keunikan mereka, tidak bisa dibantah, bahwa etnis Tionghoa itu ‘omnipresent’ sekaligus bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar bangsa Indonesia. Tahniah untuk pengarang!
—Didi Kwartanada, sejarawan, editor Tionghoa dalam Keindonesiaan (2016)

“Dalam khazanah kesarjanaan Indonesia modern, tidak banyak karya yang mengkaji secara mendalam dinamika persinggungan etnis Tionghoa dan Islam di Indonesia. Membahas beragam tema, dari desain arsitektural, aktivitas dakwah, politik, sampai festival budaya, karya ini bukan saja mengisi kekosongan kesarjanaan semacam itu, melainkan juga menawarkan perspektif dan analisis yang segar untuk memahami cara-cara Muslim Tionghoa menegosiasikan keislaman dan identitas budaya mereka dalam situasi politik yang tengah berubah. Karya brilian ini layak dibaca oleh siapa pun yang ingin mengetahui ‘wajah lain’ Islam Indonesia pasca-Suharto, yang telanjur dipenuhi lukisan tentang radikalisme dan ekstremisme.”
—Prof. Noorhaidi Hasan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

“(...) sebuah literatur yang tepat dari masalah yang diteliti dengan sangat baik dalam memberikan pengantar kepada para pemula untuk memahami kelangsungan hidup Tionghoa Muslim di Indonesia di tengah negara Muslim mayoritas (non-Tionghoa). Buku ini juga memberikan jawaban atas beberapa keraguan masyarakat yang tidak terbiasa dengan identitas kosmopolitan dan budaya Tionghoa Muslim, atau yang skeptis terhadap mereka.”
—Maszlee Malik, Menteri Pendidikan Malaysia

“Buku ini memperkaya literatur tentang Muslim Tionghoa di Indonesia, yang belum banyak dikaji selama ini. Dengan membacanya, diharapkan pilar-pilar integrasi Nasional semakin kokoh.”
—Ahmad Syafii Maarif


“Buku Berislam ala Tionghoa ini berbeda dengan banyak kajian lain tentang etnis Tionghoa sebelumnya: karya ini mengungkapkan banyak hal menarik tentang dinamika baru di kalangan Tionghoa Muslim pada masa pasca-Orde Baru atau masa Reformasi. Di tengah masa kebebasan terlihat interplay yang intens di antara identitas ketionghoaan dan keislaman. Memandang isinya yang mencakup berbagai aspek kehidupan Tionghoa Muslim Indonesia pada masa kontemporer, buku ini memberikan kontribusi sangat penting tidak hanya dalam hal kajian Indonesian Chinese Muslim Studies, tetapi juga tentang pergumulan identitas di antara ketionghoaan, keindonesian, dan keislaman.”
—Prof. Azyumardi Azra, C.B.E., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
 

(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)