belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan
Buku    Biografi & Memoar    Biografi

Belaian si Embok: Kang Yoto Membawa Bojonegoro ke Pentas Dunia

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.53 kg
Tahun 2017
Halaman 304
ISBN 9786020355436
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
   Buku Sejenis
 
Harga:Rp95.000
Tersedia:Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Kang Yoto meresmikan gereja yang sudah berpuluh tahun selesai dibangun. Tidak takut ditinggalkan pemilih, Kang?

Bangsa Indonesia harus dibangunkan dari tidur panjangnya. Sektarian paling mudah dijual dalam politik. Sektarian bukan hanya soal agama tetapi juga kelompok kepentingan, bisnis, suku, ras, dan sebagainya. Bila politik sudah mengunyah sektarian, kemudian ditangkap oleh media, maka negara dan bangsa akan mengalami pelambatan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan bukan tidak mungkin negara dan bangsa gagal mewujudkan kesejahteraan.

Seorang pemimpin harus berani mengambil kebijakan yang sulit, bahkan pahit, pada saat ia memiliki kuasa dan kewenangan; bukan ketika sudah tidak menjabat.

Keteguhan memegang prinsip, meskipun tampaknya melawan arus, ternyata bisa membuat Kang Yoto bertahan dua periode memimpin Bojonegoro. Ia sangat dicintai rakyatnya. Tak hanya membuat perubahan pembangunan fisik tetapi juga mental, spiritual, termasuk cara berpikir masyarakat. Bojonegoro Matoh! Lampaui batas maksimalmu!

Konferensi Tingkat Tinggi Open Government Partnership (KTT OGP) di Paris, Prancis, menetapkan Indonesia memperoleh tiga capaian utama. Capaian pertama yang diakui dunia adalah terpilihnya Kabupaten Bojonegoro sebagai satu di antara 15 daerah percontohan dunia untuk praktik pemerintahan terbuka. Kabupaten di Jatim itu sejajar dengan kota besar lainnya seperti Paris (Prancis), Madrid (Spanyol), dan Seoul (Korea Selatan).
—Pengakuan Dunia atas Bojonegoro, Jawa Pos, 10 Desember 2016
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)