belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
 
 TroliKeinginan
Buku    Sejarah, Budaya & Filsafat    Filsafat

Arkeologi Pengetahuan

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.56 kg
Tahun 2016
Halaman 509
ISBN 9786024070380
Penerbit Basabasi
   Buku Sejenis
 
Harga:Rp90.000
Harga Normal:Rp100.000
  Diskon 10%
Tersedia:Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Sejak lama harusnya ia sadar kalau yang lebih tahu tentang dirinya adalah dirinya sendiri, bukan orang lain—termasuk mereka yang ikut andil mendudukkannya di kursi itu dulu. Ia benar-benar merasa malu pada titik ini. Ia seolah menjelma seorang haus jabatan yang menyesal dan … tentu saja terlambat (ah, drama sekali!). Harusnya ia tahu bahwa ada banyak orang dalam perkumpulan yang mampu bekerja lebih baik darinya!

Ternyata …. “maqam”-nya memang sastra dan keheningan yang membersamainya, bukan kesenian yang riuh, yang selalu membuatnya jadi salah-langkah dan tampil salah-tingkah di hadapan orang-orang yang lebih tahu.

Syahdan, kesadaran yang terlambat itu menggiring sang penyair mengambil sebuah keputusan. Sungguh, ia berharap, orang-orang yang tidak puas atau bahkan pernah ia kecewai di perkumpulan itu akan memaafkan segala kelemahannya. Keputusannya adalah …

Di antara sumbangan berharga Michel Foucault pada konstelasi keilmuan dan filsafat kontemporer ialah buku The Archaeology of Knowledge ini. Bila selama ini kita mengenal istilah arkeologi sebagai disiplin ilmu yang bertalian dengan kerja-kerja observatif-lapangan, misal penggalian temuan candi, Foucault, lah, yang mentransfernya ke ranah filsafat.

Mudah dimengerti, Foucault adalah salah satu pemikir terkemuka post-strukturalisme atau post-modernisme yang amat lekat dengan semangat “dekonstruksi, relativitas, dan pluralitas”.

Dalam menggunakan metode arkeologi, Foucault “menyepadankan” cara kerja arkeolog dengan genealogi suatu keilmuan. Ia tanpa canggung sanggup menyenaraikan secara filosofis bagaimana kegilaan, misal, merupakan sumber dari terbangunnya suatu pereadaban. Apa gerangan yang dimaksud gila oleh Foucault? Dan, bagaimana postulasi kegilaan berkorelasi dengan temuan arkeologis suatu peradaban?

Secara filosofis, jawaban atas pertanyaan sensasional itu bisa digali dalam buku penuh dobrakan ini.

Buku ini jelas tak hanya memuat pertanyaan tersebut. Ada begitu banyak soal dan kritik wacana yang patut disimak darinya.

Selamat mengembara bersama pemuka post-modernisme ini.
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)