Belbuk.comtoko buku onlinebuku asli021-4202857
Masuk Akun
Pesanan
 Troli
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanJual Buku AndaTentang KamiHubungi Kami
Buku    Novel & Sastra    Novel

Anak Miskin Dilarang Bercerita

Belum ada ulasan. Berikan ulasan Anda
Berat 0.25
Tahun 2021
Halaman 102
ISBN 9786021288801
Penerbit Murai Kencana
   Buku Sejenis
 
Harga: Rp72.000 Rp80.000
(Diskon 10%)
Tersedia:
Dikirim 2-4 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Cerita anak yang dimuat dalam media sebagai salah satu bentuk karya sastra ternyata juga tidak luput dari kepentingan kelas dominan. Mereka menggunakan cerita anak untuk menyosialisasikan budayanya: gaya hidup, cara berperilaku, cara berbicara, atau dalam bahasa Bourdieu, mereka menggunakan cerita anak sebagai sarana menyosialisasikan “habitus”nya. Mereka mampu melakukan itu karena memiliki sumber daya modal; mereka memiliki kemampuan menulis untuk menuangkan ide-idenya; mereka memiliki modal budaya sebagai sumber ide ketika menulis cerita.

Sebaliknya, kelompok manyarakat kelas bawah tidak memiliki banyak modal. Mereka juga tidak memiliki kemampuan menulis; mereka tidak memiliki pengalaman budaya yang lebih baik dan lebih pantas untuk diceritakan ke khalayak pembaca cerita. Mereka pun akhirnya tidak memiliki sarana untuk menyosialisaskan habitusnya. Buku ini menggambarkan hasil penelitian yang menggunakan objek cerita anak dalam majalah Bobo dan buku seri KKPK (Kecil-kecil Punya Karya).

Buku ini mengupas bagaimana para penulis cerita anak yang sebagian (besar) berasal dari kalangan menengah ke atas menggunakan cerita anak untuk memublikasikan (baca: memamerkan) kehidupan keseharian mereka. Parahnya, anak-anak miskin dipaksa membaca cerita yang meng- isahkan kehidupan anak-anak dari keluarga berada, Kehidupan anak-anak miskin pun hampir tidak pernah diekspos ke publik melalui media cerita ini. Habitus mereka juga hampir tidak pernah terlihat dalam deretan cerita anak yang dipajang di toko buku, majalah, bahkan media daring yang dapat diakses secara gratis.

Uraian dalam buku ini seolah ingin menceritakan bahwa kita membutuhkan karya sastra maupun cerita anak yang ramah anak miskin. Kita memerlukan banyak cerita yang menggambarkan kehidupan sebagian besar anak yang tinggal dalam situasi serba kekurangan, mereka miskin dan tidak memilki daya untuk mengubah nasibnya.
(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)