Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Buku Islam    Bimbingan Islami

Hartamu Hartaku, Hartaku Punya Siapa?: 101 Fakta Keuangan Rumah Tangga Islami

Berat 0.27
Tahun 2012
Halaman 176
ISBN 9789792283891
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Sinopsis

Anda takut menikah karena khawatir soal harta? Ataukah Anda sudah menikah namun bingung harus menerapkan manajemen keuangan seperti apa agar hidup lebih bahagia dan berkah?

Kita tentu pernah mendengar, atau bahkan mengucapkan sendiri, beribu-ribu alasan untuk tidak menikah. Salah satunya adalah karena harta. Entah karena tidak punya, atau justru sebaliknya: punya banyak namun enggan berbagi dengan (calon) pasangan.

Bagi yang sudah menikah, lain lagi persoalannya. Harta terlalu sering diidentikkan dengan pengundang rasa bahagia. Atau candu yang bisa mengubah air mata menjadi tawa. Harta adalah kunci kebahagiaan dan keberhasilan rumah tangga. Padahal, kehidupan sehari-hari kadang justru membuktikan sebaliknya. Rumah tangga pasangan yang terlalu silau harta malah miskin rasa bahagia, atau kandas di tengah jalan.

Jadi, bagaimana sebenarnya kedudukan harta dalam pernikahan? Seperti apa pengaturannya yang tepat dalam rumah tangga menurut kacamata Islam? Bagaimana pula kebenaran ungkapan “hartamu (adalah) hartaku” yang sering kita dengar, bahkan kita jadikan semacam sindiran?

Dengan cerdik dan lugas buku ini menjelaskan hakikat keuangan rumah tangga Islami dari berbagai sudut pandang. Penjelasan penting seperti:
- kewajiban dan hak suami-istri dalam keuangan keluarga,
- definisi dan pembagian uang belanja,
- pengaturan gaji suami dan gaji istri,
- plus minus istri bekerja,
- manajemen cash flow yang tepat,
- investasi islami yang patut dicoba, dan
- seluk-beluk mencari penghasilan tambahan

WAJIB diketahui bukan hanya oleh yang berencana menikah, namun juga siapa pun yang ingin membangun rumah tangga yang lebih sehat secara keuangan, berkah, dan bahagia.
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)