Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Sosial & Politik    Pemerintahan

Tionghoa Dalam Cengkeraman SBKRI

Berat 0.20
Penerbit Visimedia
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Sosiologi Sastra
Robert Escarpit
Rp60.000
Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: dari Strukturalisme hingga Postrukturalisme
Nyoman Kutha Ratna
Rp85.000
Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan Fakta
Nyoman Kutha Ratna
Rp115.000
Metodologi Penelitian: Kajian Budaya Dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya
Nyoman Kutha Ratna
Rp100.000
Lainnya+   

Sinopsis

Masalah penghapusan SBKRI haruslah segera dituntaskan dalam upaya membangun kehidupan kebangsaan Indonesia yang majemuk dan berperadaban. Penulisan buku ini juga penting sebagai inisiatif yang beradab dalam rangka dialog konstruktif masyarakat dan pemerintah.

Mohammad Sobary, Budayawan

Terbitnya buku ini sangat sejalan dengan semangat UU No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI. Pemikiran-pemikiran dalam buku ini mencoba menyatakan pengaturan-pengaturan prinsip yang tidak termuat dalam UU No.12/2006, khusesnya mengenai SBKRI.

Slamet Effendy Yusuf, SH, Mantan Ketua Pansus RUU Kewarganegaraan, Ketua Badan Kehormatan DPR RI.

Persoalan yang diangkat dalam buku ini, sebenarnya bukanlah permasalahan baru, bahkan sudah menjadi pengetahuan publik. Namun, terbitnya buku ini setidaknya dapat menjadi literatur yang berguna sebab tidak banyak buku yang menyoroti persoalan SBKRI ini secara khusus.

Harry Tjan Silalahi, SH, Pendiri Centre for  Strategic anda Inter-national Studies (CSIS)

Kebangsaan Indonesia dibangun di atas dan bersama oleh berbagai identitas kelompok masyarakat. Karena itulah, atas nama konstitusi yang menjadi dasar kehidupan bersama kita, tidak seharusnyalah diskriminasi, khususnya SBKRI yang diangkat dalam buku ini, dibiarkan hidup di bumi persada ini.

KH Said Aqiel Siradj, Ulama, Pendiri Gerakan Perjuangan Anti Diskriminasi (GANDI)
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)