belbuk.com
  Cara Pembelian    Konfirmasi Transfer   Status Pesanan   Bantuan   Hubungi Kami    
belbuk.com
 Buku  CD/DVD  ATK  Komputer  
0  Troli
Daftar Keinginan
Buku    Politik & Pemerintahan    Politik Umum

Tentang Revolusi, Demokrasi dan Masyarakat

Berat   0.64 kg
Tahun   2006
Ukuran   14 x 21
Penerbit   Yayasan Obor Indonesia
Sinopsis     Buku Sejenis
Persediaan Habis
Persediaan Buku sedang habis. Apakah anda ingin diberitahu pada saat Buku sudah tersedia?
Ya, kirim saya pemberitahuan
Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut
Masyarakat Terbuka dan Musuh-musuhnya
Masyarakat Terbuka dan Musuh-musuhnya
Karl R. Popper
Rp140.000
The Spirit of Laws: Dasar-Dasar Ilmu Hukum dan Ilmu Politik
The Spirit of Laws: Dasar-Dasar Ilmu Hukum dan Ilmu Politik
Montesquieu
Rp70.000
Menuju Masyarakat Komunikatif: Ilmu, Masyarakat, Politik & Postmodernisme Menurut Jurgen Habermas
Menuju Masyarakat Komunikatif: Ilmu, Masyarakat, Politik & Postmoderni..
F. Budi Hardiman
Rp55.000
Teori-Teori Ekonomi Politik
Teori-Teori Ekonomi Politik
James A. Caporaso
Rp85.000
Sutiyoso The Field General: Totalitas Prajurit Para Komando
Sutiyoso The Field General: Totalitas Prajurit Para Komando
Robin Simanullang
Rp60.000
Pemikirian-Pemikiran yang Membentuk Dunia Modern
Pemikirian-Pemikiran yang Membentuk Dunia Modern
F. Budi Hardiman
Rp70.200

Tinjauan

Rating: 5 dari 5 Bintang! 1 dari 1 orang menilai cukup membantu
Oleh Rizky Kurniawan 09/11/2013
Tocqueville merupakan seorang pemikir sosiolog dan politisi di abad ke-19. Ia lahir pada masa pemerintahan Napoleon Bonaparte. Keluarga Tocqueville termasuk dalam kelompok loyalis Louise XVI yang kontra revolusi. Hal inilah yang memberi pengaruh cukup besar bagi pemikiran Tocqueville di kemudian hari. Berbeda dengan para sosiolog di zamannya seperti Hegel, Marx, Engels, Spencer, Nietzsche, Mill, maupun Comte yang seluruh gagasannya bertolak dari kerangka teoretik dan berharap dapat membangun suatu tatanan masyarakat melalui idenya. Tocqueville justru bertolak dari kekhususan dan keunikan masyarakat yang diamatinya (bangsa Amerika) menuju pada gagasan demokratik yang sesuai dengan yang terjadi di negerinya, Perancis.

Berdasarkan karya-karya yang pernah dibuat, tampaknya Tocqueville tidak mempermasalahkan metodologi maupun teori. Yang menjadi ciri khas dari karyanya adalah ketiadaan formalisasi dan sedikitnya abstraksi. Meski demikian, ia bukanlah seorang empirisme kasar sebagaimana Ranke (sejarawan Jerman yang pernah bertemu dengan Tocquville). Menurut penilaian Beaumont (Stone dan Mennel, 1959: 242 – 249; Stone dan Mennel, 2005: 20), Tocqueville bukanlah termasuk seorang filsuf sejati yang menikmati spekulasi metafisik dan mencintai pengetahuan demi pengetahuan akan tetapi spekulasinya selalu memiliki tujuan praktis. Hal ini terbukti dengan tindakannya dengan menjadi anggota Majelis Perwakilan Rakyat sekaligus bertugas sebagai menteri luar negeri dalam pemerintahan Odilon-Barrot.

Meski Tocqueville hidup sezaman dengan Gobineau dan Marx, namun analisanya terhadap perkembangan demokrasi di Amerika tidaklah se-Rasis Gobineau. Selain itu, Tocqueville juga tidak memandang bahwa sejarah sebagai keniscayaan sebagaimana Marx. Tocqueville tetap melihat sejarah sebagai suatu kesinambungan di mana segala faktor pemicu tidak selalu mengarah atau mendapat reaksi yang sama di setiap keadaan dan masyarakat.

