belbuk.com
  Cara Pembelian    Konfirmasi Transfer   Status Pesanan   Bantuan   Hubungi Kami    
belbuk.com
 Buku  CD/DVD  ATK  Komputer  
0  Troli
Daftar Keinginan
Buku    Novel & Sastra    Novel Umum

Momoye: Mereka Memanggilku

Berat   0.22 kg
Tahun   2007
Halaman   324
Penerbit   Erlangga
Sinopsis     Buku Sejenis
Persediaan Habis
Persediaan Buku sedang habis. Apakah anda ingin diberitahu pada saat Buku sudah tersedia?
Ya, kirim saya pemberitahuan
1
Belum ada yang memberi tinjauan untuk produk ini.    
Berikan Tinjauan Anda

Sinopsis

Mantan Budak Seks Mencari Keadilan
Jika gambaran perbudakan seksual Jepang itu dikisahkan melalui film, buku yang berjudul Momoye, Mereka Memanggilku merupakan kisah nyata dari seorang korban perbudakan seks Jepang selama berkuasa di Indonesia. Ia adalah Ibu Mardiyem, salah satu korban kebuasan fasisme Jepang terhadap kaum perempuan yang dipaksa melayani nafsu seksual-nya. Momoye adalah panggilan Ibu Mardiyem sewaktu ia ditempatkan di sebuah asrama di Telawang, Kalimantan, sebuah “rumah bordil” yang khusus bagi tentara Jepang.

Ada 21 perempuan yang di tempatkan di asrama yang sama dengan tingkat penderitaan yang sama dalam bentuk yang berbeda dengan sang Momoye ( Ibu Mardiyen). Yang paling menyedihkan bagi sang Momoye barangkali adalah betapa tersiksanya melihat bayi yang dikandungnya harus digugurkan dengan cara yang tidak sehat dan mengenaskan. Setelah dua minggu diberi obat penggugur kandungan, ternyata bayi dalam kandungannya tidak juga keluar. Melalui bantuan seorang dokter Dayak, setelah ditekan, bayi keluar dan ditaruh di dalam baskom putih. Ia melihat bayinya masih hidup, tetapi ia tak bisa menyentuh bayinya karena seluruh badan sakit dan lemas sekali, sampai tangannya tak bisa digerakkan (hlm.58). Bu Mardiyem dan teman-temannya ada yang meninggal, badannya rusak,kena penyakit, disiksa, dipukul, ditendang dan dipaksa melayani hasrat seks dengan berbagai variasi gaya.

Membaca buku ini akan jelas bagaimana konsep “system perbudakan seksual militer Jepang” merupakan suatu mekanisme yang kejam dengan cara paksa menyediakan praktik-praktik seksual untuk para pegawai sipil dan prajurit-prajuritnya. Tidak hanya penderitaan fisik akibat perkosaan yang dilaukan secara sistematis selama bertahun-tahun, tapi juga derita batin yang dibawa sepanjang hidupnya.

Momoye tentu saja adalah salah satu potret buram yang ditorehkan Jepang dalam sejarah bangsa Indonesia. Namun, buku ini juga memberikan warna lain tentang keberadaan seorang perempuan yang kuat dan tabah. Momoye juga merupakan potret perjuangan seorang perempuan yang mencari keadilan, bukan demi dirinya sendiri, tetapi juga bagi dunia agar ketidakadilan serupa tak terulang dalam perjalanan hidup manusia.

Buku Sejenis

Love Story In Harvard
Jeon Wook
The Marked Son
Shea Berkley
The Last Cowboy: Sang Koboi Terakhir
Lindsay McKenna
A Long Long Sleep: Tertidur Selama 62 Tahun dan Terbangun oleh Ssebuah Ciuman
Anna Sheehan
Paquita dan Pangeran Bianglala
Citra Rizcha Maya
Al dente
Helvira Hasan
The Key: Takdir Manusia di Tangan Seorang Wanita
Simon Toyne
Satu Malam Di Kampung Siluman
Rahadi W. Pandoyo
London
Windry Ramadhina
Azazil: Godaan Raja Iblis
Youssef Ziedan
K.O.A.S: Kacaunya Obsesi Asisten Stres
Tomy Aryanda (@KoasGigiSinting)
Dramaturgi Dovima
Faris Rachman-Hussain
Tentang Kami      Cara Pembelian      Ketentuan Pembelian      Pusat Bantuan      Hubungi Kami
Program Afiliasi      Karir
Copyright ©2008 - 2014 belbuk.com
Jl. Matraman Raya No. 66, Jakarta Timur 13150
Tlp. 021-85910810 (Senin s/d Jumat Pkl 09.00-18.00 WIB)