Melalui bukunya ini, Tocqueville mencoba menjelaskan segala segi kehidupan masyarakat di Amerika, mulai dari hubungan sosial, kekerabatan, hukum waris sebagai fondasi berdirinya Aristokrasi, gender dan kedudukan wanita hingga sebab-sebab Revolusi. Tujuannya adalah membandingkan antara tatanan masyarakat demokratis di Amerika dengan aristokratis di Perancis. Secara sengaja ataupun tidak melalui tulisan-tulisannya Tocqueville mencoba menghidupkan arti “kesetaraan” bukan sekadar kata yang tercantum dalam kamus bahasa Perancis akan tetapi dalam bentuknya yang konkret dengan menjadikan tata kehidupan masyarakat Amerika atau Anglo-Amerika sebagai bukti idealnya.
Apakah tinjauan ini cukup membantu Anda?Ya  Tidak
(Kembali Ke Atas)

Sinopsis

John Stone & Stephen Mennell Buku ini memuat bunga rampai pemikiran Alexis de Tocqueville, pemikir besar Prancis abad ke-19. Sebagaimana diketahui, abad ini melahirkan para pemikir seperti Hegel, Marx, Spencer, dan Comte yang membangun sistem gagasan yang utuh dan menyeluruh untuk menjelaskan setiap segi dari manusia, masyarakat, ilmu pengetahuan, dan sejarah. Namun Tocqueville merintis tradisi baru: ia tidak berangkat dari ide-ide besar, namun dengan tekun dan induktif meneliti pola pengelompokan sosial, kebudayaan dan adat kebiasaan lokal, interaksi ekonomi, perubahan pola kekuasaan, kecenderungan sentralisasi, dan bergesernya karakter kelas sosial. Demikianlah justru Tocqueville menjelaskan dengan sangat gamblang apa dan bagaimana dasar-dasar demokrasi. Setelah jatuhnya Orde Baru, Indonesia memasuki masa transisi dan berada dalam sebuah proses panjang yang sering disebut sebagai masa konsolidasi demokrasi. Namun dalam berbagai diskusi publik, masih terjadi kebingungan dan keruwetan berpikir mengenai esensi dan faktor-faktor yang menentukan kuat-tidaknya sebuah sistem demokrasi. Hal ini terjadi mungkin karena bacaan-bacaan yang menarik dan bermanfaat dalam bidang ini memang masih sangat sedikit di negeri kita.

Buku ini akan memperkaya khazanah intelektual kita dan mendorong kejelasan berpikir mengenai seluk-beluk sistem demokrasi. Walaupun dilahirkan hampir dua abad lalu, pemikiran Tocqueville saat ini masih sangat menarik dan penting bagi semua kalangan.

Buku Sejenis

In Our Time: Pidato-Pidato Yang Membentuk Dunia Modern
Hywell Williams
Fiqh Siyasah Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam
Muhammad Iqbal
Perang Bintang 2014: Konstelasi dan Prediksi Pemilu dan Pilpres
Burhanuddin Muhtadi
Dari Terorisme sampai Konflik TNI-Polri
A. M. Hendropriyono
Birokrasi dalam Perspektif Politik & Administrasi
Budi Setiyono
Aliran Politik dan Aqidah Dalam Islam
Muhammad Abu Zahrah
Pemikiran Politik Barat
Firdaus Syam
Politik Hukum Islam
Ija Suntana
Pemberantasan Korupsi: Melalui Hukum Pidana Nasional dan Internasional
Andi Hamzah
Korupsi yang Memiskinkan
Kolumnis dan Wartawan Kompas
Perbandingan Kekuasaan Presiden setelah Perubahan UUD 1945 Dengan Delapan Negara Maju
Abdul Ghaffar
All the President's Men: Kisah Nyata Kejatuhan Sang Presiden
Carl Bernstein & Bob Woodward
Tentang Kami      Cara Pembelian      Ketentuan Pembelian      Pusat Bantuan      Hubungi Kami
Program Afiliasi      Karir
Copyright ©2008 - 2014 belbuk.com
Jl. Matraman Raya No. 66, Jakarta Timur 13150
Tlp. 021-85910810 (Senin s/d Jumat Pkl 09.00-18.00 WIB)